<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3250431985131768685</id><updated>2011-11-03T09:54:14.533-07:00</updated><category term='OPINI'/><category term='INFO'/><category term='RENUNGAN'/><title type='text'>SAEROJIFORBIS.BLOGSPOT.COM</title><subtitle type='html'>solusi cerdas masa depan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Saeroji Alghazaly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>37</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3250431985131768685.post-1717545619921245620</id><published>2011-11-03T02:32:00.000-07:00</published><updated>2011-11-03T09:43:18.411-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN'/><title type='text'>Ketika Sukses Jadi Sebuah Pilihan...................</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-g9TVYnCze7o/TrJfj4rtpiI/AAAAAAAAAKQ/Y1PvGOvnd7w/s1600/sukses.jpg" imageanchor="1" style="clear:right; float:right; margin-left:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="124" width="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-g9TVYnCze7o/TrJfj4rtpiI/AAAAAAAAAKQ/Y1PvGOvnd7w/s200/sukses.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Anda dan saya tentu sepakat, sukses dalam kehidupan adalah menjadi dambaan setiap orang. Sukses yang saya maksud, tentunya sukses dunia akhirat. Kenapa? Sukses di dunia saja, tentu sangat rugi bagi anda, yang meyakini adanya kehidupan setelah kematian. Lantas?&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal sukses dua alam yang berbeda ini, pijakannya sudah jelas. Anda harus berupaya keras dalam memenuhi segala kebutuhan hidup. Anda, bila yakin akan ada kehidupan setelah kematian, tentu juga harus mempersiapkan bekal di alam baqa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses dalam melakoni kehidupan dunia, bergantung pada seberapa kuat motivasi anda untuk sukses. Apa sebetulnya yang menjadi tujuan hidup anda? Bisnis apa yang harus anda bangun? Kehidupan macam apa yang anda inginkan? Semuanya bergantung pada motivasi anda untuk mencapainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda seorang pebisnis, tentu ingin sukses dalam bisnis. So, anda perlu terus belajar dan belajar. Pelajari mereka yang sudah sukses. Kenapa mereka bisa sukses? Tentunya, ada sebuah proses pembelajaran. Pembelajaran yang saya maksud, bukan berkutat pada kegiatan yang selama ini diajarkan di sekolahan. Melainkan bagaimana anda belajar dari pengalaman anda dan pengalaman orang sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu halnya dengan sukses yang anda harapkan, saat harus memenuhi panggilanNya. Anda harus memenuhi segala persyaratan, menuju sukses kehidupan setelah kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke...... intinya sukses anda ditentukan oleh motivasi anda untuk sukses. Anda tidak bisa menggantungkan nasib sukses anda pada orang lain.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
pub_zona = "-1";
pub_lokasi = "6228";
pub_model = "1";
adspeedy_br = "660099";
adspeedy_bg = "ffffff";
adspeedy_t1 = "0000CC";
adspeedy_t2 = "000000";
adspeedy_t5 = "0000CC";
url = "http://www.adspeedy.com/ppc";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript" src="http://www.adspeedy.com/ppc/tayang.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3250431985131768685-1717545619921245620?l=saerojiforbis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/feeds/1717545619921245620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3250431985131768685&amp;postID=1717545619921245620' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/1717545619921245620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/1717545619921245620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/2011/11/ketika-sukses-jadi-sebuah-pilihan.html' title='Ketika Sukses Jadi Sebuah Pilihan...................'/><author><name>Saeroji Alghazaly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-g9TVYnCze7o/TrJfj4rtpiI/AAAAAAAAAKQ/Y1PvGOvnd7w/s72-c/sukses.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3250431985131768685.post-821741607136128348</id><published>2011-01-18T01:19:00.000-08:00</published><updated>2011-11-03T09:44:27.647-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN'/><title type='text'>Ingin Sukses? Manfaatkan Waktu Anda</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_O7JHN8q2edM/TTVbCsVI2BI/AAAAAAAAAIs/B6Kq685F0HI/s1600/14071.JPG" imageanchor="1" style="clear:right; float:right; margin-left:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="134" src="http://2.bp.blogspot.com/_O7JHN8q2edM/TTVbCsVI2BI/AAAAAAAAAIs/B6Kq685F0HI/s200/14071.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tidak jarang anda selalu disibukkan persoalan kehidupan. Namun, dibalik kesibukan itu, ternyata tidak  membawa kesuksesan pada kehidupan anda. Anda tetap saja bergerak pada rel yang itu-itu juga. Loh…. Kok bisa ya? Sementara kawan-kawan anda, yang juga sama-sama sibuk, telah banyak yang sukses. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang membuat mereka sukses? Sebetulnya saya yakin anda sendiri sudah tahu jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar berbagi, postingan kali ini sengaja saya ketengahkan persoalan kesibukan kita. Apakah kesibukan anda bersifat produktif? Atau memang sekedar sibuk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujurlah anda pada diri sendiri. Berapa lama anda habiskan waktu untuk benar-benar menyelesaikan pekerjaan pokok anda? Lalu, selebihnya anda gunakan untuk apa? Sekedar online dengan jejaring sosial misalnya, atau ngobrol kesana-kemari tanpa ada hasil?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tentu sepakat, mereka yang sukses selalu menghargai waktu. Tiap detik mereka fokuskan untuk kesuksesan mereka. Bagi mereka, waktu adalah segalanya. Inilah sebetulnya yang membuat seseorang menjadi sukses. MANAJEMEN WAKTU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba anda renungkan kembali. Apa yang menjadi tujuan hidup anda sebenarnya. Saya percaya dengan anda, tentunya ingin SUKSES. Bila itu jawaban anda, maka mulai sekarangan hargailah waktu anda. Pergunakan setiap kesempatan luang yang anda miliki untuk membangun langkah menuju KESUKSESAN hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atur jadwal kegiatan anda. Mulailah anda menanamkan prinsip kesibukan anda adalah proses menuju kesuksesan. Jadi kesibukan anda bukan sekedar sibuk, namun harus benar-benar produktif. Kuncinya tentu saja, hargailah WAKTU anda. Jangan biarkan berlalu begitu saja, tanpa ada sebuah komitmen untuk perubahan kehidupan anda.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
pub_zona = "-1";
pub_lokasi = "6228";
pub_model = "1";
adspeedy_br = "660099";
adspeedy_bg = "ffffff";
adspeedy_t1 = "0000CC";
adspeedy_t2 = "000000";
adspeedy_t5 = "0000CC";
url = "http://www.adspeedy.com/ppc";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript" src="http://www.adspeedy.com/ppc/tayang.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3250431985131768685-821741607136128348?l=saerojiforbis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/feeds/821741607136128348/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3250431985131768685&amp;postID=821741607136128348' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/821741607136128348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/821741607136128348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/2011/01/ingin-sukses-manfaatkan-waktu-anda.html' title='Ingin Sukses? Manfaatkan Waktu Anda'/><author><name>Saeroji Alghazaly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_O7JHN8q2edM/TTVbCsVI2BI/AAAAAAAAAIs/B6Kq685F0HI/s72-c/14071.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3250431985131768685.post-4385624919060594397</id><published>2011-01-02T19:56:00.000-08:00</published><updated>2011-01-02T19:56:07.779-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN'/><title type='text'>Sikap Anda Menentukan kesuksesan dan kegagalan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_O7JHN8q2edM/TSFIuwhw7nI/AAAAAAAAAIg/S9TC7BsezKE/s1600/sukses-atau-gagal.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="168" width="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_O7JHN8q2edM/TSFIuwhw7nI/AAAAAAAAAIg/S9TC7BsezKE/s200/sukses-atau-gagal.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Mengawali 2011, tentunya anda sudah mempunyai beberapa agenda yang harus dicapai. Sukses, sudah barang tentu menjadi harapan semua. Anda tentu sepakat, bahwa di tahun 2011, harus lebih baik dari tahun sebelumnya. Segala kegagalan dan progam yang belum tercapai di 2010, menjadikan sebuah pelajaran berharga di 2011. Saya yakin anda sependapat dengan saya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencermati mereka yang berhasil di 2010 dan mereka yang gagal, tentu harus menjadi cerminan anda untuk menjadi lebih baik. Bila anda dalam posisi yang BERHASIL itu, maka 2011 tentu menjadi pemacu untuk menjadi lebih berhasil, dengan hasil yang lebih berkualitas. Begitu pula, bila anda masuk dalam klasifikasi yang belum berhasil (baca: gagal), tidak lantas berkecil hati. Jadikan 2011 sebagai Tahun KESUKSESAN anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan dan kegagalan dalam menapaki karir, bisnis, atau ativitas apapun yang positif, secara batiniah tentu saja menjadi sebuah sunnatullah (hukum alam). Namun, dibalik itu semua tidak terlepas dari usaha dan kerja keras yang anda lakukan. Kegagalan yang anda alami, tidak bisa anda salahkan dengan situasi kehidupan anda. anda tidak bisa meyalahkan secara langsung terhadap personal, atau siapapun. Pendeknya, kegagalan dan keberhasilan kembali pada sikap anda dalam memaknai perjalanan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin, bahwa kesuksesan yang anda alami, sebagi buah dari upaya kerja keras dan kerja cerdas yang anda lakukan setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan situasi ketika anda gagal meraih impian? Tentunya, anda perlu kembali menengok kedalam (instrospeksi), mungkin ada sesuatu yang salah dengan cara anda meraih tujuan. Bila anda mampu, menemukan kesalahan itu, berarti anda menemukan jalan untuk memperbaikinya. Bila anda segera memperbaikinya, SUKSES akan anda dapatkan. Ingat: KESUKSESAN dan KEGAGALAN semuanya BERPULANG pada sikap anda dan cara anda meraih kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga 2011, menjadi tahun KESUKSESAN ANDA.............&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
pub_zona = "-1";
pub_lokasi = "6228";
pub_model = "1";
adspeedy_br = "660099";
adspeedy_bg = "ffffff";
adspeedy_t1 = "0000CC";
adspeedy_t2 = "000000";
adspeedy_t5 = "0000CC";
url = "http://www.adspeedy.com/ppc";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript" src="http://www.adspeedy.com/ppc/tayang.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3250431985131768685-4385624919060594397?l=saerojiforbis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/feeds/4385624919060594397/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3250431985131768685&amp;postID=4385624919060594397' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/4385624919060594397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/4385624919060594397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/2011/01/sikap-anda-menentukan-kesuksesan-dan.html' title='Sikap Anda Menentukan kesuksesan dan kegagalan'/><author><name>Saeroji Alghazaly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_O7JHN8q2edM/TSFIuwhw7nI/AAAAAAAAAIg/S9TC7BsezKE/s72-c/sukses-atau-gagal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3250431985131768685.post-5476379100222992836</id><published>2010-12-06T03:25:00.000-08:00</published><updated>2010-12-06T03:26:03.679-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN'/><title type='text'>Ketika Teguran Itu Datang</title><content type='html'>Ya Rabb, hamba mengakui banyak kesalahan&lt;br /&gt;Selalu bergumul dengan dosa, hingga&lt;br /&gt;Tak sanggup untuk menghitung, hanya&lt;br /&gt;Engkaulah ya Rabb, yang maha tahu.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala perintahMu banyak yang terlewat,&lt;br /&gt;Kesibukan-kesibukan yang membuat tak produktif&lt;br /&gt;Manajemen versi akal terlalu mendominasiku&lt;br /&gt;Nyaris membuang nilai-nilai manajemen yang Engkau titahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika di tepi siang tadi,&lt;br /&gt;Semakin banyak kegagalan semakin ku tersadar,&lt;br /&gt;Aku malu, sungguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin kukejar segala obsesi, semakin jauh berlari&lt;br /&gt;Ketika setengah kekuatan masih tersisa,&lt;br /&gt;Ingin kuteruskan pelarian itu,&lt;br /&gt;Sekali lagi....&lt;br /&gt;PanggilanMU menyadarkanku....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba penuh dengan segala keterbatasan.&lt;br /&gt;Rekayasa yang dirancang taklah mungkin&lt;br /&gt;Mengalahkan rekayasa yang dibuatMU, yaa Rabb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersadar,&lt;br /&gt;Istighfar menggedor dinding qalbuku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuserahkan semua,&lt;br /&gt;Kuserahkan segala rekayasuku&lt;br /&gt;PadaMU ya.... Rabb Yang Maha Kuasa&lt;br /&gt;Dengan KuasaMU jua rekayasaku bisa tercapai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serang, Malam 1 Muharram 1413 H   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
pub_zona = "-1";
pub_lokasi = "6228";
pub_model = "1";
adspeedy_br = "660099";
adspeedy_bg = "ffffff";
adspeedy_t1 = "0000CC";
adspeedy_t2 = "000000";
adspeedy_t5 = "0000CC";
url = "http://www.adspeedy.com/ppc";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript" src="http://www.adspeedy.com/ppc/tayang.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3250431985131768685-5476379100222992836?l=saerojiforbis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/feeds/5476379100222992836/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3250431985131768685&amp;postID=5476379100222992836' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/5476379100222992836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/5476379100222992836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/2010/12/ketika-teguran-itu-datang.html' title='Ketika Teguran Itu Datang'/><author><name>Saeroji Alghazaly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3250431985131768685.post-921929028151136560</id><published>2010-11-04T23:40:00.000-07:00</published><updated>2010-11-05T00:02:49.561-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN'/><title type='text'>Raih Sukses dengan Sabar dan Optimis</title><content type='html'>Sabar dan optimislah. Ya, hanya itulah sebuah kata yang selalu meluncur, ketika kita dihadapkan pada sebuah musibah dan cobaan kehidupan. Tanpa kesabaran, yang bermuara pada sebuah sikap optimis, hidup kita nyaris tanpa sebuah kendali, bahkan boleh jadi tak sadar diri. Ujungnya bisa kita raba sendiri. Kemana muara ketika kita kehilangan sikap sabar dan optimisme. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual, bagi mereka yang selalu bergumul dengan persoalan-persoalan motivasi, tentu sudah tak asing lagi.  Kecerdasan emosional sendiri, tak lebih bagaimana seseorang secara individual mampu untuk mengenali emosi diri, mengelola emosi diri, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain (empati) dan kemampuan membina hubungan (kerjasama) dengan orang lain. Sementara kecerdasan spiritual akan lebih banyak berhubungan dengan persoalan keyakinan (keimanan, red) seorang individu akan hakekat Tuhan. Kecerdasan spiritual berkait erat dengan kemampuan seseorang untuk menghadapi dan memecahkan masalah yang berhubungan dengan nilai, batin, dan kejiwaan. Kecerdasan ini terutama berkaitan dengan abstraksi pada suatu hal di luar kekuatan manusia, yaitu kekuatan penggerak kehidupan dan semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengelola kesabaran dan menumbuhkan rasa optimisme, memang tidak setiap individu manusia, mulus melakoninya. Tidak jarang kita mendengar ungkapan, “sudah hilang rasa kesabaranku”. Sebagai orang yang mengakui adanya sebuah Dzat Yang Maha Besar, sebuah kekuatan penggerak kehidupan dan semesta, tentu kita merasa prihatin bila mendengar ungkapan seperti itu. Atau pula kita pernah mendengar ungkapan, “kesabaran ada batasnya”. Tentu pula, kalau kita mau renungkan, kita hanya turut prihatin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyoal ‘rentang waktu’ sabar, jelas berkait dengan persoalan kadar keimana kita terhadap Allah. Bila kita mau merenungkan dengan segala kerendahan hati, segala apa kegagalan dan kesuksesan dalam menjalani ujian kehidupan, tersimpan sebuah hikmah yang sangat luar biasa. Bahkan, terkadang sering tidak kita sadari hikmah tersebut. Kegagalan dalam ‘proses kehidupan’ boleh jadi ada sebuah maksud dari Allah. Bisa saja ketika kita mendapat sukses, itu bakal menjadi kesombongan (ujub) yang melanda jiwa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyimak kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Zakaria, kita bisa melihat, bagaimana kesabaran Nabi Ibrahim dan Nabi Zakaria dalam memohon kepada Allah dalam menanti kehadiran buah hati. Hingga usia tua mereka sabar dan berdoa, Allah akhirnya memberikan apa yang mereka inginkan. Kesabaran dan kesalehan orangtua menular kepada anak-anaknya. Dari rahim istri kedua Nabi tersebut, lahirlah Nabi Ishaq dan Nabi Yahya. Nabi Ibrahim berkata, berputus asa dari rahmat Allah hanya ada pada diri orang-orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi pada istri Nabi Ibrahim dan Nabi Zakaria sulit diterima oleh akal, tetapi apa yang Allah inginkan sangat mudah ia wujudkan. Tidak ada yang menghalangi kebesaran dan kekuasaan-Nya meskipun seluruh makhluk-Nya mencegahnya. Itulah kehendak Allah terjadi berkat kesabaran kedua Nabi tersebut. Keyakinan mereka begitu kuat, ibarat karang di tengah lautan meskipun diterpa ombak yang dahsyat, mereka tidak bergeming dan ingin berpindah pada wujud keyakinan lain. Bagaimana mungkin Dia melupakan mereka, sedang Dia Maha Melihat dan Maha Mendengar. Bagaimana mungkin Dia dapat dikalahkan, sedang Dia Maha Perkasa lagi Maha Gagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap sabar ini pula, bila kita mampu melakoninya, menumbuhkan kadar optimisme dalam menghadapi ujian hidup yang semakin berat. Di saat iklim kompetisi, di segala bidang kehidupan yang luar biasa ketat. Kuncinya tentu kita kembali pada bagaimana kita cerdas dalam mengelola sikap sabar. Dengan sikap sabar dalam menghadapi setiap ujian kehidupan, dan tetap menumbuhkan sikap optimis, tidak jarang melahirkan tokoh-tokoh sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sedikit mereka yang sukses, bermula dari beberapa kegagalan yang mereka hadapi. Ketika dihadapkan pada masalah yang berat sekalipun, kebanyakan mereka, tetap sabar dan bersikap optimis dalam menyiasati berbagai masalah hingga menggapai sukses. Wallahu a’lam. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
pub_zona = "-1";
pub_lokasi = "6228";
pub_model = "1";
adspeedy_br = "660099";
adspeedy_bg = "ffffff";
adspeedy_t1 = "0000CC";
adspeedy_t2 = "000000";
adspeedy_t5 = "0000CC";
url = "http://www.adspeedy.com/ppc";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript" src="http://www.adspeedy.com/ppc/tayang.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3250431985131768685-921929028151136560?l=saerojiforbis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/feeds/921929028151136560/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3250431985131768685&amp;postID=921929028151136560' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/921929028151136560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/921929028151136560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/2010/11/raih-sukses-dengan-sabar-dan-optimis.html' title='Raih Sukses dengan Sabar dan Optimis'/><author><name>Saeroji Alghazaly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3250431985131768685.post-189548969097292175</id><published>2010-08-04T21:39:00.000-07:00</published><updated>2011-11-03T09:47:59.607-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN'/><title type='text'>Wirausaha Sebuah Jalan Hidup</title><content type='html'>Merintis sebuah usaha memang tidak mudah. Selain dukungan 'modal' yang cukup, kesiapan sikap mental individu calon wirusahawan juga menjadi penting. Banyak memang, peluang usaha yang kita lewatkan begitu saja. Kenapa? Ya, bisa jadi karena kita belum tertarik dengan dunia wirausaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini muncul, sebagai sebuah bentuk kegundahan saya terhadap persoalan kehidupan saat ini. Setiap saat, saudara-saudara kita banyak yang ngantri mencari pekerjaan. Soal Wirausaha, seolah baru akrab pada segelintir anak negeri, sementara quota yang ada, tidak sebanding dengan jumlah angkatan kerja. Dampaknya, ancaman ledakan pengangguran di negeri ini semakin menjadi. Solusinya, tentu saja semua komponen anak negeri, harus kembali 'mengaca' dan menemukenali segala potensi diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, sejatinya menjadikan kita semakin akrab dengan berbagai peluang wirausaha. Namun faktanya sampai dengan hari ini, saudara kita, kawan kita, yang baru lulus dari bangku sekolaha masih banyak yang mencari pekerjaan. Sedikit saja dari mereka yang berniat dan terjun langsung menjadi wirausahawan. Dimaklumi memang, menjadi wirausahawan tidaklah mudah. Tidak semudah, para pengambil kebijakan kita yang selalu menyatakan, bahwa negeri ini masih membutuhkan jutaan wirausaha baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluang wirausaha, dalam keyakinan saya setiap kesempatan selalu ada. Ini merupakan sebuah anugerah Tuhan yang haru kita syukuri setiap saat. Persoalannya, apakah saudara kita yang berharap mendapat pekerjaan melihat peluang ini? Kembali, kita perlu berupaya 'menemukenali' semua potensi yang ada dalam diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluang Wirausaha, sekarang ini sangat banyak, apalagi kemajuan IPTEK sangat mendukung. Bergantung pada individu masing-masing dalam menyikapinya. Peluang wirausaha ini, bisa di wilayah off line maupun dunia online, yang sekarang marak sebutan online marketing. Pelaku online marketing, ternyata tidak semuanya berbasis pendidikan bisnis. Rata-rata mereka berangkat dari sebuah hobi berinternet ria, kemudian semangat menambah ilmu yang berkait dengan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar rekomendasi, di bidang wirausaha online, bisa klik link tautan ini &lt;a href="http://mractionclub.com/?aff=roji"&gt;http://mractionclub.com/?aff=roji &lt;/a&gt;dan &lt;a href="http://formulabisnis.com/?id=roji"&gt;http://formulabisnis.com/?id=roji&lt;/a&gt;. untuk menambah motivasi diri, bisa klik juga &lt;a href="http://jokosusilo.com/"&gt;http://jokosusilo.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga, catatan sampah ini menjadi bahan renungan bagi kita yang mau menemukenali diri, menjadi wirausahawan, yang mau dan mampu menangkap segala peluang wirausaha.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
pub_zona = "-1";
pub_lokasi = "6228";
pub_model = "1";
adspeedy_br = "660099";
adspeedy_bg = "ffffff";
adspeedy_t1 = "0000CC";
adspeedy_t2 = "000000";
adspeedy_t5 = "0000CC";
url = "http://www.adspeedy.com/ppc";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript" src="http://www.adspeedy.com/ppc/tayang.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3250431985131768685-189548969097292175?l=saerojiforbis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/feeds/189548969097292175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3250431985131768685&amp;postID=189548969097292175' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/189548969097292175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/189548969097292175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/2010/08/wirausaha-sebuah-jalan-hidup.html' title='Wirausaha Sebuah Jalan Hidup'/><author><name>Saeroji Alghazaly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3250431985131768685.post-1805246837066283981</id><published>2010-05-03T09:13:00.000-07:00</published><updated>2010-08-16T09:32:28.208-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO'/><title type='text'>Raup 2,5 Juta per Bulan dari Jamur Tiram</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_O7JHN8q2edM/S972Dki2MrI/AAAAAAAAAGw/BLL7RjW9ieA/s1600/03_+Peluang_jamurtiram+putih2+BW.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_O7JHN8q2edM/S972Dki2MrI/AAAAAAAAAGw/BLL7RjW9ieA/s200/03_+Peluang_jamurtiram+putih2+BW.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CGADUHP%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:Georgia;	panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:"Trebuchet MS";	panose-1:2 11 6 3 2 2 2 2 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-parent:"";	margin:0cm;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Trebuchet MS";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-language:AR-SA;}@page Section1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;	mso-header-margin:36.0pt;	mso-footer-margin:36.0pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;&lt;span lang="SQ" style="font-family: Georgia; font-size: 10pt;"&gt;Saat gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) menimbulkan banyak pengangguran baru, sekelompok pemuda di Lebak justru semakin giat membudidayakan komoditas jamur. Mereka “menyulap” tumbuhan hutan yang biasanya dianggap tak berharga, menjadi sebuah komoditas dengan nilai ekonomis tinggi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span lang="SQ" style="font-family: Georgia; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SQ" style="font-family: Georgia; font-size: 10pt;"&gt;Kelompok&amp;nbsp; “Saung Jamur Nubalarea”, itulah nama kelompok budidaya jamur tiram putih yang berlokasi di Desa Sumurbandung, Kecamatan Cikulur. Sejak 2 tahun lalu, mereka terus menggenjot upaya produksi jamur tiram (&lt;i&gt;shimeji white&lt;/i&gt;). Sehingga diharapkan nilai produksinya bukan saja dapat menjadi sarana pemenuhan ekonomi keluarga. Tujuan paling penting adalah terpenuhinya gizi keluarga secara mudah dan murah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SQ" style="font-family: Georgia; font-size: 10pt;"&gt;Menurut Ketua Kelompok&amp;nbsp; “Saung Jamur Nubalarea” M. Jen saat ditemui &lt;i&gt;Banten Ekspose&lt;/i&gt; di kediamannya belum lama ini mengatakan, tumbuhan jamur tiram sebelumnya memang kurang begitu diminati masyarakat, bahkan cenderung dipandang sebagai komoditas yang tidak bernilai sama sekali. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SQ" style="font-family: Georgia; font-size: 10pt;"&gt;“Memang komoditi ini, hanya dipandang sebelah mata. Karena selain hanya tumbuh di hutan tepatnya pada pohon kayu, tumbuhan jamur ini juga dipandang tak memiliki nilai giji maupun ekonomi,” jelasnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SQ" style="font-family: Georgia; font-size: 10pt;"&gt;Pada prinsipnya, budidaya jamur tiram adalah mengusahakan kondisi sehingga jamur tiram tersebut dapat tumbuh dengan baik. Untuk itu, perlu dilakukan adaptasi substrak dan lingkungan agar jamur dapat tumbuh seperti di tempat aslinya. Karenanya dalam budidaya jamur tiram, faktor tumbuh dan lingkungan sangat berpengaruh besar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SQ" style="font-family: Georgia; font-size: 10pt;"&gt;Menurutnya, sifat jamur tiram, banyak ditemukan tumbuh di pohon kayu yang sudah lapuk. Berdasarkan sifat tumbuh jamur itulah, maka disimpulkan budidaya dan pengembangan jamur tiram ini, dapat dilakukan pada media buatan yang mempunyai kandungan hara menyerupai median tumbuh asalnya atau kayu yang sudah lapuk. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SQ" style="font-family: Georgia; font-size: 10pt;"&gt;“Tak sulit dalam pengembangan jamur tiram ini, salah satunya kita tinggal menyediakan serbuk gergaji saja, namun untuk lebih jelas dan detailnya, kami siap membantu masyarakat jadi pembudidaya jamur tiram yang berhasil guna,” tuturnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SQ" style="font-family: Georgia; font-size: 10pt;"&gt;Dijelaskan M. Jen, sejauh ini animo masyarakat akan budidaya jamur tiram putih cukup tinggi. Terbukti, maraknya permintaan budidaya jamur tiram, justeru bukan saja datang dari kelompok pemuda dan masyarakat Lebak, melainkan juga datang dari kawasan Pandeglang dan Tangerang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SQ" style="font-family: Georgia; font-size: 10pt;"&gt;“Untuk sarana produksi yang sudah jadi, yang terbentuk dalam wujud log jamur, kami banyak menerima pesanan bukan saja dari masyarakat Lebak, juga dari Kabupaten Pandeglang dan Tangerang,” tukasnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SQ" style="font-family: Georgia; font-size: 10pt;"&gt;Pada awalnya, dua tahun lalu jelas M. Jen, kelompok yang memiliki tenaga pekerja 9 orang dan hanya memproduksi 3000 baglog jamur dengan modal awal Rp 3 juta, namun kini usaha jamurnya telah mempunyai 10.000 baglog jamur dengan jumlah pendapatan (omzet –red) bersih Rp 2,5 juta per bulan dengan hasil rata-rata produksi jamur 80 Kg hingga 100 Kg per harinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SQ" style="font-family: Georgia; font-size: 10pt;"&gt;Dalam pemasaran sehari-hari produksi jamur tersebut, lanjut M. Jen, pihaknya selalu mengirim atau menjual ke beberapa rumah makan di kawasan Sampay, Warunggunung juga ke pasar Rangkasbitung dan Pandeglang. Itupun masih banyak permintaan pasar belum terpenuhi. Ia mengaku belum mamapu memenhuhi permintaan pasar dalam jumlah banyak dan tiap hari untuk dikirim.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="SQ" style="font-family: Georgia; font-size: 10pt;"&gt;“Dikelola secara baik dan benar, kami akui bahwa usaha Budidaya jamur tiram putih sangat menguntungkan dan memiliki prosfek baik kedepan, Harga jamur tiram putih di pasaran mencapai Rp 10 ribu per kilo,” kata M. Jen.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
pub_zona = "-1";
pub_lokasi = "6228";
pub_model = "1";
adspeedy_br = "660099";
adspeedy_bg = "ffffff";
adspeedy_t1 = "0000CC";
adspeedy_t2 = "000000";
adspeedy_t5 = "0000CC";
url = "http://www.adspeedy.com/ppc";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript" src="http://www.adspeedy.com/ppc/tayang.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3250431985131768685-1805246837066283981?l=saerojiforbis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/feeds/1805246837066283981/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3250431985131768685&amp;postID=1805246837066283981' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/1805246837066283981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/1805246837066283981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/2010/05/raup-25-juta-per-bulan-dari-jamur-tiram.html' title='Raup 2,5 Juta per Bulan dari Jamur Tiram'/><author><name>Saeroji Alghazaly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_O7JHN8q2edM/S972Dki2MrI/AAAAAAAAAGw/BLL7RjW9ieA/s72-c/03_+Peluang_jamurtiram+putih2+BW.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3250431985131768685.post-1346235997043343858</id><published>2009-07-28T08:28:00.000-07:00</published><updated>2010-08-16T09:27:41.003-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>Buka Usaha Kecil? Why Not....</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_O7JHN8q2edM/Sm8c0XnSR_I/AAAAAAAAAF8/EUnCUO4jR4g/s1600-h/blog.JPG"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363537367239116786" src="http://1.bp.blogspot.com/_O7JHN8q2edM/Sm8c0XnSR_I/AAAAAAAAAF8/EUnCUO4jR4g/s200/blog.JPG" style="float: right; height: 133px; margin: 0px 0px 10px 10px; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dalam sebuah seminar kewirausahaan terbeber fakta, betapa banyak orang ingin berhenti jadi karyawan, dan kemudian mulai buka usaha sendiri. Ada yang sudah siap dengan modal plus perencanaan yang njilimet. Ada yang baru berbekal dengan gagasan semata. Namun ada pula yang punya banyak uang, tapi bingung mau diapain. Masih banyak yang blank. Tak tahu bagaimana dan dari mana harus memulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak usahawan sukses karena kelihaian dalam memulai dan memperluas usaha. Berikut beberapa rahasianya yang umumnya mereka pakai. Namun tidak ada jaminan Anda akan berhasil dengan cara-cara berikut. Meski begitu, kini Anda punya banyak alternatif. Anda pun bisa mencuri inspirasi dari masing-masing cara itu. Inilah langkah rahasia yang bisa anda coba.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Penuhi Kebutuhan Konsumen&lt;/b&gt;, Ini merupakan cara buka usaha yang paling umum. Jika di kantor Anda membutuhkan layanan katering, buka usaha katering. Jika warga di sekitar rumah membutuhkan jasa binatu, wartel, warnet, rental komputer, kursus, dll, buka usaha sesuai kebutuhan mereka tadi. Kuncinya, kenali kebutuhan konsumen. Lalu penuhi dengan harga, kualitas produk dan pelayanan yang lebih baik. Usaha berdasarkan kebutuhan konsumen yang nyata adalah hal prinsip dari semua jenis usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jual Keunikan,&lt;/b&gt; Jika Anda lumayan kreatif dan inovatif, pasti banyak hal baru yang berhasil Anda kreasikan. Banyak usaha baru dimulai dari penemuan jenis produk, teknologi, sistem, dan program baru. Jika berhasil mencipta program komputer baru misalnya, jangan ragu mematenkan dan menjualnya. Penemuan baru —apalagi khas dan unik— sangat berpeluang menembus pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jual Ketrampilan,&lt;/b&gt; Jeli mengenali bakat orang? Itu pun awal bisnis yang menantang. Banyak orang berbakat yang —jika dikembangkan dan diberi tempat— bisa dijual lebih mahal. Tempat-tempat seperti restoran, toko-toko, salon, kursus, servis, pasar, mal-mal, adalah gudangnya orang berbakat. Ambil 2-3 pemangkas rambut berbakat dari salom-salom kecil. Sewakan tempat yang bagus, lengkapi dengan alat, beri brand yang khusus, dan suntik dengan sistem pelayanan yang sempurna. Anda pun sudah memiliki sebuah usaha pemangkas rambut yang eksklusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jadi Agen&lt;/b&gt;, Mirip dengan sebelumnya, Anda bisa membuka kantor keagenan atau biro yang menyediakan jasa atau layanan spesifik. Misalnya agen modeling, foto model, penyanyi berbakat, head hunter, pengisi acara hiburan, biro jodoh, baby sister, dll. Untuk usaha ini, Anda perlu pengalaman dan relasi. Tetapi Anda bisa tangani sendiri atau mempekerjakan orang-orang berbakat di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jual Barang Second&lt;/b&gt;, Masih sedikit yang peka dengan usaha ini. Barang second dengan nilai historis tertentu bisa punya harga tinggi. Anda bisa memburu barang-barang bermerk asli yang sudah tidak dipakai lagi. Anda bisa menjualnya di tempat lain dan dengan harga spesial. Banyak ekspatriat, selebritis, pengusaha, sampai jenderal yang punya selera berpakaian dan beraksesoris mahal di negeri ini. Anda tidak akan kekurangan barang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Buka Kantor&lt;/b&gt;, Semisal Anda berlatar belakang profesi seperti dokter, akuntan, pengacara, notaris, desainer, trainer, ataupun konsultan. Jika sekarang masih jadi ‘pekerja’ di perusahaan orang, siap-siaplah merintis buka kantor sendiri. Kurang modal dan SDM? Ajak kolega atau teman seprofesi untuk patungan modal. Juallah skill dan pengalaman Anda. Jika reputasi bagus, relasi banyak, jangan kuatir kekurangan klien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jalankan DS/MLM,&lt;/b&gt; Bisnis ini prospektif, walau belum banyak dipilih menjadi alternatif. Direct Selling dan Multi-Level Marketing sering disebut people franchise. Modalnya murah meriah, namun sudah didukung produk yang bagus, sistem pemasaran, pelatihan, dan jenjang karier. Sebagian perusahaan memberi kesempatan member mendirikan perseroan sendiri(authorized distributor) atau stockist. Namun waspadalah! Hindari bisnis skema piramid atau money game yang berkedok MLM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Beli Waralaba&lt;/b&gt;, Yang modalnya lumayan besar, tapi tak mau repot pikirkan usaha yang sama sekali baru, beli waralaba (franchise) bisa jadi pilihan. Waralaba merupakan jenis usaha yang relatif terstandarisasi. Butuh kejelian membaca waralaba mana yang bagus. Berikut kemampuan membaca potensi pasarnya. Kini makin banyak pilihan waralaba, yang butuh modal besar atau sedang-sedang saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Beli Usaha Prospektif&lt;/b&gt;, Ada pula usaha tertentu punya keunikan dan SDM bagus. Prospek ke depannya pun cerah. Sayang untuk berkembang untuk lebih jauh, usaha itu tidak punya modal lebih. Jika modal Anda cukup besar, dan menurut kalkulasi usaha itu bisa dikembangkan lebih pesat lagi, Anda bisa membelinya. Cara ini relatif lebih mahal, tetapi lumayan disukai investor tulen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Good luck....&lt;a href="http://formulabisnis.com/?id=roji"&gt;Stop Dreaming Star ACtion.&lt;/a&gt; go...go......!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
pub_zona = "-1";
pub_lokasi = "6228";
pub_model = "1";
adspeedy_br = "660099";
adspeedy_bg = "ffffff";
adspeedy_t1 = "0000CC";
adspeedy_t2 = "000000";
adspeedy_t5 = "0000CC";
url = "http://www.adspeedy.com/ppc";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript" src="http://www.adspeedy.com/ppc/tayang.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3250431985131768685-1346235997043343858?l=saerojiforbis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/feeds/1346235997043343858/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3250431985131768685&amp;postID=1346235997043343858' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/1346235997043343858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/1346235997043343858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/2009/07/buka-usaha-kecil-why-not.html' title='Buka Usaha Kecil? Why Not....'/><author><name>Saeroji Alghazaly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_O7JHN8q2edM/Sm8c0XnSR_I/AAAAAAAAAF8/EUnCUO4jR4g/s72-c/blog.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3250431985131768685.post-1548539150841042880</id><published>2009-07-26T06:59:00.000-07:00</published><updated>2011-11-03T09:54:14.566-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN'/><title type='text'>Ketika Pemulung Menjadi Inspirasiku</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;Siang itu, saya lagi sendirian di basecamp. Kawan-kawan yang biasa ngumpul belum juga datang. Padahal, jam dinding sudah menunjukkan pukul 12.00. Sambil menunggu kedatangan kawan-kawan, untuk mendisukusikan sebuah masalah, tiba-tiba saya melihat seorang pemulung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Secara refleks kupanggil. Si pemulung itu pun menghampiriku. Sebelum dia nanya, kutanya duluan. "Mamang, nyari barang bekas,"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ia pun mengangguk. "oke, saya punya simpanan plastik bekas air mineral. Kalau anda mau ambil saja," tawarku kepadanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tanpa pikir panjang, ia pun bergegas ke halaman belakang base camp. dipungutinya beberapa gelas dan botol plastik yang sudah lama saya kumpulkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sekilas kulihat raut mukanya begitu gembira. Menurut pengakuannya, seharian ia berkeliling belum tentu dapat barang bekas sekarung gede. Sebuah hal yang wajar, manakala siang itu ia kelihatan begitu gembira.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai mengemas bawaannya, ia pamitan dan mengucapkan terimakasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas kepergian si Pemulung, aku tertegun sendirian di sofa yang kulitnya sudah mulai kumal termakan waktu, dan saking seringnya diduduki dan ditiduri kawan-kawan bila harus menginap di Base Camp.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengucapkan syukur kepada Allah, dan aku malu sekali. Hanya itulah yang bisa kusumbangkan kepada orang yang membutuhkan. Barang bekas lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas aku pun berfikir, bila saja diantara kita mau mengumpulkan barang-barang bekas yang sudah kita anggap sampah dan kita berikan kepada yang membutuhkan, sungguh sebuah upaya mulia. Apalagi sampah plastik. bila kita buang sembarangan, akan menjadi limbah yang merugikan lingkungan. Karena plastik sangat sulit untuk lapuk dan cenderung mengurangi kesuburan tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke persoalan si Pemulung. Akibat kehadirannya siang itu, menyadarkan diriku, yang selalu saja mengulur-ulur waktu. Ia ternyata mempunyai target untuk terus bergerak, mencari limbah-limbah plastik dan apa saja yang menurutnya laku untuk dijual kembali. Mungkin diantara kita ada yang merasa jijik dan sinis melihatnya. Namun bagiku, ia merupakan sebuah ayat-ayat Allah yang nyata. Bahwa, sebagian rezeki yang kita terima ada haq orang lain. Dari rezeki yang kita dapat, semestinya bisa berbagi dengan sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Pemulung, telah memberikan pelajaran kepada saya. Hidup kita harus dipenuhi dengan semangat dan kerja keras. Tanpa itu, hidup kita hanya sia-sia. Rezeki merupaka anugerah ALLAH yang harus kita cari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah....Semoga Engkau Mengampuni HambaMU yang selalu lali dari MengingatMU.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
pub_zona = "-1";
pub_lokasi = "6228";
pub_model = "1";
adspeedy_br = "660099";
adspeedy_bg = "ffffff";
adspeedy_t1 = "0000CC";
adspeedy_t2 = "000000";
adspeedy_t5 = "0000CC";
url = "http://www.adspeedy.com/ppc";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript" src="http://www.adspeedy.com/ppc/tayang.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3250431985131768685-1548539150841042880?l=saerojiforbis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/feeds/1548539150841042880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3250431985131768685&amp;postID=1548539150841042880' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/1548539150841042880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/1548539150841042880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/2009/07/siang-itu-saya-lagi-sendirian-di.html' title='Ketika Pemulung Menjadi Inspirasiku'/><author><name>Saeroji Alghazaly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3250431985131768685.post-7360427494854741481</id><published>2009-07-19T10:59:00.000-07:00</published><updated>2010-08-16T10:09:33.794-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>62 tahun Koperasi Indonesia, Disanjung...... Tapi Setengah Hati</title><content type='html'>Koperasi merupakan asosiasi orang-orang yang bergabung dan melakukan usaha bersama atas dasar prinsip-prinsip Koperasi itu sendiri, sehingga mendapatkan manfaat yang lebih besar dengan biaya yang rendah melalui perusahaan yang dimiliki dan diawasi secara demokratis oleh anggotanya. Koperasi bertujuan untuk menjadikan kondisi sosial dan ekonomi anggotanya lebih baik dibandingkan sebelum bergabung dengan Koperasi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsepnya memang demikian. Namun dalam perjalanannya yang sudah menginjak 62 tahun, sejak gerakan koperasi Indonesia mencatat tanggal 12 Juli ditetapkan sebagai Hari Koperasi melalui Kongres I di Tasikmalaya pada tahun 1949, pergerakan koperasi masih tertatih-tatih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai stigma negatip dan positif pun melekat. Sebut saja persoalan koperasi jadi-jadian, koperasi merpati, koperasi yang tidak profesional, koperasi yang terpaksa ditutup karena tidak ada kegiatan, amatiran, dan tidak becus bisnis. Ibarat kendaraan, hingga kini koperasi Indonesia jalan di tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini pula yang menjadi keprihatian seorang Suryadharma Ali, kepada wartawan di Jakarta (7/7). Yang ironis lagi, tidak sedikit para pembina koperasi, hanya menjadikan koperasi sebagai ’kendaraan’ untuk meraih kepentingan politis. Ke depan, menurut Menkop ini, koperasi memiliki tugas penting untuk sungguh memberdayakan masyarakat, menciptakan lapangan pekerjaan, dan mengurangi kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerpihatinan sang Menteri, sejatinya harus menjadi keprihatinan seluruh eleman gerakan koperasi, termasuk didalamnya Dekopin hingga Dekopinda dan seluruh instansi pemerintah yang berkait dengan persoalan gerakan koperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa disangkal, ada beberapa koperasi yang berdiri hanya untuk mengejar bantuan (stimulus) yang digelontorkan pemerintah. Namun, tidak sedikit pula yang murni berdiri atas prakarsa para anggotanya, yang ingin berusaha sesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal, sesuai dengan amanat konstitusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyoal kemandirian dan profesionalisme koperasi, tentunya ini harus menjadi sebuah langkah instrospeksi kita semua. Begitu juga dengan koperasi yang selalu mengejar stimulan pemerintah. Masyarakat yang menaruh harapan dan masih percaya dengan gerakan koperasi, tentunya harus terus berupaya memaksimalkan peran gerakan koperasi dalam membangun organisasi usaha yang berbasis kekeluargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya menuju kemandirian koperasi dan profesionalisme usaha koperasi, tentunya tidak bisa diciptakan sesaat. Harus ada sebuah upaya yang kontinyu dan komprehensip. Koperasi harus melakukan pendidikan dan pelatihan terhadap annggotanya. Begitu pula, dengan pelatihan-pelatihan yang sering dilaksanakan pemerintah daerah, jangan hanya mengejar target kegiatan. Jangan dilupakan target pasca kegiatan. Sebab, keluhan yang sering muncul dari pelaku usaha koperasi adalah kegamangan mereka, paska mengikuit pelatihan yang diselenggarakan dinas terkait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, harus pula kita sadari. Gerakan koperasi yang mengutamakan kekuatan ekonomi kelompok (anggota) harus berhadapan dengan kekuatan pemodal raksasa, yang melakukan ekspansi dan diversifikasi usaha yang nyaris sama dengan yang dilakukan koperasi. Sebut saja, usaha Warung Serba Ada (Waserda) yang biasa dilaksanakan koperasi, kini harus bersaing dengan ritelnya milik PT Sumber Alfaria Trijaya dan PT Indomarci Primastama. Belum lagi dijejali dengan serbuan peritel besar yang bukan lagi skala minimarket. Inilah sebuah pekerjaan rumah, instansi pengambil kebijakan di daerah yang harus segera dituntaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila memang pemerintah daerah berpihak pada gerakan koperasi dan usaha mikro kecil, maka harus segera mengeluarkan tata kebijakan zonasi usaha dan jenis usaha yang dikhususkan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan koperasi. Berdirinya sebuah UMKM Center, di tiap daerah taklah mampu menolong banyak, manakala keberpihakan juga masih setengah hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirgahayu 62 tahun gerakan Koperasi Indonesia. Semoga peran gerakan koperasi dalam dinamika perubahan global semakin mantap. Dengan semangat membangun gerakan koperasi maka berarti membangun ekonomi rakyat yang sejahtera, mandiri dan bermartabat. Semoga.....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
pub_zona = "-1";
pub_lokasi = "6228";
pub_model = "1";
adspeedy_br = "660099";
adspeedy_bg = "ffffff";
adspeedy_t1 = "0000CC";
adspeedy_t2 = "000000";
adspeedy_t5 = "0000CC";
url = "http://www.adspeedy.com/ppc";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript" src="http://www.adspeedy.com/ppc/tayang.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3250431985131768685-7360427494854741481?l=saerojiforbis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/feeds/7360427494854741481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3250431985131768685&amp;postID=7360427494854741481' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/7360427494854741481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/7360427494854741481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/2009/07/62-tahun-koperasi-indonesia-disanjung.html' title='62 tahun Koperasi Indonesia, Disanjung...... Tapi Setengah Hati'/><author><name>Saeroji Alghazaly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3250431985131768685.post-8366731802886229428</id><published>2009-07-11T20:43:00.000-07:00</published><updated>2010-08-16T10:08:15.831-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO'/><title type='text'>KUR, Alternatif Modal Koperasi</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_O7JHN8q2edM/SlleN_sIvLI/AAAAAAAAAEQ/8J2DkE7lgnw/s1600-h/Sorot1bw.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5357416826261781682" src="http://3.bp.blogspot.com/_O7JHN8q2edM/SlleN_sIvLI/AAAAAAAAAEQ/8J2DkE7lgnw/s200/Sorot1bw.jpg" style="float: right; height: 130px; margin: 0px 0px 10px 10px; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sekilas tentang Kredit Usaha Rakyat (KUR)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KUR adalah skema Kredit/Pembiayaan yang khusus diperuntukkan bagi UMKM dan Koperasi yang usahanya layak namun tidak mempunyai agunan yang cukup sesuai persyaratan yang ditetapkan Perbankan. Tujuan akhir diluncurkan Program KUR adalah meningkatkan perekonomian, pengentasan kemiskinan dan penyerapan tenaga kerja.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Perguliran KUR dimulai dengan adanya keputusan Sidang Kabinet Terbatas yang diselenggarakan pada tanggal 9 Maret 2007 bertempat di Kantor Kementerian Negara Koperasi dan UKM dipimpin Bapak Presiden RI. Salah satu agenda keputusannya antara lain, bahwa dalam rangka pengembangan usaha UMKM dan Koperasi, Pemerintah akan mendorong peningkatan akses UMKM dan Koperasi kepada kredit/pembiayaan dari perbankan melalui peningkatan kapasitas Perusahaan Penjamin. Dengan demikian UMKM dan Koperasi yang selama ini mengalami kendala dalam mengakses kredit/pembiayaan dari perbankan karena kekurangan agunan dapat diatasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KUR telah diluncurkan oleh Bapak Presiden RI pada tanggal 5 Nopember 2007. Peluncuran KUR merupakan upaya Pemerintah dalam mendorong Perbankan menyalurkan kredit/ pembiayaan kepada UMKM dan Koperasi. Peluncuran tersebut merupakan tindaklanjut dari ditandatanganinya Nota Kesepahaman Bersama (MoU) pada tanggal 9 Oktober 2007 tentang Penjaminan Kredit/Pembiayaan kepada UMKM dan Koperasi antara Pemerintah (Menteri Negara Koperasi dan UKM, Menteri Keuangan, Menteri Pertanian, Menteri Kehutanan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Perindustrian, Perusahaan Penjamin (Perum Sarana Pengembangan Usaha dan PT. Asuransi Kredit Indonesia) dan Perbankan (Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BTN, Bank Bukopin, dan Bank Syariah Mandiri). KUR ini didukung oleh Kementerian Negara BUMN, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian serta Bank Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Instansi Pembina&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;1. Kementerian Negara Koperasi dan UKM&lt;br /&gt;2. Departemen Pertanian&lt;br /&gt;3. Departemen Kelautan dan Perikanan&lt;br /&gt;4. Departemen Perindustrian&lt;br /&gt;5. Departemen Kehutanan&lt;br /&gt;6. Instansi terkait lainnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Koordinasi Kebijakan&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam rangka mengkoordinasikan program KUR, Pemerintah membentuk Komite Kebijakan. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama dengan instansi pembina mengkoordinasikan kebijakan penjaminan kredit. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hal-hal yang dikoordinasikan:&lt;br /&gt;a. Penyiapan UMKM dan Koperasi sesuai dengan kewenangan instansi pembina.&lt;br /&gt;b. Kebijakan dan priotas bidang usaha.&lt;br /&gt;c. Pembinaan dan pendampingan UMKM dan Koperasi&lt;br /&gt;d. Koordinasi penyaluran KUR dengan Perbankan dan Perusahaan Penjaminan&lt;br /&gt;e. Sosialiasi program dan koordinasi dengan daerah&lt;br /&gt;f. Kebijakan Penjaminan Kredit &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Bank Pelaksana KUR:&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;1. Bank BRI&lt;br /&gt;2. Bank Mandiri&lt;br /&gt;3. BankBNI&lt;br /&gt;4. Bank BTN&lt;br /&gt;5. Bank Bukopin&lt;br /&gt;6. Bank Syariah Mandiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Perusahaan Penjamin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Perum Sarana Pengembangan Usaha (perum SPU)&lt;br /&gt;2. PT. Asuransi Kredit Indonesia (PT. Askrindo) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Skema KUR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Secara umum Skema KUR yang telah disepakati Bank Pelaksana dengan Perusahaan Penjamin dan Permerintah sebagai berikut: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Nilai Kredit maksimal Rp.500 juta per debitur &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bunga maksimal 16% per tahun (efektif) &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pembagian resiko penjaminan: Perusahaan Penjaminan 70% dan Bank Pelaksana 30%. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penilaian Kelayakan terhadap usaha debitur sepenuhnya menjadi kewenangan Bank Pelaksana. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;UMKM dan Koperasi tidak dikenakan Imbal Jasa Penjaminan (IJP) &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Cara mengakses KUR&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;UMKM dan Koperasi yang membutuhkan Kredit dapat menghubungi Kantor Cabang/Kantor Cabang Pembantu Bank Pelaksana terdekat. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Memenuhi persyaratan dokumentasi sesuai dengan yang ditetapkan Bank Pelaksana. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mengajukan surat permohonan kredit/pembiayaan &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bank Pelaksana akan melakukan penilaian kelayakan &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bank Pelaksana berwenang memberikan pesetujuan atau menolak permohonan kredit. &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
pub_zona = "-1";
pub_lokasi = "6228";
pub_model = "1";
adspeedy_br = "660099";
adspeedy_bg = "ffffff";
adspeedy_t1 = "0000CC";
adspeedy_t2 = "000000";
adspeedy_t5 = "0000CC";
url = "http://www.adspeedy.com/ppc";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript" src="http://www.adspeedy.com/ppc/tayang.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3250431985131768685-8366731802886229428?l=saerojiforbis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/feeds/8366731802886229428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3250431985131768685&amp;postID=8366731802886229428' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/8366731802886229428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/8366731802886229428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/2009/07/kur-alternatif-modal-koperasi.html' title='KUR, Alternatif Modal Koperasi'/><author><name>Saeroji Alghazaly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_O7JHN8q2edM/SlleN_sIvLI/AAAAAAAAAEQ/8J2DkE7lgnw/s72-c/Sorot1bw.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3250431985131768685.post-3185054393323883949</id><published>2009-07-08T10:37:00.000-07:00</published><updated>2010-08-16T09:45:52.216-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN'/><title type='text'>nol nol nol.....jam 00.WIB</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_O7JHN8q2edM/SlTeCMzwhII/AAAAAAAAADg/45zMRtppMOU/s1600-h/14064.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; DISPLAY: block; HEIGHT: 134px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356149986229781634" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_O7JHN8q2edM/SlTeCMzwhII/AAAAAAAAADg/45zMRtppMOU/s200/14064.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...ya ayyuhal mudatsir, qum faandzir...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya renungkan itu, lalu terjadilah coretan-coretan ini.&lt;br /&gt;Kita memang harus segera bangun. Kita juga yang harus segera merubah nasib kita.&lt;br /&gt;Berpangku tangan saja, menengadah kepada Yang Kuasa tidak akan mendatangkan apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan selalu berputar. Tanpa kita sadari, kita ini mempunyai kontrak dengan sang Khaliq. Kita diberi amanat untuk menjadi 'pemimpin' di seantero jagad ini. Minimalnya menjadi pemimpin bagi diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kita ini meremehkan waktu. PAdahal itu sebuah langkah keliru. Mungkin saya dan anda tidak menyadari semua itu. Karena kita terlalu disibukkan urusan duniawi. Pergi subuh datang malam, anak dan istri sudah pulas tidur. Lalu bagaimana kita menjalankan titah sang Khaliq. Membangun sebuah keluarga yang uswatun hasanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin, semuanya mendamba sebuah tatanan kehidupan yang sakinah. Namun, semuanya sering terkendala karena rupiah. Padahal, banyak nikmat Tuhan dan caranya sangat sederhana. Cuma... kita sebagai makhlukNya terkadang tidak tahu. Bahkan tidak sedikit yang tidak mau tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu apa makna dan hakikat pengabdian kita kepadaNya..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan mengarunia kita aqal dan qalb. Dua modal utama itulah yang harus kita maksimalkan dengan menejemen yang mutakhir. Soal uang misalnya, tergantung kita juga. Apakah kita mau jadi budak uang atau uang yang jadi budak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntunglah kita yang bisa akses internet. Ini merupakan sebuah anugerah Tuhan yang tak terkira. Lewat Internet pula semua orang bisa belajar dan sukses. Bahkan dengan internet pula orang mampu mengaliri pundi keluarganya. ya... dengan bisnis online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya renungi itu semua...., bagaimana dengan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawaran bisnis online sangat luar biasa. Bahkan mungkin ada yang berpola SPAM. Tapi, disinilah kita juga harus bijak. Kita harus cheq n Recheq (tabayyun...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutipan ayat diatas... mengingatkan saya kembali akan Don't Dream Start Action, STop Dreaming Start Action. ya... intinya KIta harus segera bangkit dan mengingatkan saudara kita untuk terus action.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus segera bangun dari mimpi. Tentunya kita harus bangga, ketika bisa memberikan kemanfaatn kepada orang lain. Disinilah INDAHNYA BERBAGI.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
pub_zona = "-1";
pub_lokasi = "6228";
pub_model = "1";
adspeedy_br = "660099";
adspeedy_bg = "ffffff";
adspeedy_t1 = "0000CC";
adspeedy_t2 = "000000";
adspeedy_t5 = "0000CC";
url = "http://www.adspeedy.com/ppc";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript" src="http://www.adspeedy.com/ppc/tayang.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3250431985131768685-3185054393323883949?l=saerojiforbis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/feeds/3185054393323883949/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3250431985131768685&amp;postID=3185054393323883949' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/3185054393323883949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/3185054393323883949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/2009/07/nol-nol-noljam-00wib.html' title='nol nol nol.....jam 00.WIB'/><author><name>Saeroji Alghazaly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_O7JHN8q2edM/SlTeCMzwhII/AAAAAAAAADg/45zMRtppMOU/s72-c/14064.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3250431985131768685.post-3794921191813779704</id><published>2009-07-06T04:37:00.000-07:00</published><updated>2010-08-16T09:30:39.652-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>Mau Buka Usaha, tapi gak punya modal…?</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com/?id=roji"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 238px; DISPLAY: block; HEIGHT: 69px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356724609797821618" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_O7JHN8q2edM/SlbopsaXlLI/AAAAAAAAAD4/9jmPGwTrgGY/s200/banner_joko.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Beberapa waktu lalu, saya sempat ngobrol dengan kawan-kawan sarjana yang baru lulus. Kemudian, saya juga menyempatkan ngobrol dengan mereka yang baru lulus SMA/SMK. Ternyata kendala mereka sama, ingin cepet kerja namun lowongan yang selalu muncul di Koran, tidak sesuai dengan spesifikasi mereka. Diantara mereka, ada juga yang sedang mimpi jadi pengusaha (wirausaha), namun gak ada modal.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Ya... kasihan sekali mereka. Menyelesaikan pendidikan sarjana maupun SMA tentu mengeluarkan pengorbanan yang tidak sedikit, tenaga, fikiran dan dana. Setelah lulus, keluarga mereka banyak yang berharap jadi pegawai/karyawan, yang memiliki penghasilan tetap. Inilah potret kekinian kehidupan masyarakat kita. Sebetulnya, bila mereka mau bekerja keras dan menghilangkan ego ingin kerja kantoran, banyak peluang usaha yang bisa mendatangkan uang, dan memberikan mereka penghasilan. Tentu saja, tidak mudah dan datang begitu saja. Harus ada kemauan keras dan tekad untuk maju. Ya.... berwirausaha, peluangnya masih terbuka lebar.&lt;br /&gt;Menurut saya, wirausahawan sejati, tidak pernah terkendala dengan modal. Karena konsep wirausaha serupa dengan dagang, namun berbeda saat menyoroti masalah permodalan. Bagi wirausahawan, modal tidak harus berbentuk uang. Modal adalah pemikiran, konsep dan kemauan merealisasikannya. Sementara ketika bicara dagang, maka modal tentu saja adalah uang. Karena ketika konsepnya dagang, harus ada barang yang riil diperdagangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks wirausaha, pemikiran, konsep dan kemauan untuk merealisasikan, laksana sebuah ‘barang’ yang bisa mendatangkan uang. Namun demikian, wirausaha tidak serta merta menafikan uang. Yang saya maksudkan dengan modal wirausaha adalah dimana anda memiliki kemauan, disitulah jalan usaha anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja, anda memiliki ide dan bermimpi jadi pengusaha bengkel kecil-kecilan. Tapi anda belum punya modal cukup. Lalu, anda mengurungkan niat untuk membuka bengkel. Disini anda, sudah membuang kesempatan emas menjadi pengusaha bengkel. Kenapa...? Coba anda terus tekadkan untuk buka usaha bengkel. Setiap hari anda kuatkan keyakinan. Dan tanamkan dalam hati, SAYA HARUS USAHA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal modal.....? Sebagai orang yang relatif lama mengenyam dunia pendidikan, tentu wawasan dan pergaulan anda relatuif luas. Itulah modal anda. Jangan sia-siakan itu. Anda bisa hubungi mereka, siapa tahu diantara mereka ada yang mempunyai ide yang sama dengan anda. Atau ada yang mempunyai kelebihan dana, lalu memberikan pinjaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho..... tuh kan, ujung-ujungya modal duit juga. Bukan, bukan itu maksud saya. Ketika anda bergerak menghubungi relasi anda, anda sudah melaksanakan prinsip seorang wirausahawan. Kenapa anda bergerak? Karena memang anda punya konsep yang jelas. Anda adalah WIRAUSAHAWAN. Modal anda adalah pemikiran, konsep, dan upaya merealisasikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin, anda berkeinginan membuka sebuah usaha atau memperoleh pekerjaan, yang diharapkan memberikan ketenangan hidup anda. Bila ketenangan hidup, yang anda dambakan, kenapa disaat persaingan kerja semakin ketat, sebelum anda mendapatkannya, tidak segera melakukan praktek wirausaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda memang mau menjadi wirausahawan, tanamkan mulai saat ini dalam jiwa anda, sebuah tekad dan keyakinan anda akan berhasil. Ingat percaya pada keyakinan sendiri, merupakan faktor yang turut menentukan kesuksesan hidup anda. Jangan sia-siakan itu.&lt;br /&gt;Ketika anda sudah mantap dengan keyakinan anda, sumber-sumber yang bakal menjadi permodalan usaha bakal terbuka. Terlebih, kemajuan IPTEK telah mendorong semua orang bisa mengakses internet, sebuah jembatan penghubung antara anda dengan dunia manapun. Disitu pula, jutaan peluang usaha bertebaran. Kembali dimana ada kemauan disitu ada jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang yang berpendidikan cukup, tentu anda harus memberikan nilai lebih, bagi saudara-saudara kita. Melalui jalur wirausaha anda bisa berbagi dengan mereka. Kenapa.... ya iya lah, anda juga kan bagian dari mereka. Makanya, untuk berbuat seperti itu, ubahlah mindset anda dari hanya sekedar pencari kerja menjadi seorang pencari peluang usaha. Yang perlu menjadi catatan, kita jangan berharap yang gede dulu, maksud saya jangan remehkan hal-hal yang kecil. Semuanya, dalam kehidupan ini bermula dari yang kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tanamkan dalam diri anda, walaupun kecil-kecilan, anda telah menjadi seorang wirausahawan. Orang yang merdeka mengatur waktu anda sendiri. Bahkan anda bisa berbuat lebih banyak, membantu mereka yang belum beruntung secara ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke... mari tumbuhkan mental wirausaha. Go.....g0... STOP DREAMING STAR ACTION.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
pub_zona = "-1";
pub_lokasi = "6228";
pub_model = "1";
adspeedy_br = "660099";
adspeedy_bg = "ffffff";
adspeedy_t1 = "0000CC";
adspeedy_t2 = "000000";
adspeedy_t5 = "0000CC";
url = "http://www.adspeedy.com/ppc";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript" src="http://www.adspeedy.com/ppc/tayang.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3250431985131768685-3794921191813779704?l=saerojiforbis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/feeds/3794921191813779704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3250431985131768685&amp;postID=3794921191813779704' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/3794921191813779704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/3794921191813779704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/2009/07/mau-buka-usaha-tapi-gak-punya-modal.html' title='Mau Buka Usaha, tapi gak punya modal…?'/><author><name>Saeroji Alghazaly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_O7JHN8q2edM/SlbopsaXlLI/AAAAAAAAAD4/9jmPGwTrgGY/s72-c/banner_joko.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3250431985131768685.post-9085273881470302331</id><published>2009-07-05T12:11:00.000-07:00</published><updated>2010-08-16T09:46:42.429-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>Produk Orientasi Pasar, Betulkah Dijamin Laku...?</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_O7JHN8q2edM/SlD8OYKMJ7I/AAAAAAAAAC8/lNEwBCMdAv8/s1600-h/1366.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 132px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_O7JHN8q2edM/SlD8OYKMJ7I/AAAAAAAAAC8/lNEwBCMdAv8/s200/1366.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355057280877078450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Orientasi pasar....! kalimat ini sering saya dengar, bahkan mungkin juga dengan anda, saat-saat mengikuti kursus maupun pelatihan pemasaran. Tujuannya tentu saja, produk yang kita bikin bisa laku di pasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas..., apakah dengan memasarkan produk berorien­tasi pasar, produk yang dipasarkan pasti laku. Benarkah demikian? dalam parktiknya tidak juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi perusahaan yang berorientasi pasar dan memasarkan produk yang berorientasi pasar memang perlu, tetapi tidak bisa menyelesaikan semua permasalahan. Masih ada beberapa persyaratan penting lain yang diperlukan oleh perusahaan yang berorientasi pasar untuk dapat mencapai kesuskesan, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Berorientasi ke pasar yang mana ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kemauan konsumen beragam. Ada yang menginginkan produk berkualitas bagus dan rela membayar mahal, tetapi ada juga yang lebih mementingkan harga murah dan tidak berkeberatan mendapat kualitas seadanya. Tentu saja tidak mungkin semuanya dapat dituruti dengan satu produk saja. Perusahaan harus dapat memutuskan pasar mana yang akan menjadi prioritasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahami yang tersirat, bukan hanya yang tersurat dari pernyataan konsumen&lt;br /&gt;Menjadi perusahaan yang berorientasi pasar bukan sekedar mendengarkan dan mengikuti permintaan konsumen. Sering­kali ada sesuatu yang tersirat dari pernyataan harapan konsumen. Lagi pula, kalau ‘hanya’ memenuhi pernyataan harapan konsumen, maka produk yang dihasilkan biasanya Cuma begitu-begitu saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Diberi hati, minta ampela&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Produk bagus seringkali masih dianggap belum cukup. Konsumen masih minta hadiah, masih minta program promosi, masih minta diskon, masih minta harga murah, dan sederetan permintaan yang lain. Perusahaan akan angkat tangan dan berteriak “ampun-ampun” kalau menurut semua permintaan konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk inovatif berorientasi pasar yang paling ideal adalah produk yang menang­kap dengan benar harapan konsumen, tetapi menawarkan keistimewaan atau manfaat yang berbeda atau unik, baik berbeda kompetitor maupun berbeda dari apa yang secara formal diminta konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benang merahnya, memahami konsumen merupakan hal mutlak dan perlu, tetapi tidak cukup. Menjadi perusahaan yang berorientasi pasar merupakan pintu masuk, selanjutnya setelah pintu terbuka kita perlu melang­kah masuk dan melakukan sesuatu yang lain. Berorientasi pasar memang perlu, tetapi tidak cukup hanya dengan itu. Jadi jangan berpuas diri hanya dengan men­jadi perusahaan yang berorientasi pasar. Dan bisa jadi setelah kita mema­hami harapan, keinginan dan kebutuhan konsumen, maka yang dapat kita lakukan selanjutnya adalah mengajak konsumen untuk berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan produk telepon genggam banyak mengubah kebiasaan konsumen. Kita terbiasa dengan anggapan bahwa menggunakan telepon rumah untuk percakapan interlokal lebih hemat daripada menggunakan telepon genggam, apalagi pada jam-jam tertentu yang tarifnya murah. Tetapi akhir-akhir ini banyak perusahaan telekomunikasi seluler yang meniadakan biaya roaming (yaitu biaya tambahan untuk percakapan antar kota), dan bahkan ada yang menetapkan biaya percakapan sekian rupiah per-menit tanpa memperhatikan percakapan dalam atau luar kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsumen yang kritis akan mulai menghitung apakah biaya percakapan antar kota melalui telepon rumah tetap lebih rendah. Bila ternyata dengan telepon genggam lebih murah, maka konsumen akan merubah perilaku meneleponnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerapan sistem pembayaran dari paca-bayar menjadi prabayar “memaksa” konsumen untuk memilih. Jika pilihan jatuh pada sistem prabayar, maka konsumen yang tadinya terbiasa membayar biaya telepon setelah tagihan datang terpaksa merubah pola bayaran­nya menjadi membayar biaya telepon sekalipun percakapan belum dilakukan. {071}&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
pub_zona = "-1";
pub_lokasi = "6228";
pub_model = "1";
adspeedy_br = "660099";
adspeedy_bg = "ffffff";
adspeedy_t1 = "0000CC";
adspeedy_t2 = "000000";
adspeedy_t5 = "0000CC";
url = "http://www.adspeedy.com/ppc";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript" src="http://www.adspeedy.com/ppc/tayang.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3250431985131768685-9085273881470302331?l=saerojiforbis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/feeds/9085273881470302331/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3250431985131768685&amp;postID=9085273881470302331' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/9085273881470302331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/9085273881470302331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/2009/07/produk-orientasi-pasar-betulkah-dijamin.html' title='Produk Orientasi Pasar, Betulkah Dijamin Laku...?'/><author><name>Saeroji Alghazaly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_O7JHN8q2edM/SlD8OYKMJ7I/AAAAAAAAAC8/lNEwBCMdAv8/s72-c/1366.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3250431985131768685.post-7134743091733186352</id><published>2009-07-04T07:36:00.000-07:00</published><updated>2010-08-16T09:29:25.511-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>Menulis Iklan Online yang Efektif Mendatangkan Penjualan</title><content type='html'>&lt;p&gt;By JOKO SUSILO &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat anda memulai bisnis internet, salah satu hal penting adalah berpromosi. Baik berpromosi secara online maupun offline. Di online, cara promosinya beraneka rupa. Baik yang menggunakan iklan berbayar maupun non berbayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, saat anda menuliskan iklan, kemampuan anda dalam copywriting atau menuliskan iklan menjadi sangat penting. Karena itu menentukan apakah nantinya iklan anda diklik atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara menulis iklan online yang mematikan sehingga efektif mendatangkan penjualan?&lt;br /&gt;Judul dan isi adalah kedua titik vital dalam iklan online. Pertama orang melihat judul. Selanjutnya, melihat isi untuk lebih meyakinkan mereka bahwa iklan tersebut yang memang diinginkannya. Karena itu, antara judul dengan isi harus solid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idealnya tips menulis iklan di bawah ini digunakan untuk iklan PPC (pey per click) yang mempertimbangkan keyword, seperti Adwords. Namun tak ada ruginya pula jika digunakan untuk iklan online secara umum. Tipsnya seperti di bawah ini: &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pilih keyword. Dalam iklan, masukkan kata yang anda duga paling dicari target iklan anda. Misalkan saja, produknya berupa kopi yang dipasarkan Mas Sumartono kata apakah yang kira-kira dicari? Kopi nikmat, kopi enak, atau kopi lezat? Pilih salah satu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Buat beberapa rancangan judul. Andaikan memilih “kopi nikmat”, lalu coba buat dalam beberapa versi judul. Misalnya “Ingin Kopi Nikmat?”; “Cari Kopi Nikmat?”, “Ini Kopi Nikmat Kesukaan Anda!” dan lainnya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyantumkan jumlah pengguna. Masih mengenai judul, sebagai alternatif anda bisa buat judul yang menyebutkan jumlah pengguna produk tersebut. Sebagai contoh, misalkan bila produknya berupa bakso seperti blog baksowolu, bisa menulis “Bagaimana Rasa Bakso yang Minimal dinikmati 514 orang per harinya?” &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perkuat dalam Isi. Setelah judul, anda tuliskan isi iklan anda. Pada isi, anda perkuat pesan yang ingin anda sampaikan. Memperkuatnya bisa dengan menampilkan keunggulan atau kekuatan produk anda. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hindari menyingkat. Sebagai contoh misalnya anda akan mengiklankan Formula Bisnis. Hindari menuliskan FB, lebih baik langsung ditulis Formula Bisnis. Mengapa? Karena pengunjung yang mengkliknya bisa salah kira. Dikiranya FB merupakan Facebook. Kalau demikian bisa jadi mereka mengklik yang tak diharapkan. Sehingga sangat mungkin mereka segera menutup iklan yang baru dikliknya. So, lebih baik langsung tuliskan nama lengkap produknya saja.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;Kelima tips di atas tidak mutlak untuk iklan online. Anda mau gunakan untuk iklan offline seperti di spanduk, juga bisa. Dan yang penting dalam berpromosi, fokuskan pesan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silakan dicoba. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://jokosusilo.com/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Salam ACTION!&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
pub_zona = "-1";
pub_lokasi = "6228";
pub_model = "1";
adspeedy_br = "660099";
adspeedy_bg = "ffffff";
adspeedy_t1 = "0000CC";
adspeedy_t2 = "000000";
adspeedy_t5 = "0000CC";
url = "http://www.adspeedy.com/ppc";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript" src="http://www.adspeedy.com/ppc/tayang.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3250431985131768685-7134743091733186352?l=saerojiforbis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/feeds/7134743091733186352/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3250431985131768685&amp;postID=7134743091733186352' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/7134743091733186352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/7134743091733186352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/2009/07/menulis-iklan-online-yang-efektif.html' title='&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;color:#ff0000;&quot;&gt;Menulis Iklan Online yang Efektif Mendatangkan Penjualan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;'/><author><name>Saeroji Alghazaly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3250431985131768685.post-8995349504107943603</id><published>2009-07-04T07:19:00.000-07:00</published><updated>2010-08-16T09:48:09.348-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>Inilah 10 Alasan Utama Orang Membeli Produk Anda</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com/?id=roji"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; FLOAT: left; HEIGHT: 150px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354611773983552722" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_O7JHN8q2edM/Sk9nCdpp9NI/AAAAAAAAACM/gORwO9pgL6Q/s200/fb150x150.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_O7JHN8q2edM/Sk9mhn2QAbI/AAAAAAAAACE/ay5F9OVSPqY/s1600-h/fb468x60.gif"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.jokosusilo.com/2009/01/30/inilah-10-alasan-utama-orang-membeli-produk-anda/"&gt;&lt;strong&gt;By Joko Susilo&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sering saya terima email yang meminta saran mengenai produk yang tengah disiapkan. Dan saya pikir ide-ide yang disampaikan sungguh luar biasa. Banyak lontaran ide segar pembuatan produk yang bahkan tak pernah terbayang sebelumnya. Dengan ide-ide cemerlang itu saya yakin bisnis internet di Indonesia bakal makin semarak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih terkait dengan posting sebelumnya, kali ini saya jelaskan alasan atau motivasi utama orang membeli produk anda. Motif-motif inilah yang sebetulnya membuat produk anda dibeli orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sajakah?&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ketakutan. Orang terdorong membeli karena takut. Ketakutan merupakan pendorong orang membeli yang sangat kuat. Contoh, karena takut jelek, perempuan rajin membeli make up dan rutin ke salon. Karena takut sakit, orang jadi rajin berolahraga dan membeli multivitamin. Ketakutan apa lagi lainnya? Orang takut gagal, takut kalau tua hidup sengsara, dan banyak lagi ketakutan lainnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengakuan. Orang membeli karena ingin dihargai dan diakui. Mereka ingin diterima sebagai bagian dari sebuah kelompok. Pada tingkatan yang lebih tinggi, orang ingin terkenal. Untuk mendapat pengakuan itu, mereka rela berkorban apapun.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cinta. Cinta juga pendorong pembelian yang sangat kuat. Orangtua rela mengorbankan apa saja demi anak-anak yang dicintainya. Asuransi jadi laris manis karena motif cinta ini.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menang. Tak ada yang suka disebut pecundang. Semua orang ingin menjadi pemenang. Semua orang ingin jadi yang terbaik. Agar menjadi yang terbaik, mereka menggunakan atau membeli alat terbaik. Agar pintar, mereka belajar di sekolah unggulan. Agar menang balapan, mereka pakai kendaraan terbaik, oli terbaik, teknisi terbaik, ban terbaik, dan semua yang terbaik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengembangkan diri. Orang selalu ingin lebih baik. Mereka bergabung dengan fitness centre agar tubuhnya jadi kotak-kotak. Mereka ikut seminar untuk belajar hal yang membantu mengembangkan dirinya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nyaman. Orang selalu ingin kenyamanan. Kursi yang nyaman, kasur yang empuk, sepatu yang enak dipakai, mobil yang enak dinaiki, dan lainnya. Tak ada orang yang mau susah. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kebutuhan hidup. Orang hidup butuh makan, minum, tempat tinggal, kendaraan, listrik, telepon, pulsa, dan banyak lagi. Bagi pebisnis internet, komputer dan internet juga kebutuhan. “Barang yang membuat kita tak bisa ACTION tanpanya” menjadi alasan utama untuk membeli. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hasrat berbeda. Orang ingin tak sama dengan yang lainnya. Orang ingin tampil beda. Baju yang dipakai kalau bisa hanya satu-satunya di dunia. Handphone yang dipakai merupakan produk terbaru yang belum dimiliki tetangga. Hasrat ingin berbeda ini pendorong kuat untuk membeli. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hasrat berhubungan. Orang selalu berhasrat menjalin hubungan. Baik hubungan keluarga, teman, relasi, pacar, rekan kerja, dan hubungan-hubungan lainnya. Maka tak perlu heran kalau situs web pertemanan termasuk yang paling ramai di internet. Karena tak ada orang yang mau hidup sendiri di dunia. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kekuasaan. Orang ingin berkuasa. Orang ingin menjadi penguasa. Karena kekuasaan orang rela melakukan apapun bahkan meski kadang tak masuk nalar. Kekuasaan adalah salah satu motif terkuat tindakan manusia.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Kalau produk atau jasa anda mampu mengeksplorasi motif-motif itu, dan anda mampu mengkomunikasikannya secara tepat, niscaya produk anda akan diserbu pelanggan. Semakin banyak motif-motif tersebut masuk dalam unsur produk/jasa anda, dan anda mampu mempromosikan dengan benar, dijamin produk anda akan meledak di pasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam ACTION! &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
pub_zona = "-1";
pub_lokasi = "6228";
pub_model = "1";
adspeedy_br = "660099";
adspeedy_bg = "ffffff";
adspeedy_t1 = "0000CC";
adspeedy_t2 = "000000";
adspeedy_t5 = "0000CC";
url = "http://www.adspeedy.com/ppc";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript" src="http://www.adspeedy.com/ppc/tayang.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3250431985131768685-8995349504107943603?l=saerojiforbis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/feeds/8995349504107943603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3250431985131768685&amp;postID=8995349504107943603' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/8995349504107943603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/8995349504107943603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/2009/07/inilah-10-alasan-utama-orang-membeli.html' title='&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size:130%;&quot;&gt;Inilah 10 Alasan Utama Orang Membeli Produk Anda&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;'/><author><name>Saeroji Alghazaly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_O7JHN8q2edM/Sk9nCdpp9NI/AAAAAAAAACM/gORwO9pgL6Q/s72-c/fb150x150.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3250431985131768685.post-6087176674772957542</id><published>2009-07-04T00:25:00.000-07:00</published><updated>2010-08-16T09:38:03.700-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO'/><title type='text'>LPE Banten 2009 Melambat</title><content type='html'>Sumber: &lt;a href="http://www.majalahteras.com/2009/06/2009-laju-pertumbuhan-ekonomi-banten-melambat/"&gt;Majalah Teras.com &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat data dan informasi terakhir, perekonomian di Banten tahun ini diprediksi mengalami penurunan sedikit lebih tinggi jika dibandingkan perkiraan pada triwulan ke-4 tahun lalu. Prediksi ini dikaitkan dengan kondisi ekspor impor yang menurun lebih tajam dari triwulan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperkirakan, pertumbuhan ekonomi di triwulan pertama ini sampai dengan triwulan-triwulan mendatang, itu akan mengalami perlambatan dan mencapai pertumbuhan hanya 5,3 persen.&lt;br /&gt;Padahal, sebelumnya Kantor Bank Indonesia (KBI) Serang memprediksi perkembangan ekonomi sampai dengan triwulan pertama akan mencapai 5,64persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi tahun 2009 secara keseluruhan (on year) diprediksikan akan mencapai sekitar angka 4,66 persen. Meski demikian, pertumbuhan eknomi di Banten dinilai masih lebih tinggi dari perkiraan rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya berkisar pada angka 4 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi kalau 4,66 persen, Banten akan masih sebagai faktor penggerak ekonomi nasional. Dalam kajian ekonomi regional di Bali, daerah Jawa yang akan menjadi pendorong ekonomi nasional diantaranya adalah Banten, dan Jawa Timur. Bahkan Jawa Tengah dan Jawa Barat sendiri akan menyamai nasional atau sedikit lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi nasional. Kemudian juga factor penopang pertumbuhan ekonomi untuk penghasil Migas, Sumatra dan Kalimantan masih menjadi faktor pendorong ke atas agar ekonomi nasional tidak merosot lebih dalam,” terang Peneliti Ekonomi Muda Senior di Kelompok Kajian dan Survei KBI Serang, Budi Widihartanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Budi, bila dilihat dari sisi Produk Domestic Regional Brutto (PDRB), dari sisi pengeluaran. Pengeluaran itu terdiri dari pengeluaran konsumsi swasta, pengeluaran konsumsi pemerintah, dan pengeluaran konsumsi lembaga nirlaba. Dari ketiga jenis konsumsi utama ini, konsumsi swasta menempati sektor dengan pengeluaran terbesar. Lembaga nirlaba ini semisal lembaga partai politik, yayasan dan sebagainya. Pada saat triwulan satu dan dua, diperkirakan pengeluaran terbesar adalah dari lembaga nirlaba ini untuk belanja politik mereka dalam memenangkan calon-calon legislatif dan calon presidennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambah lagi, kata Budi, pada triwulan dua akan ditambah dari stimulus fiskal dari pemerintah pusat, yang rencananya bisa direalisasikan pada bulan April. Bila itu terjadi, pengaruhnya diperkirakan cukup besar, karena secara nasional, stimulus fiskal ini jumlahnya mencapai Rp 70 trilliun. Kemungkinan stimulus ini akan dibagi rata secara nasional. Untuk Banten sendiri, untuk triwulan pertama diperkirakan jumlahnya tidak terlalu besar, karena pada triwulan ini realisasi anggaran kemungkinan hanya mencapai sekitar 3,4 persen dari total APBD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau APBD-nya sekitar 1,23 triliun misalnya, itu tinggal dikali saja. 1,23 trilliun dikali 3,4 persen. Kalau ditambah stimulus itu akan lumayan akan bertambah besar. Namun yang perlu diingat, walaupun stimulus cair pada bulan April, tetapi harus melalui proses birokrasi misalnya proses tender. Kemungkinan di awal masih belum cair. Bahkan baru bulan Mei atau bulan Juni yang mulai banyak, kemungkinan akhir triwulan dua lah diperkirakan akan ada peningkatan konsumsi pemerintah. Nah itu menjadi faktor penopang agar perlambatan penurunan ekonomi tidak berjalan,” papar Budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ekspor Impor&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Budi juga menambahkan, di triwulan satu dan dua, pengeluaran melalui ekspor dan import diperkirakan mengalami penurunan siginifikan. Padahal, faktor ekspor dan impor ini mempunyai derajat penyebaran yang tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi. Jadi setiap penurunan 1 persen dari penurunan PDRB ekspor, itu akan diikuti dengan penurunan pertumbuhan ekonomi sebesar 2,2 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pengeluaran kan ada yang pengeluaran konsumsi swasta, pengeluaran konsumsi pemerintah, dan pengeluaran konsumsi lembaga nirlaba. Kemudian juga ada investasi, artinya penanaman modal Asing di dalam negeri, kemudian juga ada ekspor impor. Selain pembentukan modal cepat Brutto (PMPB). PMPB pada dasarnya investasi. Ekspor impor ini, yang kemarin cukup besar, karena ekspor impor kita ini condong dari sektor industri. Kalau dari sisi sektoral, sektor industri ini sekitar 4,7- 4,9 persen dari total PDRB Banten. Jadi hampir 50 persen dari sektor industri sendiri. Jadi kalau omzetnya sektor industri atau nilai tambah di sektor industri itu turun, tentu akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Banten. Sementara ini faktanya di bulan Januari, terlihat bahwa penurunannya sudah cukup tajam dari sisi ekspor dan impornya,” urai Budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dana Pihak Ketiga yang dikumpulkan perbankan, Pada triwulan kesatu ini belum sepesat pada triwulan dua dan tiga. Khusus mengenai penghimpunan dana pihak ketiga oleh perbankan di Banten memang masih menunjukan perkembangan yang cukup baik. Sehingga pada awal 2009 diperkirakan pertumbuhannya secara year on year (bulan Januari tahun 2009 dibandingkan dengan bulan Januari tahun sebelumnya) masih di level 20 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk triwulan satu ini sektor konsumsi masyarakat masih rendah, sehingga pertumbuhan di sektor konsumsi belum begitu besar, belum melebihi 5 persen. Hal itu terindikasi dari survey yang dilakukan KBI terhadap perbankan di Banten. Memang di daerah tertentu, kredit makin terserap, misalnya di wilayah Tangerang dan Kota Cilegon. Di zona lain relatif melemah atau melambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di Provinsi Banten tingkat pertumbuhan ekonomi yang masih cukup tinggi terutama pada empat daerah yaitu Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang , Kota Cilegon dan Serang,” terang Budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tingkat Inflasi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Sementara, terkait tingkat Inflasi, Budi menyatakan, data BPS menunjukkan inflasi mengalami tren yang rendah. Jadi diperkirakan hingga akhir triwulan satu ini cenderung masih rendah, baik triwulanan maupun tahunannya. Inflasi dari Januari sampai Maret diperkirakan tidak jauh dari kisaran 1 persen, berada di level 0.88 persen. Bila year on year sudah turun hanya sekitar 9,2 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bulan Januari, dari 10 komoditi terbesar yang berpengaruh terhadap inflasi yaitu makanan jadi, minuman tidak beralkohol, daging dan hasil-hasilnya, buah–buahan, perawatan jasmani dan kosmetika. Untuk bulan Februari penyumbang inflasi yang terbesar adalah jasa kesehatan (karena banyak yang sakit), tembakau dan minuman beralkohol penyumbang inflasi terbesar kedua. Yang ketiga rekreasi, keempat kursus-kursus, selanjutnya adalah bahan makanan, daging, ikan dan bumbu-bumbuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penurunan harga BBM , direspon dengan penurunan tarif angkutan kota, hal ini malah menimbulkan Deflasi, bukan inflasi. Tentunya ini mampu menekan kenaikan inflasi di bahan makanan. Karena kenaikan bahan makanan di Januari dan Februari cukup tinggi. Jadi Inflasi di Banten hanya 0,22 persen di bulan Januari, dan 0,12 persen di bulan Februari. Padahal di periode yang sama pada tahun 2008, inflasi di bulan Januari 1,87 persen. Sedangkan dibulan Februari 1,72. Jadi kalau ditotal dua bulan ini inflasi diatas 1,55persen. Tahun 2009 ini inflasi dari bulan Januari-Februari di bawah 0,5 persen. &lt;***&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
pub_zona = "-1";
pub_lokasi = "6228";
pub_model = "1";
adspeedy_br = "660099";
adspeedy_bg = "ffffff";
adspeedy_t1 = "0000CC";
adspeedy_t2 = "000000";
adspeedy_t5 = "0000CC";
url = "http://www.adspeedy.com/ppc";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript" src="http://www.adspeedy.com/ppc/tayang.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3250431985131768685-6087176674772957542?l=saerojiforbis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/feeds/6087176674772957542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3250431985131768685&amp;postID=6087176674772957542' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/6087176674772957542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/6087176674772957542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/2009/07/lpe-banten-2009-melambat.html' title='LPE Banten 2009 Melambat'/><author><name>Saeroji Alghazaly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3250431985131768685.post-1508333142184777266</id><published>2009-07-02T20:18:00.000-07:00</published><updated>2010-08-16T09:46:14.992-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN'/><title type='text'>KONTEMPLASI</title><content type='html'>&lt;p align='justify'&gt;&lt;div align="center"&gt;.....&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;ALLAH TIDAK MEMBEBANI SESEORANG, KECUALI SESUAI DENGAN KEMAMPUANNYA&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;.....&gt;&gt;&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;ALQUR'AN &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align='justify'&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; DISPLAY: block; HEIGHT: 134px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354074285900442498" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_O7JHN8q2edM/Sk1-MigmK4I/AAAAAAAAAB8/J6ENUjwm-jU/s200/1039.JPG" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align='justify'&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align='justify'&gt;"Bisa dikatakan, orang masuk dalam tiga kategori: Sdikit yang membuat sesuatu jadi kenyataan, banyak yang kadi penonton, dan mayoritas tidak tahu apa-apa yang telah terjadi." &gt;&gt;&gt;&gt;NICHOLAS MURRAY BUTLER&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align='justify'&gt;&lt;br /&gt;"Kegagalan dapat diagi menjadi 2 sebab. yakni orang yang berpikir tapi tidak pernah bertindak dan orang yang bertindak tapi tidak pernah berpikir." &gt;&gt;&gt;&gt;REVEREND W.A NANCE&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align='justify'&gt;&lt;br /&gt;"Orang harus cukup tegar untuk memaafkan kesalahan, cukup pintar untuk belajar dari kesalahan dan cukup kuat untuk mengoreksi kesalahan."&gt;&gt;&gt;&gt;JOHN MAXWEL&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align='justify'&gt;&lt;br /&gt;"Anda punya gagasan cemerlang. NAmun jika Anda tidak menyampaikan gagasan anda, tidak akan beranjak kemanapun."&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;LEE LA COCCA&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align='justify'&gt;&lt;br /&gt;"Anda harus hidup dengan mereka untuk mengetahui masalah mereka, dan Hidup dengan Tuhan untuk memecahkan masalah mereka."&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;P.T FORSYTH&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align='justify'&gt;&lt;br /&gt;"Kegagalan adalah peluang untuk memulai lagi dengan lebih cerdik."&gt;&gt;&gt;&gt;HENRY FORD&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align='justify'&gt;&lt;br /&gt;"Punya keyakinan bahwa jika anda dapat melakukan hal-hal kecil dengan baik, anda dapat mengerakan hal-hal besar dengan baik juuga."&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;STOREY&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align='justify'&gt;&lt;br /&gt;"KETIKA ANDA BERHENTI BELAJAR, ANDA BERHENTI MEMIMPIN." &gt;&gt;&gt;&gt;RICK WARREN &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
pub_zona = "-1";
pub_lokasi = "6228";
pub_model = "1";
adspeedy_br = "660099";
adspeedy_bg = "ffffff";
adspeedy_t1 = "0000CC";
adspeedy_t2 = "000000";
adspeedy_t5 = "0000CC";
url = "http://www.adspeedy.com/ppc";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript" src="http://www.adspeedy.com/ppc/tayang.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3250431985131768685-1508333142184777266?l=saerojiforbis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/feeds/1508333142184777266/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3250431985131768685&amp;postID=1508333142184777266' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/1508333142184777266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/1508333142184777266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/2009/07/kontemplasi.html' title='KONTEMPLASI'/><author><name>Saeroji Alghazaly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_O7JHN8q2edM/Sk1-MigmK4I/AAAAAAAAAB8/J6ENUjwm-jU/s72-c/1039.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3250431985131768685.post-5896465646189882612</id><published>2009-07-01T20:38:00.000-07:00</published><updated>2010-08-16T09:40:42.785-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO'/><title type='text'>Koperasi Dewi Sri, Dulu 100 ribu kini 1,3 Miliar</title><content type='html'>Koperasi “Dewi Sri” salah satu koperasi di Kabupaten Lebak yang bergerak pada usaha simpan pinjam dan Warung serba ada (Waserba) yang pada awal berdiri tahun 1976 dengan asset awal yang dimiliki sebesar Rp. 100 ribu, ternyata dalam perjalanan menjalani usahanya hingga sekarang dapat meningkatkan asset cukup signifikan. Terlapor asset yang dimiliki sekarang sebesar Rp. 1,3 miliar. Hal itu dikatakan Ketua Koperasi “Dewi Sri” , Dede Supriatna saat ditemui Banten Ekspose diruang kerjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan Dede, dalam permodalan Koperasi “Dewi Sri”  hanya bersumber dari anggota. Saat ini tercatat memiliki 230  anggota yang semuanya dari lingkungan pertanian yakni, pertanian, peternakan dan perikanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih kata Dede, Koperasi “Dewi Sri”memiliki kelebihan yakni, pada  setiap tahun tiap anggota menyimpan untuk Hari Raya  (Idul Fitri –red) yang satu bulan sebelumnya dibagikan pada tiap anggota. Pada posisi itu, dana yang disimpan oleh tiap anggota dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“5 tahun lalu, dana simpanan anggota untuk hari raya  sebesar Rp. 50 juta, kini dana tersebut mencapai  Rp. 120 juta. Dari situ jelas, tingkat kesadaran para anggota untuk menabung semakin meningkat,” kata Dede.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi  dalam peraihan hasil usaha, lanjut Dede, beban usaha  tidak lebih dari 30%pendapatan, sehingga Sisa Hasil Usaha (SHU) cenderung meningkat diatas 20%. Bagi  pengurus dan pengawas, lanjut Dede lagi, dalam pengalokasian haknya tidak terlalu besar. Dalam hal ini, demi pengabdian dan semata-mata demi memenuhi kesejahteraan para anggota dan kemajuan koperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpisah, salah satu anggota Koperasi “Dewi Sri” , Baum Sobandi kepada  Banten Ekspose mengatakan, dirinya merasa puas menjadi anggota Koperasi “Dewi Sri”, karena dari mulai pelayanan dan manajemen yang diterapkan lebih berpihak pada upaya peningkatan kesejahteraan anggota, sehingga apa yang dibutuhkan oleh anggota dapat terpenuhi dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya  percaya dan puas menjadi anggota Koperasi “Dewi Sri” selain manajemen usahanya baik juga sangat dirasakan lebih focus pada upaya meningkatkan kesejahteraan para anggotanya,” kata Baum.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
pub_zona = "-1";
pub_lokasi = "6228";
pub_model = "1";
adspeedy_br = "660099";
adspeedy_bg = "ffffff";
adspeedy_t1 = "0000CC";
adspeedy_t2 = "000000";
adspeedy_t5 = "0000CC";
url = "http://www.adspeedy.com/ppc";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript" src="http://www.adspeedy.com/ppc/tayang.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3250431985131768685-5896465646189882612?l=saerojiforbis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/feeds/5896465646189882612/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3250431985131768685&amp;postID=5896465646189882612' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/5896465646189882612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/5896465646189882612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/2009/07/koperasi-dewi-sri-dulu-100-ribu-kini-13.html' title='Koperasi Dewi Sri, Dulu 100 ribu kini 1,3 Miliar'/><author><name>Saeroji Alghazaly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3250431985131768685.post-1284819258054469122</id><published>2009-06-27T11:23:00.000-07:00</published><updated>2010-08-16T09:47:07.140-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN'/><title type='text'>Manusia Vs ‘Binatang Manusia’</title><content type='html'>Entah mengapa kita sebagai manusia, yang dituntut cerdas menggunakan akal pikiran terkadang harus terjebak dalam nafsu serakah, ingin selalu menguasai segala apa yang dianugerahkan Yang Maha Pencipta. Nafsu ingin menguasai itu pula, yang menjadikan nilai-nilai kearifan warisan leluhur, dengan sekejap kita rontokan. Naluri ke-binatang-an kita yang terkadang liar itu, dikombinasikan dengan naluri ke-malaikat-an yang tidak punya nafsu, menjadikan kita yang sedang berkuasa seolah bisa melakukan apa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafsu serakah yang tak terbendung itu pula, menjadikan manusia teralienasi dari rasa kemanusiaannya. Sebagai yang manusia yang diberi nikmat menjadi penguasa, tidak jarang yang lengah bahkan tergelincir ke depan gerbang penjara. Apa sebab? Keserakahan pula yang melatarinya. Hukum-hukum yang kita buat, disepakati, ditegakkan, dengan sekejap bisa di’atur’ oleh mereka yang sedang berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keserakahan yang kita punyai, tak jarang membutakan nurani kejujuran yang sejak kita lahir miliki. Kita yang ‘dimabuk kekuasaan’ banyak yang lupa dengan yang ‘dimabuk kemiskinan’. Pemabuk kekuasaan selalu bangga dengan gunung emas ‘harta rakyat’ ---yang berhasil dikumpulkan. Masa bodo rakyat jelata, yang penting bagi pemabuk kekuasaan adalah pribadi dan kroninya sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keserakahan yang kita punya, telah banyak menafikan nilai-nilai akhlak dan moralitas sebuah bangsa. Sekedar menolak dan mendukung RUU APP saja, tokoh agama kita harus mengerahkan pasukannya. Sombong memang kita ini. Tak seharusnya, pro kontra soal APP menjadikan bangsa ini terkoyak dalam dua kubu, yang cenderung memberikan pelajaran buruk bagi generasi esok hari. Soal perbedaan pendapat sejatinya merupakan rahmat dari Yang Maha Kuasa, namun saat umat dihadapkan pada perbedaan sudut pandang perlunya RUU APP, kenapa harus saling ancam dan usir. Budaya siapakah itu? Jawabannya sudah jelas, budaya jahiliyah yang menafikan nilai-nilai keberagaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keserakahan yang kita miliki, seolah menjustifikasi gagasan Homo Homini Lupus. Bagaimana tidak, pada sebuah kesempatan kita yang ‘berkuasa’ tidak jarang berbicara mengumbar orasi layaknya ulama yang alim nan mumpuni. Namun pada lain kesempatan kita mau-maunya dibenturkan dalam pola pikir rebutan bantuan. Padahal kita pula yang selalu mengajarkan &lt;em&gt;al yadul ‘ulya khairu min al yadu sufla (tangan diatas, lebih baik daripada tangan yang dibawah)&lt;/em&gt;. Betul-betul saat ini, keserakahan menyeret kita ke lembah kegoyahan jiwa yang mandiri dan berdedikasi, punya harkat dan martabat. Kita seolah ingin selalu mentereng dan gagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keserakahan yang kita ‘isme’kan, sungguh telah menyeret dalam budaya ‘harus’, instan dan pragmatis. Nilai-nilai idealis dasar intelektual, banyak diantara kita yang telah membuangnya. Kita seolah menjadi paling idealis saat belum menampuk kekuasaan atau duduk dalam ‘kabinet bayangan’. Idealisme dengan mudahnya kita campakkan, karena sang tuan yang telah mendudukan dan memberi posisi ‘terhormat’ meminta kita untuk mendukung ide dan gagasan serakahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keserakahan yang kita pelihara, telah membawa kita pada kondisi saling curiga. Kita dihadapkan pada sikap ‘jangan-jangan’. Curiga bagi kita sejatinya sebuah sikap waspada, yang menjadikan alat kontrol bagi diri sendiri, lingkungan sosial, dan pemerintahan. Yang harus kita tepis tentunya, curiga yang melahirkan ‘budaya mencurigai’, atau singkatnya curiga yang over dosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keserakahan yang kita jadikan ‘jimat’, menyeret kita pada sikap menafikan potensi sesama manusia, yang punya pendapat dan pilihan-pilihan berbeda. Kita selalu ingin orang-orang berpikiran sama dengan misi kekuasaan kita. Bila perlu, orang lain tak boleh punya kesempatan ‘berkuasa’ dan ‘memimpin’. Semua lini dan sektor dikuasai demi melanggengkan kekuasan. Lantas apa bedanya ‘kerajaan’ yang kita bangun dengan ‘kerajaan’ gerombolan singa dan macan yang menerapkan ‘animal law’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keserakahan yang kita bangun, telah menciptakan ‘bangunan’ tempat bersarangnya penghembus-penghembus yang mengajak pada kemaksiatan dan virus ke-dosa-an lainnya. ‘Bangunan serakah’ yang kita ciptakan telah membuat kepunahan lingkungan sekitar. Benteng-benteng yang menjadi pertahanan bangunan itu, tak lebih sebuah simbol ke-naif-an kita sebagai makhluq yang dikendalikan sang Khaliq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keserakahan memang harus kita hentikan. Bila tidak, itu sama dengan kita membuat kedekatan dengan kepunahan budaya berbasis kemanusiaan. Karena keserakahan dari moyangnya memang bangunan budaya yang berbasis kebinatangan. Manusia atau binatang kah kita? Atau binatang yang berwujud manusia? wallahu ‘alam bis shawab. (&lt;em&gt;Saeroji, pubhlished by &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Tabloid &lt;a href="http://www.boedakkidoel.blogspot.com/"&gt;Banten &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.boedakkidoel.blogspot.com/"&gt;Ekspose&lt;/a&gt;, Volume 6/Nomor 18/Juni 2006&lt;/em&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
pub_zona = "-1";
pub_lokasi = "6228";
pub_model = "1";
adspeedy_br = "660099";
adspeedy_bg = "ffffff";
adspeedy_t1 = "0000CC";
adspeedy_t2 = "000000";
adspeedy_t5 = "0000CC";
url = "http://www.adspeedy.com/ppc";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript" src="http://www.adspeedy.com/ppc/tayang.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3250431985131768685-1284819258054469122?l=saerojiforbis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/feeds/1284819258054469122/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3250431985131768685&amp;postID=1284819258054469122' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/1284819258054469122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/1284819258054469122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/2009/06/manusia-vs-binatang-manusia.html' title='Manusia Vs ‘Binatang Manusia’'/><author><name>Saeroji Alghazaly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3250431985131768685.post-5676676507053533212</id><published>2009-06-26T21:07:00.000-07:00</published><updated>2010-08-16T09:45:05.443-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>Quo Vadis BDS Banten _3</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Identifikasi Potensi BDS-P&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sampai tahun 2005 khususnya di Indonesia, perlu menjadi pemahaman bersama bahwa pada realitasnya BDS Provider yang bergerak dalam usaha mikro dapat dipastikan masih minim. BDS provider yang tumbuh di Indonesia masih terbatas pada lini usaha skala kecil menengah, tak ketinggalan BDS yang ada di Banten&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ketua LSM Samudera, Nasrullah, kemunculan BDS provider yang tumbuh dan bergerak pada lini usaha kecil menengah (UMK) ini pun sebenarnya diembrioni dari adanya lembaga-lembaga pendidikan dan pelatihan atau juga lembaga-lembaga yang bergerak di sektor jasa konsultan yang mencoba memberikan berbagai layanan pelatihan tentang teknologi produksi maupun manajemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi sebenarnya, yang selama ini juga mempunyai sejumlah masyarakat dampingan pada lini usaha kecil mene­ngah adalah lembaga-lembaga sema­cam di atas, misalnya lembaga pen­didikan menejemen, sekolah tinggi tata boga dan beberapa lembaga pendidikan lainya yang memiliki berbagai ke­ahlian tehnis,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dengan persoalan dana operasional BDS, masih banyak bergantung pada lembaga lain, entah lembaga donor maupun pemerintah. Ketika lembaga-lembaga pendidikan dan lembaga yang bergerak di sektor jasa konsultan tersebut menjual jasanya pada usaha kecil menengah, sebenarnya juga masih disupport oleh lembaga donor atau pemerintah dalam rangka mengembangkan dan memper­kuat UMKM. “Maka yang terjadi di sini sebenarnya, UMKM juga belum murni seratus persen menggunakan jasanya dalam artian terjadi suatu transaksi atas jasa-jasa berkait dengan kebutuhan pengembangan usaha UMKM,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyoroti kondisi yang terjadi di lapangan, maka dalam pelaksanaan program intervensi pengembangan pasar BDS di usaha mikro yang hendak digarap oleh BDS fasilitator, menurut Bambang DS, terkait erat dengan upaya indentifikasi potensi dan pengor­ganisasian BDS Provider.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pertimbangan terpenting adalah menge­tahui animo atau tingkat keter­tarikan BDS Provider terhadap isu-isu yang akan dikembangkan dalam program. Yang menjadi target sebenarnya adalah menangkap seberapa jauh tang­gapan BDS provider untuk meyakini konsep-konsep sekaligus konsekuensi terhadap upaya pengembangan pasar BDS di usaha mikro,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melakukan interaksi bisnis pada lini usaha mikro, pada kenyataannya akan jauh lebih susah dibandingkan di lini usaha kecil menengah. Karenanya, kemampuan BDS provider dalam mela­kukan penilaian pasar, cara promosi sampai pada aktivitas pengelola BDS ketika bersinggungan dengan usaha mik­ro, sangat menentukan sekali. Cela­kanya, masih banyak BDS yang ber­munculan di Banten, masih miskin yang berkemampuan untuk memahami sebe­rapa besar potensi pengembangan usaha kelompok yang menjadi dam­ping­annya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadikan BDS Provider lebih kuat dalam mengidentifikasi perilaku kelompok usaha mikro yang menjadi dampingannya, maka penge­lola BDS harus mengetahui berbagai kebutuhan yang diperlukan dalam mela­kukan kegiatan lapangan. Misal­nya penilaian pasar, teknik promosi, masalah harga dan beberapa yang berkait dengan kebutuhan pengem­bangan pasar BDS di usaha mikro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai bentuk bentuk kegiatan untuk mengidentifikasi potensi BDS Provider, menurut Kasi UKM pada Subdin UKM-Kop Dinas Perindagkop Banten Khaerul Saleh, bisa dilakukan melalui workshop, seminar atau ben­tuk-bentuk kegiatan lainnya yang di­pan­dang efektif dan bisa secara mak­simal mencapai target yang di­inginkan. “Perlu diperhatikan dalam hal ini, ja­ngan terlalu berani menya­takan bahwa program intervensi akan melibatkan sekian jumlah BDS Provider jika belum secara jelas dan mampu meng­identifi­kasi keberadaan BDS provider,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan, yang tidak kalah penting­nya dalam melakukan program-program intervensi pengembangan pasar BDS di usaha mikro adalah menentukan siapa yang akan menjadi sasaran program. Artinya kita harus bersepakat usaha mikro macam apa yang akan men­jadi sasaran program, sektor apa yang akan menjadi bidang garap. Hal ini harus telah dirumuskan dan diper­je­las sejak awal baik berkait dengan tolok ukur maupun definisinya. Kemu­di­an tentang alasan-alasan mengapa harus usaha mikro sebagai sasaran program.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hal ini perlu dikemukakan karena kelak berkait dengan makna subtansi atas komitmen dan keberpihakan. Sejak awal hal tersebut juga harus dipaham­kan dan menjadi pemahaman bagi BDS Provider sebagai fasilitator lapang dalam konteks program,” lanjut pria yang kini dipercaya menjadi Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Serang,.&lt;br /&gt;Namun demikian salah tafsir ter­hadap pemahaman usaha mikro selalu saja terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya Bambang DS, menyarankan agar tidak salah tafsir atau salah pemahaman terhadap usaha mikro, maka pemahaman metodologi penelitian menjadi penting adanya, karena memahami usaha mikro tidak boleh terbatas pada data-data pustaka, baik yang disajikan oleh dinas-dinas perindustrian dan perdagangan atau juga hasil-hasil penelitian dari kalangan akademisi yang lebih cenderung ber­sifat kuatitatif dan sering tidak sesuai dengan realitas lapang yang sesung­guhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oleh sebab itu, pada tahap awal BDS Fasilitator harus pula melakukan in­dentifikasi berbagai masalah dan kebu­tuhan berkait upaya pengembangan usaha mikro secara partisipatif. Ar­ti­nya, bagaimana upaya identivikasi ini, minimalnya harus melibatkan usaha mikro secara intens, sehingga akan ter­gambar berbagai kendala, peluang seka­ligus tehnik dan usulan pemecahan ma­sa­lah yang ditawarkan secara langsung oleh usaha mikro itu sendiri,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks program intervensi inilah, pada akhirnya BDS Fasilitator pun tidak lagi membutuhkan tenaga yang akan berfungsi dan memerankan sebagai fasilitator lapang, karena secara otomatis kelak dilakukan oleh BDS Provider.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapangan Kerja&lt;br /&gt;Kenyataan lapang bahwa BDS Provider di Indonesia yang bergerak dan menjual jasa-jasanya pada lini usaha mikro bisa dikatakan tidak ada sama sekali, yang pada giliranya cukup sulit untuk mengidentifikasi keberadaanya, menjadi satu problem tersendiri dalam konteks pelaksanaan program inter­vensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah tawaran solutif dicetuskan Bambang DS, bahwa sejalan dengan konsep BDS yang salah satunya juga mengharapkan tercipta dan tumbuh­nya lembaga-lembaga usaha baru yang mampu menyediakan BDS, maka dalam proses indentifikasi dan proses sosiali­sasi program yang dilakukan oleh BDS Fasilitator, dalam pendapat Bambang, hendaknya bisa membuka ruang so­siali­sasi secara luas, dalam artian sedapat mungkin dapat mengundang berbagai kalangan yang memiliki komitmen dan kemauan untuk ber­gerak dalam usaha di sektor ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja beberapa elemen poten­sial yang bisa diharapkan dapat terlibat dalam hal ini adalah; individu-individu dari kalangan akademisi dari berbagai macam displin ilmu, utamanya lulusan dari perguruan tinggi yang belum men­dapatkan pekerjaan. Dari sini sebe­narnya, bertujuan untuk membuka peluang usaha baru yang tampaknya sampai saat sekarang belum banyak digeluti masyarakat. “Hanya masalah­nya, dari kalangan masyarakat ini be­lum banyak mendapatkan berbagai pengetahuan yang erat kaitanya dengan metode atau tehnik penilaian pasar BDS di usaha mikro. Maka konsekwensi logisnya, perlu secara maksimal BDS Fasilitator memberikan berbagai ben­tuk kegiatan yang bertujuan untuk menguatkan pengetahuan bagi mereka berkait dengan penilaian pasar BDS,” papar Bambang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pemerintah telah mampu mela­kukan indentifikasi potensi, ke­mam­puan dan kekurangan sekaligus mengetahui secara pasti profil dan keberdaan BDS provider, maka salah satu hal yang juga mutlak dipertim­bangkan dalam desain program inter­vensi pasar BDS di usaha mikro adalah, cara mentrasfer metodologi partisi­patif kepada BDS Provider sebagai keyakinan dalam melakukan aktivitas penilaian pasar dalam sebuah pela­tihan. Kemu­dian melakukan uji coba atau praktek langsung tehnik-teh­nik pe­nilaian pasar secara partisipatif pa­da saat pelatihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu juga perlu dipertegas dan disepakati secara jelas, tentang peran dan fungsi Pemerintah, BDS Provider sekaligus keberadaan usaha mik­ro di lapangan dalam sebuah konteks program pengembangan pasar BDS. Hal ini sebenarnya menghendaki adanya kemauan BDS Provider baik secara in clas maupun out class.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kiprah BDS yang ada di Banten? Nampaknya, pening­katan pemampuan BDS tidak saja dila­kukan di awal, namun juga dilakukan pada saat BDS provider menjalankan program dalam bentuk kegiatan monitoring dan pendampingan yang dila­kukan secara partisipatif. Tentu saja pelaksanaannya butuh waktu dan biaya yang lebih tinggi jika diban­dingkan dengan pendekatan non par­tisipatif.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
pub_zona = "-1";
pub_lokasi = "6228";
pub_model = "1";
adspeedy_br = "660099";
adspeedy_bg = "ffffff";
adspeedy_t1 = "0000CC";
adspeedy_t2 = "000000";
adspeedy_t5 = "0000CC";
url = "http://www.adspeedy.com/ppc";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript" src="http://www.adspeedy.com/ppc/tayang.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3250431985131768685-5676676507053533212?l=saerojiforbis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/feeds/5676676507053533212/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3250431985131768685&amp;postID=5676676507053533212' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/5676676507053533212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/5676676507053533212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/2009/06/quo-vadis-bds-banten-3.html' title='Quo Vadis BDS Banten _3'/><author><name>Saeroji Alghazaly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3250431985131768685.post-8620379229588386105</id><published>2009-06-26T21:05:00.000-07:00</published><updated>2010-08-16T09:44:42.995-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>Quo Vadis BDS Banten _2</title><content type='html'>Yang Untung Dilayani&lt;br /&gt;Bag-2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep BDS sebenarnya telah se­demikian tertata untuk dikembangkan pada usaha mikro atau kecil, dalam implementasinya dikemudian hari diperhalus menjadi konsep yang agak berlainan, seperti BDC atau pusat pengembangan usaha. Celakanya, ter­nyata program dengan konsep ter­sebut, pada akhirnya tidak lagi menyen­tuh usaha mikro, dengan kata lain tidak tepat sasaran. Di lain sisi ketika konsep BDS ini masuk di Indonesia, dapat di­katakan bahwa semua pihak yang mes­tinya terkait dalam upaya pengem­bangan dan penguatan usaha mikro (NGO dan Pemerintah) tampak angkat tangan untuk menyentuh dan memilih usaha mikro sebagai sasaran program dalam konsep BDS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya, baik NGO maupun pemerintah lebih memilih pada wilayah usaha menengah-kecil yang dianggap sukses dalam menjalankan usahanya dan relatif memiliki kemampuan bayar dalam konteks pengembangan jasa layanan bisnis, tidak seperti halnya di usaha mikro yang dipandang jauh dari kemampuan sekaligus kemauan bayar. Problem inilah yang dalam pendapat Bambang DS, mesti dilacak jawabannya yakni bagaimana arah dan keberpihak­an konsep ini akan tetap berada pada lini usaha mikro, bukan yang lainya. “Dengan demikian pengentasan kemis­kinan melalui pendekatan bisnis betul-betul terealisasi,” urainya lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercermin pada persoalan di atas, menurut Bambang DS, yang mesti dilakukan adalah bagaimana dapat merancang suatu desain kegiatan program dengan konsep BDS agar tetap berjalan pada rel yang diharapkan oleh konsep BDS pada awalnya, yakni berpihak pada pengembangan usaha mikro. Oleh karenanya, perlu ada upaya sejak awal bahwa kegiatan penilaian pasar BDS dalam usaha mikro sudah melibatkan BDS provider.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelibatan itu sendiri dalam pan­dangan Bambang, perlu mendudukan peran dan fungsi antara BDS provider, usaha mikro dan BDS Fasilitator pada porsi dan wilayah yang berlainan na­mun senantiasa berkaitan. Usaha mikro sebagai sasaran program, BDS provider sebagai fasilitator lapang dan konsultan usaha mikro, sedangkan pemerintah berfungsi sebagai BDS fasilitator yang memerankan program-program inter­vensi tumbuhnya pasar BDS di usaha mikro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, pemerhati UMKM Banten, Bandi Subandi menyatakan, konsep peng­embangan BDS seperti itu men­syaratkan adanya metodologi yang bersifat partisipatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam paparan Bandi, metodologi ini mengandung langkah-langkah bahwa pertama, BDS fasilitator melakukan menilaian dan pemetaan berbagai masalah berkait dengan pengembangan pasar di usaha mikro. Kedua, mela­kukan penilaian hasil-hasil pemetaan masalah berkait dengan pengembangan pasar BDS di usaha mikro yang dila­kukan oleh BDS fasilitator (Pemerintah) bersama-sama dengan BDS provider. Ketiga, merencanakan, menyusun dan melakukan berbagai kegiatan lapang secara bersamaan antara BDS fasili­tator (pemerintah) dan BDS Provider. Keempat, BDS provider melakukan penawaran jasa untuk penguatan usaha mikro sekaligus memberikan peluang dan mengumpulkan sejumlah umpan balik dari kliennya secara partisipatif.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
pub_zona = "-1";
pub_lokasi = "6228";
pub_model = "1";
adspeedy_br = "660099";
adspeedy_bg = "ffffff";
adspeedy_t1 = "0000CC";
adspeedy_t2 = "000000";
adspeedy_t5 = "0000CC";
url = "http://www.adspeedy.com/ppc";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript" src="http://www.adspeedy.com/ppc/tayang.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3250431985131768685-8620379229588386105?l=saerojiforbis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/feeds/8620379229588386105/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3250431985131768685&amp;postID=8620379229588386105' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/8620379229588386105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/8620379229588386105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/2009/06/quo-vadis-bds-banten-2.html' title='Quo Vadis BDS Banten _2'/><author><name>Saeroji Alghazaly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3250431985131768685.post-4336125979593078139</id><published>2009-06-26T20:54:00.000-07:00</published><updated>2010-08-16T09:44:16.804-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>Quo Vadis BDS Banten_1</title><content type='html'>Bag-1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Terlepas dari sejauh mana tingkat keberhasilan konsep Business Development Servicess (BDS) sebagai model atau pendekatan dalam program intervensi untuk pengembangan usaha kecil selama ini, yang pasti konsep BDS bermula dari sebuah refleksi dan keyakinan baru atas kegagalan berbagai program yang dijalankan baik oleh pemerintah, bank dunia, atau pihak lain seperti Non Government Organization (NGO) dan lembaga donor untuk pengentasan kemiskinan melalui penciptaan dan pengembangan usaha secara signifikan membuahkan hasil, terutama di Banten.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEJUMLAH realitas lapang ditemukan bahwa beberapa program yang diluncurkan di tengah-tengah masyarakat tidak mampu menyelesaikan masalah berkait dengan upaya pengenasan problem kemiskinan. Mengapa demikian? Menurut Direktur Asosiasi Bisnis Koperasi Usaha Kecil dan menengah (ASBIKUM), Khairul Umam, diakibatkan program-program pengentasan kemiskinan yang berkait dengan penciptaan dan pengembangan usaha, yang mestinya harus melalui pende¬katan kewirausahaan atau pendekatan bisnis, tidak berjalan sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang terjadi, program-program yang dijalankan malahan bersifat hibah murni dan lebih mengedepankan pendekatan sosial, sehingga usaha mikro atau kelompok marginal tidak terdorong dan mampu dirangsang untuk berpikir dengan pola dan pendekatan bisnis,” ujar mantan pengajar di Akademi Maritim Guna Nusa Cilegon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga menyayangkan berbagai macam pelatihan yang dilakukan tidak berpijak dari kebutuhan pengusaha melainkan hanya keinginan lembaga pelaksana proyek, dan secara metodologis jadwal atau konsep pelatihan yang dirancang lebih bersifat seremonial dan berisi parade ceramah, dan tidak jarang hanya berangkat dari niatan pemerataan uang proyek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Atas dasar kondisi inilah kemudian konsep BDS diyakini dan dikembangkan di Indonesia. Walaupun nyatanya, hal ini tidak begitu saja menuai hasil seperti yang diharapkan. Masih banyak berbagai problem dasar yang menyebabkan konsep pendekatan ini tidak maksimal terimplementasi dalam program-program yang dikembangkan baik oleh pemerintah maupun NGO,” lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Bambang D Suseno, dosen dan peneliti pada PIKSI INPUT Serang, menyatakan bahwa pada kisaran tahun 2001, tatkala konsep BDS ini mulai masuk di Indonesia, pada saat yang sama sebenarnya terjadi adanya pertentangan batin dengan keyakinan atau konsep yang tengah dipegang di kalangan aktivis NGO atau pemerintah sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini terjadi, urainya, lebih dikarenakan baik kalangan NGO maupun pemerintah dalam melakukan berbagai program masih menggunakan pola-pola karikatif atau pendekatan sosial di dalam pengembangan usaha mikro. Di samping itu ada juga keyakinan bahwa tidak mungkin pengusaha mikro yang notabene hanya bermodalkan keterampilan dapat membeli jasa-jasa yang ditawarkan BDS provider.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sadar atau tidak, setuju atau tidak, bahwa keberadaan BDS Provider adalah bagian dari pasar bebas, sementara waktu usaha mikro kecil menengah (UMKM) merupakan perwujudan dari realitas kemiskinan dan ketidakmampuan usahawan untuk bersaing dengan pasar bebas itu sendiri,” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertentangan ini, nampaknya, mewujud pada pergeseran-pergeseran terhadap konsep BDS yang tidak diterapkan sebagaimana aslinya. Bahwa kemudian, seluruh program-program yang dikembangkan NGO atau lembaga donor yang mempunyai adaptasi ke Indonesia, begitu juga pemerintah, tanpa banyak mempertimbangkan berbagai konsekwensi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
pub_zona = "-1";
pub_lokasi = "6228";
pub_model = "1";
adspeedy_br = "660099";
adspeedy_bg = "ffffff";
adspeedy_t1 = "0000CC";
adspeedy_t2 = "000000";
adspeedy_t5 = "0000CC";
url = "http://www.adspeedy.com/ppc";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript" src="http://www.adspeedy.com/ppc/tayang.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3250431985131768685-4336125979593078139?l=saerojiforbis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/feeds/4336125979593078139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3250431985131768685&amp;postID=4336125979593078139' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/4336125979593078139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/4336125979593078139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/2009/06/quo-vadis-bds-banten.html' title='Quo Vadis BDS Banten_1'/><author><name>Saeroji Alghazaly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3250431985131768685.post-5112486386265580630</id><published>2009-06-26T03:27:00.000-07:00</published><updated>2010-08-16T09:31:02.243-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>Stop Dreaming Start ACTION, Langkah Awal Menuju Sukses</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Stop Dreaming Start ACTION, Langkah Awal Menuju Sukses&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Saeroji&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Stop Dreaming Start ACTION, sebuah tema kontes SEO tiba-tiba saja melejit, ---meminjam bahasa mas &lt;a href="http://jokosusilo.com/"&gt;Joko Susilo&lt;/a&gt;, menggemparkan jagad internet. Kenapa ini terjadi…? Bisa jadi karena Stop Dreaming Start ACTION baru kali ini digelontorkan oleh kalangan pegiat blog sendiri. Atau, bisa juga karena tertarik dengan hadiah yang cukup lumayan additional bonus-bonus yang dijanjikan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kampanye Stop Dreaming Start ACTION sendiri, tak terlepas dari upaya cerdas seorang Joko Susilo, yang berkeinginan bagaimana rekan-rekan blogger di Indonesia, semakin maju dan terdepan dalam posisi &lt;a href="http://www.jokosusilo.com/"&gt;Search Enginering Optimations (SEO). &lt;/a&gt;Sebab, menurut Jokosusilo, weblog mempunyai keunikan tersendiri. Sehingga kampanye Stop Dreaming Start ACTION pun, menjadi inspirasi kalangan blogger, utamanya mereka yang terafiliate atau pernah berhubungan dengan web &lt;a href="http://www.jokosusilo.com/"&gt;http://www.jokosusilo.com/&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.formulabisnis.com/"&gt;http://www.formulabisnis.com/&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.rahasiabloging.com/"&gt;http://www.rahasiabloging.com/&lt;/a&gt; atau website/weblog milik bloger lain yang sama-sama mengkampanyekan byword Stop Dreaming Start ACTION.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bagi pemula seperti saya, Stop Dreaming Start ACTION, &lt;a href="http://www.jokosusilo.com/"&gt;memiliki arti tersendiri&lt;/a&gt;. Sepakat memang, mestinya semua warga bangsa, yang sudah mengenal internet maupun yang masih bergerak di dunia offline, selalu mengampanyekan Stop Dreaming Start ACTION, dalam setiap gerak langkah kehidupan. Walaupun agak-agak gaptek, bagi saya Stop Dreaming Start ACTION menjadi inspirasi hidup yang luar biasa. Apalagi saat bisnis offline saya terancam down. Tentu akan berbeda, dengan anda yang sudah mahir dengan dunia blog. Namun demikian, sepanjang derap kehidupan masih ada, semuanya akan berputar. Itu pula yang menjadikan saya dan mungkin kawan-kawan pemula lainnya, tetap maju dalam &lt;a href="http://www.jokosusilo.com/"&gt;kontes SEO &lt;/a&gt;Stop Dreaming Start ACTION.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi edukasi, Stop Dreaming Start ACTION, jelas memberi warna tersendiri. Bila saja, anda yang bergerak dalam &lt;a href="http://www.jokosusilo.com/"&gt;dunia pendidikan &lt;/a&gt;turut mengampanyekan Stop Dreaming Start ACTION, tentu akan memberikan keuntungan tersendiri bagi siswa-siswa anda, apalagi mereka saat ini banyak yang sudah melek internet. Harus dicermati pula, &lt;a href="http://www.jokosusilo.com/"&gt;Teknologi Informasi &lt;/a&gt;kini sudah masuk kurikulum. Artinya, sebuah tuntutan pula, manakala siswa yang anda bimbing mengenal Stop Dreaming Start ACTION. Kenapa….? Anda tentu akan bangga, bila mengetik dalam mesin pencarian nama siswa anda yang sudah aktif menjadi bagian dunia internet, muncul dalam 10 besar mesin pencarian google.co.id dan sejenisnya. Inilah manfaatnya mengenal dan memahami Stop Dreaming Start ACTION.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anda masih belum yakin dengan arah &lt;a href="http://www.jokosusilo.com/"&gt;gagasan Stop Dreaming Start ACTION&lt;/a&gt;....? Saya pun awalnya demikian. Mungkin tak jauh berbeda dengan anda. Namun setelah saya telaah Stop Dreaming Start ACTION, merupakan sebuah motivasi yang sangat luar biasa. Saya kaitkan dengan keyakinan keimanan saya, Stop Dreaming Start ACTION, merupakan sebuah keharusan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bila kita terus bermimpi, lalu kapan cita-cita atau apapun yang kita akan gagas berhasil. Disinilah anda tentu akan sepakat, Stop Dreaming Start ACTION merupakan langkah baru dalam memulai bisnis baru di &lt;a href="http://www.jokosusilo.com/"&gt;dunia maya&lt;/a&gt;. Bahkan dalam bisnis offline pun, saya yakin Stop Dreaming Start ACTION, mempunyai makna yang sangat vital.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.jokosusilo.com/"&gt;Kampanye Stop Dreaming Start ACTION&lt;/a&gt;, yang telah dilakukan kawan-kawan netter atau blogger, yang bersumber pada ide brilian Jokosusilo, harus diakui sebagai sebuah terobosan baru dalam jagad maya. Dengan kontes SEO Stop Dreaming Start ACTION, para netter yang pemula hingga yang sudah piawai dalam meraih posisi SEO ikut berlomba. Tidak ada klasifikasi lagi. Apa maknanya…? Secara positif thinking, jelas sebuah pembelajaran baru, bahwa dengan Stop Dreaming Start ACTION, semuanya menjadi setara. Lagi-lagi, Stop Dreaming Start ACTION menjadi strategi kunci untuk meraih posisi atas, atau basal masuk dalam 10 besar mesin pencarian.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Stop…! Saya kira siapapun anda dan apapun profesi anda, selayaknya tidak mengabaikan &lt;a href="http://www.jokosusilo.com/"&gt;Stop Dreaming Start ACTION&lt;/a&gt;. Tanamkan Stop Dreaming Start ACTION dalam derap kehidupan kita. Tanamkan Stop Dreaming Start ACTION, dalam membimbing keluarga kita. Kampanyekan Stop Dreaming Start ACTION bagi kawan kita yang masih antri carti kerja.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin, dengan melaksanakan gagasan Stop Dreaming Start ACTION, hidup anda akan berubah seribu persen. Anda belum yakin juga, stop mimpi-mimpi anda…..! Segeralah bulatkan tekad untuk merubah kehidupan anda. Apakah artinya itu bukan Stop Dreaming Start ACTION……..? Andalah penentunya. Yang jelas, banyak kawan-kawan yang sudah sukses dengan kampanye dan implementasi &lt;a href="http://www.jokosusilo.com/"&gt;Stop Dreaming Start ACTION&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
pub_zona = "-1";
pub_lokasi = "6228";
pub_model = "1";
adspeedy_br = "660099";
adspeedy_bg = "ffffff";
adspeedy_t1 = "0000CC";
adspeedy_t2 = "000000";
adspeedy_t5 = "0000CC";
url = "http://www.adspeedy.com/ppc";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript" src="http://www.adspeedy.com/ppc/tayang.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3250431985131768685-5112486386265580630?l=saerojiforbis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/feeds/5112486386265580630/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3250431985131768685&amp;postID=5112486386265580630' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/5112486386265580630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/5112486386265580630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/2009/06/stop-dreaming-start-action-langkah-awal.html' title='Stop Dreaming Start ACTION, Langkah Awal Menuju Sukses'/><author><name>Saeroji Alghazaly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3250431985131768685.post-4734892865381653248</id><published>2009-06-26T03:11:00.000-07:00</published><updated>2010-08-16T09:38:30.107-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO'/><title type='text'>Kontes SEO Joko Susilo “Stop Dreaming Start ACTION” Dibuka!</title><content type='html'>Menggemparkan! Itulah kata yang tepat menggambarkan kontes SEO Joko Susilo “Stop Dreaming Start ACTION” ini. Begitu pengumuman ini diposting kemarin lusa, jagad internet Indonesia langsung heboh dengan berita ini. Kata kunci Stop Dreaming Start Action langsung diserbu para blogger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dari komentar yang muncul pada posting tersebut, respon peserta yang begitu besar terlihat dari membludaknya peserta yang mendaftar. Dalam dua hari pra-pembukaan, jumlah calon peserta sudah mencapai 700 orang. Para SEO mania baik yang mengaku masih pemula maupun yang sudah pakar, turut berlomba meramaikan kontes ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka langsung saja… dengan ini, saya nyatakan…&lt;br /&gt;Kontes SEO Joko Susilo “Stop Dreaming Start ACTION” dibuka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berlomba dengan jujur dan menjunjung sportivitas. Pastikan anda membaca peraturan yang ditetapkan dan terus mengikuti berita terbaru seputar kontes ini.&lt;br /&gt;Untuk memperjelas, saya tambahkan beberapa keterangan dalam kontes ini:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pemenang kontes adalah peserta yang blog atau situs webnya tercantum di Google.co.id pada pukul 9 pagi WIB, pada “telusuri web”, bukan “laman dari Indonesia”.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Panjang artikel yang dilombakan minimal 400 kata yang bicara tentang Stop Deaming Start Action. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk memacu kreativitas anda, postingan yang semata-mata hanya berita kontes tidak dimasukkan dalam hitungan lomba. Jadi andaikan pada akhir batas perlombaan terdapat artikel berita kontes yang masuk dalam 10 besar, itu tidak termasuk pemenangnya. Dan akan diganti pada urutan berikutnya. Maka dari itu, anda harus segera edit jika artikel yang anda lombakan seperti itu. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tetapi jika postingan anda ditulis sesuai dengan tema yang diharuskan, namun juga menambahkan sedikit informasi soal berita kontes, maka itu dianggap sah dan dimasukkan sebagai artikel peserta. Paling tidak materi harus didominasi oleh tulisan motivasi untuk mendorong pembaca Stop Dreaming Start Action. Infomasi kontes boleh dicantumkan sedikit/belakangan atau di postingan lain. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Panitia berhak meninjau ulang peraturan seperti menambah, mengurangi peraturan menyesuaikan dengan perkembangan kompetisi lomba. Untuk hal yang ini tidak bisa diganggu gugat.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Hadiah bagi peserta kontes dan penyebar berita kontes&lt;br /&gt;Bagi peserta dan penyebar berita kontes, anda mendapat hadiah kejutan berupa 3 ebook seputar SEO. Jadi ini bisa dipakai sebagai amunisi tambahan untuk bertempur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan hadiahnya, silakan laporkan tulisan anda melalui Peserta Area dengan cara memasukkan URL penyebaran berita kontes di form yang telah disediakan. URL download bonus akan kami berikan mulai tanggal 21 Juni 09.&lt;br /&gt;Tanya Jawab Kontes&lt;br /&gt;1. Kapan pendaftaran terakhir?&lt;br /&gt;Pendaftaran terus berlangsung sampai sehari sebelum kontes berakhir.&lt;br /&gt;2. Boleh tidak menulis lebih dari satu artikel?&lt;br /&gt;Sangat boleh.&lt;br /&gt;3. Punya situs web atau blog lebih dari satu, bolehkah didaftarkan semua?&lt;br /&gt;Boleh.&lt;br /&gt;4. Apa maksudnya URL dilarang menggunakan domain bertarget kata kunci. Hanya subdomain dan nama file yang boleh bertarget kata kunci?&lt;br /&gt;Begini penjelasannya:&lt;br /&gt;- Domain stopdreamingstartaction.com, stopdreamingstartaction.net dan sejenisnya = dilarang&lt;br /&gt;- stopdreamingstartaction.domainanda.com dan sejenisnya = boleh&lt;br /&gt;- domainanda.com/stopdreamingstartaction.html dan sejenisnya = boleh&lt;br /&gt;Alasan saya tidak memperbolehkan nama domain dijadikan target karena keterbatasan kesediaan nama domain utk target itu. Jika nanti berebut membeli domain sejenis, kasihan yang belakangan.&lt;br /&gt;5. Bolehkah memakai squidoo.com?&lt;br /&gt;Boleh.&lt;br /&gt;6. Bolehkah backlink ke URL utama JokoSusilo.com?&lt;br /&gt;Boleh.&lt;br /&gt;7. Boleh melakukan backlink lebih dari satu kali ke blog jokosusilo.com dalam satu artikel?&lt;br /&gt;Boleh.&lt;br /&gt;8. Bolehkah beriklan PPC untuk promosi blog?&lt;br /&gt;Boleh.&lt;br /&gt;9. Apa memang benar peserta kontes hanya boleh berasal dr dalam negeri?&lt;br /&gt;Benar. Kontes ini didedikasikan khusus buat seluruh warga Indonesia. Bila anda orang Indonesia, memiliki blog dan memiliki rekening bank di Indonesia, namun tengah berada di luar negeri (sedang sekolah dan lain-lain), anda tetap boleh mengikutinya.&lt;br /&gt;10. Bagi yang sudah menjadi member RahasiaBlogging apakah mendapat hadiah tambahan yang sama?&lt;br /&gt;Akan diganti dengan hadiah tambahan lain yang sepadan. Maka dari itu jangan tangguhkan membeli RahasiaBlogging.com!&lt;br /&gt;11. Metode Black Hat apa saja yang tidak boleh digunakan?&lt;br /&gt;Semua metode blackhat dilarang.&lt;br /&gt;12. Berapa panjang tulisan?&lt;br /&gt;Minimal 400 kata.&lt;br /&gt;13. Bagi penyebar berita kontes apakah diundi?&lt;br /&gt;Tidak. Tanpa diundi anda akan mendapatkan hadiah dari JokoSusilo.com karena membantu menyebarkan informasi ini.&lt;br /&gt;14. Apa hadiah langsung bagi peserta dan penyebar kontes?&lt;br /&gt;Silakan lihat di atas. 3 ebook tentang SEO sebagai amunisi anda berlomba.&lt;br /&gt;15. Jika dalam 10 besar ada 2 artikel dari blog yang sama (domain sama), apakah orang tersebut menang dua?&lt;br /&gt;Tidak. Hanya artikelnya dengan posisi teratas yang dianggap sebagai juara.&lt;br /&gt;16. Jika dalam 10 besar terdapat dua atau lebih blog /situs web yang dimiliki orang yang sama (domain berbeda) apakah akan tetap di hitung sebagai 2 pemenang atau dianggap 1 saja?&lt;br /&gt;Tetap dihitung keduanya.&lt;br /&gt;17. Bagaimana jika saya memakai domain redirect Co.cc?&lt;br /&gt;Maaf tidak dipebolehkan. Pakailah url asli anda.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aturan tambahan atau ketentuan lain yang dirasa belum jelas, akan diposting pada kesempatan-kesempatan berikutnya. Karena itu kunjungi terus blog JokoSusilo.com. Komitmen saya, akan menyelenggarakan kontes yang jujur dan adil buat semua.&lt;br /&gt;Selamat &lt;a href="http://www.formulabisnis.com/?id=roji"&gt;ACTION&lt;/a&gt;! GO… GO… GO…! &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
pub_zona = "-1";
pub_lokasi = "6228";
pub_model = "1";
adspeedy_br = "660099";
adspeedy_bg = "ffffff";
adspeedy_t1 = "0000CC";
adspeedy_t2 = "000000";
adspeedy_t5 = "0000CC";
url = "http://www.adspeedy.com/ppc";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript" src="http://www.adspeedy.com/ppc/tayang.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3250431985131768685-4734892865381653248?l=saerojiforbis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/feeds/4734892865381653248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3250431985131768685&amp;postID=4734892865381653248' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/4734892865381653248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/4734892865381653248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/2009/06/kontes-seo-joko-susilo-stop-dreaming.html' title='Kontes SEO Joko Susilo “Stop Dreaming Start ACTION” Dibuka!'/><author><name>Saeroji Alghazaly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3250431985131768685.post-1616729292613495780</id><published>2009-06-25T19:27:00.000-07:00</published><updated>2010-08-16T09:43:49.630-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO'/><title type='text'>Dibalik Geliat Anyaman Pandan, Perlu Sentuhan Manajemen dan Permodalan</title><content type='html'>Setelah menempuh perjalanan kurang dari 15 menit, kita bisa sampai di Desa Cibeu&amp;shy;reum Kecamatan Banjar Kabupaten Pandeg&amp;shy;lang. Dari pertigaan jalan lingkar sela&amp;shy;tan Pandeglang hingga ke lokasi sentra pera&amp;shy;jin anyaman dari pandan tersebut, terlihat ka&amp;shy;nan kiri jalan, persawahan yang terbentang dengan percikan air diselokan yang nampak tidak pernah kering, kemarau sekalipun, menambah betah dan seolah menjadi berkah tersendiri bagi Kabupaten Pandeglang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah mereka yang tinggal tidak jauh dari pusat keramaian kota. Disana tidak kurang dari 300 perajin anyaman pandan terkumpul, menuai rezeki sehari-hari dari hasil anyam&amp;shy;an&amp;shy;nya. Ribuan kodi setiap minggunya selalu mereka hasilkan. Namun demikian, dari sorot mata para perajin yang hampir didominasi kaum ibu dan gadis desa tersebut, nampak, seolah belum bisa berbuat banyak. Ribuan kodi itupun akhirnya menjadi saksi bisu, ketidakberdayaan mayoritas warga desa. Padahal, secara geografis keberadaan sentra anyaman pandan itu, tidak begitu jauuh dari pendopo Kabupaten Pandeglang, dimana penggede pengambil kebijakan selalu beradu komentar: pemberdayaan ekonomi masya&amp;shy;rakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ketua Koperasi Pasar Cikeper (Kopaci), Edi, aktifitas yang sekarang ini ter&amp;shy;lihat, sudah berlangsung cukup lama dari sejak jaman penjajahan. Sebuah kewajaran bila masyarakat Desa Cibeureum dan sekitar&amp;shy;nya, sudah tidak asing dengan soal anyaman pandan. Disekeliling rumah warga, pasti ada tanaman pandan yang menjadi bahan baku utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempo dulu, kenang Edi, anyaman pandan sering dipakai sebagai baju keseharian. Itu terjadi zaman Jepang. Kini tentu saja tidak lagi, melainkan menjadi tentengan masyara&amp;shy;kat Timur Tengah sebagai pengganti kantung plastik sehabis berbelanja dari supermarket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya, kini semakin menjadi tidak wajar, ketika hari-hari masyarakat Desa Cib&amp;shy;eu&amp;shy;reum dan sekitarnya hingga keperbatasan Kabupaten Lebak kehidupan&amp;shy;nya masih diba&amp;shy;wah garis kemiskinan. Lukisan yang sangat kontras manakala hasil karya mereka dalam bentuk barang setengah jadi kemudian diki&amp;shy;rim ke wilayah Priangan, lalu diolah menjadi barang jadi dan diekspor ke Timur Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa disadari, kreatifitas masyarakat Ka&amp;shy;bupaten Pandeglang tersebut ternyata mem&amp;shy;punyai nilai lebih. Apalagi bila dikelola secara maksimal dengan manajemen yang profe&amp;shy;sion&amp;shy;al. Buntutnya, bila dikelola dengan baik dengan dukungan penuh dari Pemkab setem&amp;shy;pat, tidak bisa dipungkiri bakal menghasilkan tambahan pendapatan asli daerah (PAD), dan tentu saja masyarakat perajin terangkat kehidupannya secara ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penuturan kaum ibu, anyaman pandan tidak hanya untuk dibuat tas (slipi, red) me&amp;shy;lain&amp;shy;kan berbagai asesoris lainnya. Sebut saja, tas kecil sebagai souvenir khas Pandeg&amp;shy;lang, topi dan lainnya. Tidaklah aneh bila di sebuah hotel dikawasan pantai Tanjung Lesung, kita mungkin menjumpai seorang wisatawan memakai sandal dengan bahan bakunya dari pandan yang telah dianyam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila saja, pengambil kebijakan dan peng&amp;shy;giat wisata lokal mau peduli, hasil kerajinan anyaman pandan ini bisa konsumsi masya&amp;shy;rakat wisata yang tersebar dikawasan pantai Tanjung Lesung, Carita hingga Anyer. Semisal saja, untuk sekedar menahan panas, wisata&amp;shy;wan dikawasan pantai Carita bisa memakai topi pandan. Selain kesannya alami, juga sangat ramah lingkungan. bahkan bila rusak dan dibuang bisa menambah kesuburan tanah, karena cepat lapuknya dibanding bahan-bahan dari plastik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan produk anyaman pandan sudah sangat meningkat, terkenal dimana-mana. Saatnya untuk serius berpihak ke me&amp;shy;re&amp;shy;ka. Melalui perkuatan manajemen dan se&amp;shy;abreg persoalan lain yang selalu melilit mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya sosok Rawiah, wanita yang berusia 85 tahun ini, mengatakan, bahwa diri&amp;shy;nya sudah sejak kecil diajari orang tuanya menganyam tikar dari pandan. Namun dalam pengakuannya, belum pernah mendapatkan bantuan modal untuk peningkatan usahanya. Padahal usahanya ini sudah melanglang buana ke seluruh negeri, bahkan mancane&amp;shy;gara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Ibu mah ti alit ngadamel ieu samak pan&amp;shy;dan, balajarna ti kolot ibu. Nuhun, ieu tina sa&amp;shy;mak bae ibu tiasa nyakolakeun anak. Upami eta bantuan ti pamarentah tacan pernah aya. Ulah ning bantuan, jalan bae geh sakitu bae, padahal urang hayang maju&lt;/em&gt;. (Ibu sejak kecil sudah membuat tikar dari pandan, belajar dari orang rua, dari membuat tikar saja ibu bisa me&amp;shy;nye&amp;shy;&amp;shy;ko&amp;shy;lah&amp;shy;kan anak. Jangankan bantuan, jalan saja seperti itu. padahal kita ingin ma&amp;shy;ju),” katanya sambil terus mengerjakan anyam&amp;shy;an tikar yang belum kelar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suntikan Modal&lt;br /&gt;Melihat dari dekat kehidupan para perajin anyaman pandan di Desa Cibeu&amp;shy;reum, Banjar, Pandeglang nampak jelas, ekonomi rakyat harus berjalan sedirian. Tidaklah heran, bila ma&amp;shy;syarakat perajin pandan yang bermodal&amp;shy;kan ‘dengkul’ mam&amp;shy;pu menghidupi keluarga&amp;shy;nya sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak memang &lt;a href="http://www.formulabisnis.com/?id=roji"&gt;kucuran-kucuran dana &lt;/a&gt;untuk membantu pemberdayaan ekonomi masyarakat bawah. sebut saja program pe&amp;shy;ngembangan Kecamatan (PPK), Usaha Eko&amp;shy;no&amp;shy;mi Desa Simpan Pinjam (UED-SP), Kredit Usaha Tani (KUT) dan seabrek bantun modal lainnya. Namun program-program bantuan permodalan yang ditujukan untuk mengcover ekonomi rakyat kecil tersebut ternyata belum menyentuh kehidupan masyarakat Desa Cibeureum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih sumber di Kantor Koperasi Pandeg&amp;shy;lang, sentra tikar pandan ini merupakan sentra rumahan, artinya lebih dari 300 kepala keluarga membuat tikar pandan itu di rumah masing-masing. Namun untuk pemasaran&amp;shy;nya mereka mereka mempercayakan pada menejemen koperasi Pasar Cikeper (Kopaci). Koperasi inilah yang selalu melakukan pema&amp;shy;sar&amp;shy;an produk anyaman berupa barang sete&amp;shy;ngah jadi ke wilayah Tasikmalaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rata-rata satu orang perajin dalam sehari sanggup menghasilkan tidak kurang dari tujuh helai anyaman. Penghasilan mereka seka&amp;shy;rang ini sesuai banyaknya anyaman yang di&amp;shy;hasilkan. Namun dalam sebulan tidak kurang dari Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu, dikan&amp;shy;tongi perajin. Pada kemarau ini kayanya produksi menurun, karena untuk bahan baku saja kadang-kadang mereka harus menem&amp;shy;puh jauh ke pesisir pantai,” ungkap sumber tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi kesulitan bahan baku saat kema&amp;shy;rau dibenarkan pula oleh Ketua Kopaci, Edi. Menurutnya, aki&amp;shy;bat kemarau berkepanjangan po&amp;shy;hon pandan kurang subur. Untuk me&amp;shy;nang&amp;shy;gu&amp;shy;langi&amp;shy;nya mereka meng&amp;shy;ambil dari kawasan pantai Binua&amp;shy;ngeun dan Cibaliung. Namun itu ti&amp;shy;dak menjadi kendala berarti kare&amp;shy;na sudah ada persetujuan antara pihak Koperasi dengan pengelola per&amp;shy;kebunan yang mempunyai pan&amp;shy;tai dan ditumbuhi pandan berduri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor permodalan dirasakan Edi, sebuah kendala utama, apalagi bila pesan&amp;shy;an melon&amp;shy;jak sementara kemampuan keuangan Kope&amp;shy;rasi untuk membeli hasil anyaman warga desa sangat terbatas. Aki&amp;shy;batnya, dalam kon&amp;shy;disi tersebut tidak jarang para pengusaha anyam&amp;shy;&amp;shy;&amp;shy;an dari luar daerah terka&amp;shy;dang langsung datang kesentra, tentunya dengan modal yang cukup. Bila hal tersebut sudah terjadi pihak Koperasi, menurut Edi, hanya bisa berlapang dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat permodalan Koperasi yang terba&amp;shy;tas, utamanya untuk membeli hasil kerajinan yang melimpah sesuai dengan permin&amp;shy;ta&amp;shy;an, menjadikan kondisi sentra anyaman pandan di kawasan Desa Cibeureum masih berjalan apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Modal salah satu kendala bagi kita. Sekarang ini untuk menampung semua hasil perajin pandan pun ditampung dan dibeli oleh Koperasi tapi masih bentu uang pribadi peng&amp;shy;urus yang sangat terbatas. Dana ca&amp;shy;dangan Koperasi pun belum seberapa. Tapi ka&amp;shy;lau modal ada, sepertinya peningkatan pro&amp;shy;duk akan memenuhi kebutuhan konsu&amp;shy;men, dan kebutuhan akan anyaman pandan ini sangat besar sekali peminatnya,” jelas&amp;shy;nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar Terbuka&lt;br /&gt;Tak dinyana, bila selama ini hasil karya war&amp;shy;ga Pandeglang tersebut banyak berte&amp;shy;bar&amp;shy;an di bumi Priangan. Bahkan dari sini pula anyaman setengah jadi tersebut diolah kem&amp;shy;bali untuk di hijrahkan ke Jajirah Arab. Pan&amp;shy;jang memang, untuk diceritakan. Tapi itulah sebuah realita, ketidakber&amp;shy;dayaan ekonomi reakyat di Pandeglang, guna mengangkat harkat martabatnya sendiri. Bila karya terse&amp;shy;but, bisa hijrah ke Jajirah Arabia melalui bumi Priangan, kenapa tidak dari Banten saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini boleh jadi warga Pandeglang sekalipun, ketika di lokasi Pangandaran, An&amp;shy;col maupun obyek isata yang tersebar di bu&amp;shy;mi Banten, menyangka topi pandan yang sudah dibentuk sedemikian rupa dihasilkan sepenuhnya oleh perajin-perajin kaki gunung Galunggung. Anggapan tersebut sah-sah sa&amp;shy;ja, terlebih masyarakat Banten dan Pandeg&amp;shy;lang khususnya, lebih mengenal warga Ta&amp;shy;simalaya sebagai wiraswastawan unggul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu, kerajinan mereka selalu dipasarkan secara keliling keberbagai pelosok Banten. Selain itu, disana produk anyaman ini bisa didapatkan dengan mudah, mulai dari tikar, tas, topi dan lain sebagainya tersedia disana, sehingga nasib anyaman pan&amp;shy;&amp;shy;dan Cibeu&amp;shy;reum, seperti tamu di rumah sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Desa yang masih akrab dengan rumah-rumah sederhana, berdindingkan bilik, cermin sebuah desa yang masih terting&amp;shy;gal setiap minggunnya tidak kurang dari 2 ribu kodi selalu dikirim ke kawasan Tasik&amp;shy;malaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain ke wilayah Tasikmalaya, anyaman pandan yang berbentuk barang jadi berupa tikar, pernah mang&amp;shy;alami masa jaya sewaktu harga cengkeh masih menjadi prima&amp;shy;dona. Saat itu, kenang Edi, bila membawa kodian tikar di ka&amp;shy;was&amp;shy;an Lampung tidak harus me&amp;shy;nung&amp;shy;gu lama. Begitu turun dari mobil tikar pandannya langsung dibo&amp;shy;rong. Dikawasan ini tikar pandan dipakai warga untuk menjemur cengkeh dan kopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ketika cengkeh tidak lagi menjadi primadona, pema&amp;shy;saran ke ilayah Sumatera tersebut mulai berkurang dan akhirnya dilempar ke wilayah Tasikmalaya, walaupun dengan sistem barang setengah jadi. Tentu&amp;shy;nya harganya&amp;shy;pun tidak mahal, karena belum menjadi produk utuh, topi atau tikar misalnya. Tapi di Tasik inilah barang-barang tersebut menjadi primadona ekspor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam nalar bisnis, tentunya yang meng&amp;shy;ambil untung lebih, tidaklah pengusaha-pengusaha Tasik dan Pemerintah Daerahnya sendiri, bisa dibayangkan berapa kjumlah PAD yang tersedot dari sektor ini. Sementara dikampung asalnya Cibeureum, jalannya pun masih belubang-lubang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam skala harga normal, ungkap Edi, satu kali pengiriman ke Tasikmalaya bisa mengha&amp;shy;silkan uang sekitar 160 juta rupiah. Itu pun masih kotor, karena koperasi harus membeli lagi dari para perajin berikut biaya operasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dimaksimalkan dengan kondisi modal yang ideal, perputaran uang dikawasan Ci&amp;shy;keper, Pandeglang perbulan&amp;shy;nya bisa men&amp;shy;capai 640 juta rupiah. Itu bila dikelola sepe&amp;shy;nuh&amp;shy;nya di kawasan Pandeg&amp;shy;lang. Rasionya, satu minggu mereka mampu mengirim hasil anyaman ke Tasikmalaya tidak kurang dari 2 ribu kodi. Perkodinya dihargai 80 ribu rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun jua, apa yang diungkapkan Edi, harus menjadi kepedulian semua pihak. Gembar-gembor pemberda&amp;shy;yaan Koperasi dan UKM tak lebih sebuah oase ditengah bergelimangnya bantuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterbatasan ak&amp;shy;ses informasi tidak lantas membuat warga desa harus berjalan sen&amp;shy;dirian. Mereka perlu sebuah sentuhan berarti. Semakna dengan karya yang telah mereka persembahkan. Seperti halnya sosok Ra&amp;shy;wiah, di usianya yang senja masih tetap berkarya. Saatnya kita berpihak?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
pub_zona = "-1";
pub_lokasi = "6228";
pub_model = "1";
adspeedy_br = "660099";
adspeedy_bg = "ffffff";
adspeedy_t1 = "0000CC";
adspeedy_t2 = "000000";
adspeedy_t5 = "0000CC";
url = "http://www.adspeedy.com/ppc";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript" src="http://www.adspeedy.com/ppc/tayang.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3250431985131768685-1616729292613495780?l=saerojiforbis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/feeds/1616729292613495780/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3250431985131768685&amp;postID=1616729292613495780' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/1616729292613495780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/1616729292613495780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/2009/06/dibalik-geliat-anyaman-pandan-perlu.html' title='Dibalik Geliat Anyaman Pandan, Perlu Sentuhan Manajemen dan Permodalan'/><author><name>Saeroji Alghazaly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3250431985131768685.post-1139271692610758485</id><published>2009-06-24T18:29:00.000-07:00</published><updated>2010-08-16T09:47:27.895-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>Tentang Koperasi</title><content type='html'>Perkoperasian di Indonesia diatur dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945, dan bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk koperasi yang ada saat ini yaitu, Koperasi Primer, yaitu koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan orang-perorangan, serta koperasi sekunder, yaitu koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan koperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fungsi dan Peranan Koperasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khusunya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berperan serta aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Prinsip-Prinsip Koperasi&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka.&lt;br /&gt;2. Pengelolaan dilakukan secara demokratis&lt;br /&gt;3. Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besar jasa usaha anggota.&lt;br /&gt;4. Pemberian balas jasa terbatas terhadap modal.&lt;br /&gt;5. Mandiri, tidak tergantung kepada pihak lain.&lt;br /&gt;6. Pendidikan perkoperasian untuk mewujudkan tujuan koperasi.&lt;br /&gt;7. Kerjasama antar koperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pendirian dan Badan Hukum&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Untuk mendirikan sebuah Koperasi Primer dibutuhkan minimal 20 (dua puluh) orang yang mempunyai kegiatan dan kepentingan ekonomi yang sama, misalnya sejumlah Karyawan dari sebuah perusahaan atau sekumpulan pedagang di sebuah Pasar. Sedangkan suatu Koperasi Sekunder diben&amp;shy;tuk oleh sekurang-kurangnya 3 (tiga) Koperasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pembentukan sebuah koperasi dilaku&amp;shy;kan dengan membuat AKTA Pendirian yang memuat Anggaran Dasar. Koperasi akan memperoleh Badan Hukum setelah akta pendiriannya disahkan oleh Pemerintah. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk mendapatkan pengesahan Badan Hukum Koperasi, para pendiri harus mengajukan permintaan tertulis disertai Akta Pendirian Koperasi, berita acara rapat pembentukan Koperasi, surat bukti penyetoran modal (minimal sebesar simpanan pokok), serta rencana awal kegiatan Koperasi. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengesahan Akta Pendirian Koperasi akan diberikan paling lama 3 (tiga) bulan setelah diterimanya permintaan pengesah&amp;shy;an dan akan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia. (Sesuai Pasal 10 ayat 2 &amp;amp; 3 UU No.25 tahun 1992)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anggaran Dasar Koperasi dapat diubah, jika Rapat Anggota menghendakinya, dan apabila perubahan menyangkut pengga&amp;shy;bung&amp;shy;an, pembagian, dan perubahan bidang usaha Koperasi, harus dimintakan penge&amp;shy;sah&amp;shy;an dinas terkait (Kantor/Dinas Koperasi, Kementerian Koperasi).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penggabungan (amalgamasi) dan peleburan Koperasi dapat dilakukan dengan pertimbangan pengembangan dan/atau efisiensi usaha pengelolaan Koperasi sesuai dengan kepentingan anggota. Penggabungan atau peleburan Koperasi dilakukan dengan persetujuan Rapat Anggota masing-masing Koperasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perangkat organisasi pada Koperasi adalah Rapat Anggota, Pengurs, dan Pengawas. Rapat Anggota Koperasi merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam Koperasi. Rapat Anggota berhak meminta keterangan dan pertanggung&amp;shy;jawab&amp;shy;an Pengurus dan Pengawas mengenai pengelolaan Koperasi, dan dilakukan paling sedikit sekali setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kewajiban Anggota &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta keputusan yang telah disepakati dalam Rapat Anggota&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berpartisipasi dalam kegiatan usaha yang diselenggarakan Koperasi &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengembangkan dan memelihara kebersamaan berdasarkan asas kekeluargaan. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hak Anggota&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1. Menghadiri, menyatakan pendapat, dan memberikan suara dalam Rapat Anggota&lt;br /&gt;2. Memilih dan/atau dipilih menjadi anggota Pengurus atau Pengawas&lt;br /&gt;3. Meminta diadakan Rapat Anggota menurut ketentuan dalam Anggaran Dasar&lt;br /&gt;4. Mengemukakan pendapat atau saran kepada Pengurus di luar Rapat Anggota&lt;br /&gt;5. Memanfaatkan Koperasi dan mendapat pelayanan yang sama antara sesama anggota&lt;br /&gt;6. Mendapatkan keterangan mengenai perkembangan Koperasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pengelolaan Usaha&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Organisasi sebuah Koperasi mempu&amp;shy;nyai perangkat yang terdiri dari Rapat Anggota, Pengurus dan Pengawas. Pengelola dalam sebuah Koperasi merupa&amp;shy;kan pemegang kuasa dari Pengurus Koperasi yang diberi wewenang untuk mengelola usaha dan merupakan hubungan kerja atas dasar perikatan, sedangkan tanggung jawab Pengurus mengenai segala kegiatan pengelolaan Koperasi dan usahanya kepada Rapat Anggota tidak menjadi berkurang. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengurus dan Pengawas Koperasi dipilih dari dan oleh anggota Koperasi dalam Rapat Anggota. Pengurus mempu&amp;shy;nyai masa jabatan paling lama 5 (lima) tahun, dan merupakan pemegang kuasa Rapat Anggota. Untuk pertama kali, susunan Pengurus dicantumkan dalam Akta Pendirian Koperasi &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengurus koperasi, baik secara bersama-sama, maupun sendiri-sendiri, menanggung kerugian yang diderita Koperasi, karena tindakan yang dilakukan dengan kesengajaan dan kelalaiannya, dan apabila dilakukan dengan kesengajaan, tidak menutup kemungkinan bagi penuntut umum untuk melakukan penuntutan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tugas dari Pengawas Koperasi adalah melakukan pengawasan terhadap pelaksa&amp;shy;na&amp;shy;an kebijaksanaan dan pengelolaan Koperasi serta membuat laporan tertulis tentang hasil pengawasannya, dan Pengawas berwenang meneliti catatan yang ada pada Koperasi serta mendapat&amp;shy;kan segala keterangan yang diperlukan. Koperasi dapat meminta jasa audit kepada Akuntan Publik dalam rangka peningkatan efisiensi, pengelolaan yang bersifat terbuka, dan melindungi pihak yang berkepentingan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Modal koperasi terdiri dari modal sendiri, berupa Simpanan pokok dan Wajib, &lt;a href="http://www.formulabisnis.com/?id=roji"&gt;Dana Cadangan&lt;/a&gt;, serta Hibah, dan modal pinjaman dari anggota, koperasi lainnya, Bank atau Lembaga Keuangan Lain, penerbitan obligasi, serta sumber lain yang sah, dan Koperasi dapat pula melakukan pemupukan modal yang berasal dari penyertaan.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
pub_zona = "-1";
pub_lokasi = "6228";
pub_model = "1";
adspeedy_br = "660099";
adspeedy_bg = "ffffff";
adspeedy_t1 = "0000CC";
adspeedy_t2 = "000000";
adspeedy_t5 = "0000CC";
url = "http://www.adspeedy.com/ppc";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript" src="http://www.adspeedy.com/ppc/tayang.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3250431985131768685-1139271692610758485?l=saerojiforbis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/feeds/1139271692610758485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3250431985131768685&amp;postID=1139271692610758485' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/1139271692610758485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/1139271692610758485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/2009/06/tentang-koperasi.html' title='Tentang Koperasi'/><author><name>Saeroji Alghazaly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3250431985131768685.post-360463749892118258</id><published>2009-06-24T09:46:00.000-07:00</published><updated>2010-08-16T09:47:48.664-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>LKM Syari’ah, Solusi Terbebas dari Riba</title><content type='html'>Sejak awal 1990-an mulai tumbuh dan berkembang lembaga keuangan mikro (LKM) yang menjalankan kegiatan usaha simpan pinjam dengan prinsip syariah. LKM syariah tersebut sebagian masih belum berbadan hukum, umumnya berbentuk Kelompok Swadaya Masyarakat. Namun terdapat pula LKM Syariah yang sudah berbadan hukum koperasi. Nama yang populer digunakan oleh LKM syariah tersebut adalah BMT, singkatan dari Baitul Maal wat Tamwil dari bahasa Arab yang berarti lembaga dana dan pembiayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahirnya LKM syariah ini, didasarkan atas pandangan sebagian masyarakat, khususnya dari masyarakat Islam, yang melarang perbuatan riba. Usaha simpan pinjam yang menerapkan imbalan berupa bunga dipandang termasuk perbuatan riba. Kegiatan bisnis yang sesuai dengan sya&amp;shy;ri&amp;shy;ah adalah yang menerapkan system bagi hasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PP No 9/1995 sebenarnya telah meng&amp;shy;antisipasi kemungkinan usaha simpan pinjam yang beroperasi dengan prinsip syariah tersebut, yaitu dengan dimungkinkannya usaha simpan pinjam oleh koperasi menerapkan imbalan dengan sistem bagi hasil. Oleh sebab itu, tidak ada halangan bagi warga masyarakat untuk mendirikan KSP syariah atau meng&amp;shy;gunakan nama Koperasi BMT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketentuan Dasar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ada dua hal ketentuan dasar dalam operasional KSP Syariah yang membeda&amp;shy;kan&amp;shy;nya dengan KSP non Syariah (konven&amp;shy;sional), yaitu:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Menerapkan &lt;a href="http://www.formulabisnis.com/?id=roji"&gt;sistem imbalan bagi hasil (profit sharing)&lt;/a&gt;, baik untuk simpanan dan tabungan angota maupun untuk pinjaman atau pembiayaan yang disa&amp;shy;lur&amp;shy;kan kepada anggota. Sistem imbalan bagi hasil ini, adalah penerapan dari ajaran Islam yang melarang setiap transaksi yang mengandung unsur riba. Jika pada KSP konvesional menerapkan imbalan bunga yang persentase nominalnya ditetapkan di depan, pada KSP Syariah, besar imbalan ditetapkan sesuai dengan perolehan riil bagi hasil KSP Syariah dari berbagai usaha anggota yang biayanya dengan berbagai skema pembiayaan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menanggung resiko secara bersama. Kalau pada KSP Konvensional menerap&amp;shy;kan bahwa resiko dalam menjalankan usaha berada pada anggota, dan tidak ikut menanggung kerugian jika usahanya merugi, maka pada KSP Syariah menerapkan hal yang sebalik&amp;shy;nya. KSP Syariah ikut menanggung dan berbagi kerugian dengan anggotanya yang usahanya mengalami kerugian, secara proporsional. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Operasionalisasi?&lt;br /&gt;Tidak ada perbedaan mendasar antara KSP syariah dengan KSP non syariah (konvensional) dalam kegiatan mobilisasi dana. Seluruh sumber permodalan pada KSP syariah sama persis dengan KSP konvesional, seperti modal sendiri (simpanan pokok, simpanan wajib, dana cadangan dan hibah), modal pinjaman dan modal penyertaan. Yang membedakannya hanyalah, dalam sistem imbalan terhadap tabungan dan simpanan berjangka, yaitu menerapkan sistem bagi hasil. Dalam hal ini, imbalan terhadap simpanan dan tabungan yang ditetapkan sebelumnya, tetapi berdasarkan perolehan bagi hasil KSP Syariah yang kemudian dibagi secara proporsional dengan jumlah simpanan atau tabungan anggota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis Pembiayaan&lt;br /&gt;Ada dua jenis pembiayaan utama yang berlaku di KSP syariah atau BMT, yaitu pertama: pembiayaan bagi hasil (profit sharing) dan kedua; pembiayan jual-beli (sale and purchase).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembiyaan dengan pola bagi hasil ini digunakan untuk membantu memecahkan kekurangan modal kerja dan investasi yang dihadapi anggota dalam kegiatan usaha yang mereka jalankan. Dalam hal ini ada 2 pola bagi hasil, yaitu: &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pembiayaan Mudharabah, adalah dari pembiayaan dari KSP syariah terhadap seluruh (100%) kebutuhan modal kerja yang secara rill dibutuhkan oleh peminjam dalam menjalankan usahanya. KSP syariah dalam hal ini disebut sebagai ‘shahibul maal’, sedangkan peminjam disebut sebagai ‘mudharib’. Peran dari peminjam hanya sebatas tenaga dan keahlian saja, sehingga resiko nominal seluruhnya ditanggung oleh KSP Syariah. Dengan pengertian ini, berarti seluruh kebutuhan investasi dan modal kerja disediakan oleh KSP syariah. Dengan skema ini, apabila proyek yang dibiayai mengalami kerugian, maka KSP syariah menanggung rugi nominal sedangkan mudharib tidak memperoleh apapun. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembiayaan Musyarakah, pada skema pembiayaan ini, KSP syariah hanya mempunyai sebagian saja dari kebutuhan modal usaha bagi peminjam. Bisa hanya 40% nya, bisa 50% dari kebutuhan atau mungkin lebih. Bagi hasil dari pembiayaan ini adalah proporsional sebanyak modal yang dilibatkan oleh KSP Syariah terhadap usaha tersebut. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Pola jual-beli&lt;br /&gt;Pembiayaan dengan pola jual beli digunakan untuk membantu memecahkan masalah yang dihadapi anggotanya ter&amp;shy;uta&amp;shy;ma untuk mendapatkan sarana kerja atau peralatan produksi untuk pengem&amp;shy;bang&amp;shy;&amp;shy;an kegiatan usaha yang mereka jalankan. Dalam hal ini juga ada 2 pola bagi hasil, yaitu: &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pembiayaan Murabah, Pengertian pembiayaan muharabah adalah, pem&amp;shy;biayaan oleh KSP syariah pada barang dengan harga pokok, kemudian disepakati nilai tambahnya dan kemudian dibayar oleh peminjam kepada BMT pada saat jatuh tempo, pada tanggal dan bulan yang disepakati dalam perjanjian. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembiayaan al Bai’ Bitsaman ‘Ajil (BBA), pembiayaan dengan pola jual beli, selain dengan skema Murabahah, dapat pula skema al Bai’ Bitsaman ‘Ajil (BBA), yakni pembiayaan atas pembelian pokok suatu barang, ditambah dengan marjin yang disepakati dan kemudian dibayar secara cicilan (angsuran). Perbedaan antara Al Murabahah dengan BBA terletak pada cara pembayarannya. Pada Murabahah, pembayaran dilaku&amp;shy;kan secara sekaligus, sedangkan pada BBA dilakukan secara angsuran atau cicilan.(&lt;a href="http://www.minibisnis.blog.plasa.com/"&gt;OZI)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
pub_zona = "-1";
pub_lokasi = "6228";
pub_model = "1";
adspeedy_br = "660099";
adspeedy_bg = "ffffff";
adspeedy_t1 = "0000CC";
adspeedy_t2 = "000000";
adspeedy_t5 = "0000CC";
url = "http://www.adspeedy.com/ppc";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript" src="http://www.adspeedy.com/ppc/tayang.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3250431985131768685-360463749892118258?l=saerojiforbis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/feeds/360463749892118258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3250431985131768685&amp;postID=360463749892118258' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/360463749892118258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/360463749892118258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/2009/06/lkm-syariah-solusi-terbebas-dari-riba.html' title='LKM Syari’ah, Solusi Terbebas dari Riba'/><author><name>Saeroji Alghazaly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3250431985131768685.post-8228964782961409678</id><published>2009-06-24T09:40:00.000-07:00</published><updated>2010-08-16T09:42:24.719-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO'/><title type='text'>Kisah Perajin ‘Duta Gerabah’ Banten</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Sentra Gerabah Bumi Jaya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa sangka, bila perkampungan yang tidak jauh dari pusat pemerintahan Provinsi Banten itu, ternyata menyimpan asset yang sangat berharga. Tangan-tangan terampil terus saja berkarya, mengolah tanah jadi keramik, bak sebuah tradisi leluhur kerajinan gerabah Panjunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerabah bumijaya, Ciruas Serang pernah mengalami puncak keemasan sekitar tahun 1990-an, jauh sebelum kepemimpinan Orde Baru jatuh. Saat itu, bukan sesuatu yang aneh, jika beberapa warga desa setiap bulannya selalu pulang pergi ke pulau Bali, sekedar memenuhi order gerabah pesanan langsung wisatawan manca, apalagi nilai tukar rupiah terhadap dolar masih bisa dibanggakan. Kalau pun di Bali mereka hanya menumpang di gerai-gerai punya orang, namun sedikitnya telah mampu merubah gaya hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan memang selalu membawa dampak positif maupun negatip. Itu pula yang dialami ratusan perajin gerabah di Bumijaya, Serang. merosotnya nilai tukar rupiah membuat bisnis gerabah mengalami kelesuan. Karena saat itu, wisatawan manca mulai hengkang dari bumi pertiwi akibat, tidak menentunya situasi politik dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak itu saja, dalam penuturan salah seorang maestro gerabah bumijaya, Tair, Pemerintah Kabupaten Serang, mengeluar­kan kebijakan, yang melarang perajin Gera­bah Bumijaya membawa tanah mereka ke Bali, kecuali dalam bentuk jadi (gerabah, red). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, perajin gerabah Bumijaya memang tidak jarang membawa bahan mentah dari kampungnya dan dibuat barang jadi di Bali. Kebijakan itu, tentu saja dengan pertimbangan untuk meningkatkan daya saing produk lokal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun cara seperti itu, ternyata sangat efektif dan murah. Perajin bisa menghindari pecahnya gerabah akibat benturan selama pengangkutan dari Serang menuju Bali, ongkosnya pun lebih murah. “Sejak kebi­jakan tersebut ada, kami dihadapkan pada mahalnya biaya. Apalagi membawa barang yang sudah jadi (gerabah) selalu saja ada yang pecah. Jelas kan, kami mengalami kerugian,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau dihadapkan pada masalah tersebut, ratusan tangan-tangan terampil terus saja berkarya, memenuhi pesanan juragan gerabah di pulau dewata. Seiring dengan pergantian kepemimpinan nasional kala itu, masa keemasan gerabah Bumija­ya akhirnya mengalami kemunduran. Bali kini, dimata perajin Bumijaya, tak lebih sebuah kisah hidup sekaligus sebuah pelipur lara bagi anak cucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banjir order yang sempat mampir dalam kehidupan warga ‘desa gerabah’ itu, kini seperti mimpi di siang bolong. Walau demikian, aktivitas perajin terus saja berjalan. Mereka rela berbasah keringat, walaupun kurang sebanding dengan rupiah yang didapat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tair misalnya, pria gaek ini yang dulu menjadi komandan ‘pasukan gerabah’ Bumijaya di Bali, kini hanya membuat gerabah bila ada pesanan saja. Kalau lagi kosong, ia hanya memandangi puluhan karyanya, yang berjejer di ruang belakang rumah, sekaligus sebagai workshop, tempatnya membuat gerabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengannya, tidak sedikit warga Bumijaya lainnya harus menerima kenya­­­­ta­­an pahit, terjerat dalam sistem ijon. Mereka membuat kerajinan dari tanah liat tersebut, setelah sebelumnya dipinjami uang oleh salah seorang juragan. Tentu saja, mereka mempunyai kewajiban men­jual karyanya tersebut, kepada yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat lebih jauh, karya yang dihasilkan sedikitpun tidak bisa memberi­kan nilai lebih. “Ya… mau gimana lagi. Kita terima saja apa adanya,” tutur beberapa perajin suatu ketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guna mengembalikan kejayaan gerabah Bumijaya, gerakan koperasi yang nyata, menjadi sebuah pilihan dan menjadi katup penyelamat. Namun demikian, dalam prakteknya masih menemui kesulitan. Faktornya, tentu saja masih lemahnya wawasan masyarakat akan pentingnya koperasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betulkah demikian? Tentunya tidak semua berpendapat demikian. Para alumni pulau dewata tersebut, ada yang mendiri­kan koperasi dengan jumlah anggotanya kini lebih dari 50 orang perajin. Namun demikian, dalam perjalanannya masih senang di jalur lambat. Tidak sedikit dari anggota koperasi yang mau bergabung menjadi anggota dengan harapan mendapat bantuan dari pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang semasa Menteri Koperasi Ali Marwan Hanan,  Koperasi Warga Bumijaya yang dikomandoi Ta’ir dan Bedi, dibawah dampingan BDS LeMPER, sempat meng­­­aju­­kan bantuan permodalan lewat program Modal Awal dan Padanan (MAP). Namun, demikian bantuan yang diharapkan tak kunjung terealisir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegigihan seorang Ta’ir, memang sudah teruji. Tidak lolos dalam program MAP, ia terus melakukan konsultasi dengan peng­­urus BDS LeMPER. Tentu saja, tidak dipungut bayaran. Melalui koperasi Warga Bumijya, para perajin terus saja mencari alternatif permodalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ter­akhir, sesuai dengan kesepakatan pengurus, mereka mengajukan bantuan ke Bukopin. Akankah nasib baik berpihak? Hanya waktu yang menjawab. Yang jelas, gerabah Bumijaya pernah menjadi duta Banten, mela­lui karya emas putra desa yang tergolong minus.(ozi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
pub_zona = "-1";
pub_lokasi = "6228";
pub_model = "1";
adspeedy_br = "660099";
adspeedy_bg = "ffffff";
adspeedy_t1 = "0000CC";
adspeedy_t2 = "000000";
adspeedy_t5 = "0000CC";
url = "http://www.adspeedy.com/ppc";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript" src="http://www.adspeedy.com/ppc/tayang.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3250431985131768685-8228964782961409678?l=saerojiforbis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/feeds/8228964782961409678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3250431985131768685&amp;postID=8228964782961409678' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/8228964782961409678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/8228964782961409678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/2009/06/kisah-perajin-duta-gerabah-banten.html' title='&lt;strong&gt;Kisah Perajin ‘Duta Gerabah’ Banten&lt;/strong&gt;'/><author><name>Saeroji Alghazaly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3250431985131768685.post-8818511341866606792</id><published>2009-06-22T23:16:00.000-07:00</published><updated>2010-08-16T09:42:51.102-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO'/><title type='text'>Geliat Perajin Sambigrowong Terganjal Alat Produksi</title><content type='html'>&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="color:#ffff66;"&gt;Perkampungan yang dulu sangat sepi itu kini mulai menggeliat. Sentuhan manajemen usaha, yang diberikan Layanan Pengembangan Bisnis (LPB) P-3M STIA MY Banten mulai menampakan hasil. Berbekal rasa kebersamaan dalam memajukan usaha, kiprahnya kini terlihat nyata.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="color:#ffff66;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="color:#ffff66;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#ffff66;"&gt;Setelah menempuh perjalanan dengan pemandangan kanan kiri jalan areal persawahan, kemudian melewati perkampungan yang kondisi rumahnya sangat memprihatinkan, akhirnya Tim Swa UMKM sampai juga di perkampungan yang menjadi sentra garmen, dengan posisi arah timur laut dari Kota Serang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#ffff66;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#ffff66;"&gt;Sambigrowong, demikian nama perkampungan yang kini mulai berbenah, utamanya dalam peningkatan ekonomi rakyat. Lokasi tepatnya di Kelurahan Sukawana, Kecamatan Serang, Banten. Bila dilihat sepintas, hingga kini perkam&amp;shy;pungan tersebut sangatlah ketinggalan. Walaupun jarak dari wilayah perkotaan Kabupaten Serang tidak jauh dan hanya membutuhkan waktu sekitar lima belas menit saja, tapi daerah tersebut, seperti belum tersentuh pembangunan secara maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal wiraswasta, Sambigrowong dari dulu sudah banyak melahirkan wirausa&amp;shy;hawan yang potensial. hanya saja, tempo lalu sentuhan program pemerintah seolah belum menyentuh kehidupan warga. Kalaupun ada, hanyalah lipstik belaka, layaknya sebuah kebijakan yang bersifat top down.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari masih banyaknya sentra-sentra industri kecil di Provinsi Banten, hasil sentuhan program Kementerian Koperasi dan UKM melalui Dinas Perindag&amp;shy;kop Provinsi Banten, setidaknya melihat dari dekat geliat ekonomi rakyat di Sambigrowong, dengan aktifitas sentra garmennya, sedikit terjawab dan mulai terlihat nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 150 KK, kini 40 KK di kampung tersebut sudah memiliki pekerjaan yang layak. Usaha garmen sendiri adalah usaha turun menurun, yang konon katanya sudah beberapa angkatan menekuni bidang garmen. Walaupun berawal dari usaha keluarga, pada akhirnya usaha inilah yang bisa merekrut tenaga kerja dan bisa mem&amp;shy;perbaiki ekonomi keluarga secara langsung. Menurut data dari koperasi setem&amp;shy;pat, tidak kurang dari 130 tenaga kerja yang terserap dalam usaha tersebut, di saat orang kebanyakan bingung mencari kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ffff66;"&gt;&lt;strong&gt;Teknologi Rumahan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Mendengar sentra garmen, bayangan kita hampir pasti berilustrasi dengan onggokan mesin-mesin yang berputar tiada henti, layaknya industri. Janganlah heran, bila di sentra garmen Sambigrowong tidak melihat pemandangan itu. Tak terlihat pabrik, apalagi ruangan produksi yang terlihat sesak dengan kesibukan para buruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini para perajin mengerjakan produksinya memang unik, mereka bersama-sama anggota keluarganya, tiga sampai tujuh orang mengerjakan kerajinan garmen dirumahnya masing-masing. Walaupun ruangan yang tersedia hanya berukuran 2 x 3 meter, ternyata setiap bulannya mereka bisa menghasilkan berlosin-losin potong pakaian yang siap jual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penuturan beberapa perajin, selama ini, jenis pakaian yang diproduksi tergantung dari pesanan. Guna memenuhi permintaan pasar lokal Banten dan Jakarta, para perajin memproduksi jenis setelan olahraga, pakaian seragam sekolah dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Derap irama mesin jahit seolah mengikuti terus perjuangan usaha bidang garmen yang tak kenal henti. Modal boleh saja pas-pasan, namun motivasi mengubah nasib kea rah yang lebih baik bagi penduduk setempat nampak sangat kuat. Itu terbukti, dari sekian banyak lahan pekerjaan usaha bidang garmenlah yang banyak ditekuni dan mampu menopang kehidupannya sehari-hari. Kendatipun banyak tantangan yang dihadapi perajin, misalnya masalah permodalan dan pemasaran yang makin hari makin terasa sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak itu saja, dibalik melambungnya nama kampung, ternyata bahan baku belum bisa dipasok seratus persen dari daerah sendiri. Masalahnya, apalagi kalu bukan faktor harga yang relatif mahal. Para perajin selama ini untuk memperoleh bahan kain dan bordiran, masih meng&amp;shy;andalkan pasar Jakarta. Menurut mereka, selain banyak bahan yang bisa dipilih, harganya pun relatif murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendala lain yang sering dikeluhkan oleh perajin, permodalan yang belum maksimal ditambah teknologi yang kurang mendukung, semisal mesin jahit dan obras yang sudah jauh ketinggalan. Kondisi yang jauh berbeda dengan industri garmen di daerah lain, utamanya di kawasan Priang&amp;shy;&amp;shy;an. Akibatnya, sangat berpengaruh terhadap hasil produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logikanya, mereka pengusaha garmen daerah lain seperti Bandung dan Jakarta, dalam satu jam bisa menghasilkan lima potong, tenaga kerja yang sangat banyak dengan biaya oprasional yang relatif rendah. Yang terjadi dan dialami para perajin Sambigrowong yang tergabung dalam koperasi “Wana Garmen”, dalam satu jam hanya mampu menghasilkan dua potang saja. Itu pun, dengan tenaga kerja yang sangat sedikit ditambah biaya oprasional yang lumayan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bidang pemasaran, menembus pasar yang lebih luas harus berhadapan dengan produk dari daerah lain dengan kualitas yang bagus dan harganya relatif murah. Sebut saja, hasil produksi dari Kota Kembang, yang selama ini produknya menguasai sebagian pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampak jelas, kekurangan perajin garmen Sambigrowong hanyalah alat produksi yang sudah jauh ketinggalan, sehingga berdampak pada kuantitas dan kualitas produksi, yang bermuara pada keharusan bersaing di pasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ffff66;"&gt;&lt;strong&gt;Bantuan MAP&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Peran pemerintah dalam memberdaya&amp;shy;kan dan mengembangkan sektor usaha kecil memang sebuah keniscayaan. Sektor kerakyatan ini, selain relatif tidak berma&amp;shy;salah namun menyimpan potensi besar dalam memberikan andil terhadap kas daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit lega, dalam Program pemba&amp;shy;ngunan nasional (propenas) era Megawati, terlihat arah pembangunan ekonomi bangsa ini yang mengedepankan sektor Koperasi dan UKM. Namun demikian, dukungan dunia perbankan tetap saja masih condong kepada pengusaha besar. Bantuan-bantuan permodalan dari peme&amp;shy;rintah, nampak hanya sebatas stimulan, MAP misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perajin garmen yang tergabung dalam “Wana Garmen” sedikit boleh bangga. Setidaknya, tahun 2001 lalu, berhasil mendapatkan modal pinjaman berupa Modal Awal Padanan (MAP) dari pemerin&amp;shy;tah pusat dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM RI. Sebuah bukti, sentra garmen Sambigrowong sudah bisa dilirik dan disejajarkan dengan produk garmen lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha di bidang garmen memang sangat menjanjikan. Setidaknya, itu pula yang dituturkan H Harun, yang sudah lama melang melintang dalam dunia garmen. “Alhamdulillah, usaha kecil bidang garmen di Sambigrowong bisa tetap eksis, ini dikarenakan peluang bidang ini sangat menjanjikan bila ditekuni. Bagaiamanpun juga, usaha ini bisa menghidupi anggota keluarga saya sejak dulu,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tidak menjanjikan, menurut Harun, toh selama ini pengasilan rata-rata yang diperoleh keluarga dalam setiap bulannya, mencapai tiga hingga sembilan jutaan. Itu untuk bulan-bulan biasa. Tapi, untuk bulan 6 sampai bulan 12 tidak sedikit yang berpenghasilan lebih dari bulan biasa, dikarenakan musim masuk sekolah, sehingga permintaan pasar banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebetulnya untuk bulan-bulan tersebutlah panennya pengusaha kecil garmen Sambigrowong. Namun pada sisi lain, kita masih menemukan kendala yang cukup pelik, karena permintaan pasar yang cukup besar, tapi keadaan alat produksi yang tidak canggih dan terbatas, sehingga kadang permintan pasar tidak bisa terpenuhi secara keseluruhan,” lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapannya, kedepan pemerintah bisa lebih memperhatikan pengusaha lokal. setidaknya melalui usaha ini, masalah pengangguran bisa sedikit teratasi dan perekonomian masyarakat bisa tercukupi. “Untuk pemasaranpun kita akan mencoba masuk ke suatu daerah baik Jawa ataupun Sumatra. Asalkan tadi itu, alat produksi bisa lebih baik dari yang dipunyai perajin sekarang ini,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ffff66;"&gt;&lt;strong&gt;Koperasi Wana Garmen&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Awal berdirinya Koperasi Wana Garmen, didasari perkembangan sentra garmen Sambigrowong Desa Sukawana makin hari makin terlihat hasilnya. Hal itu untuk mengantisipasi jumlah 40 perajin yang semakin hari semakin bertambah dan telah mampu menyerap tenaga kerja. Dan didasari pula oleh perkembangan yang dirasakan sangat lamban, akibat kurangnya penanganan secara profesional, sehingga perlu menghimpun diri dalam suatu wadah kebersamaan usaha dalam bentuk wadah koperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koperasi Wana Garmen ini diprakarsai dan dibentuk oleh beberapa UKM garmen, dan telah mendapatkan pengesahan dari Dinas Perindagkop Serang dengan surat keputusan nomor 053/KEP/10.01/Subdin-Kop/XII/2002 tanggal 10 desember 2002.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#ffff66;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#ffff66;"&gt;Unit usaha yang disediakan koperasi adalah simpan pinjam, penyedian bahan baku konveksi, pemasaran hasil produksi konveksi, supplier dan perdagangan umum. Pada tahap awal, menurut Harun, unit usaha koperasi yang sudah berjalan adalah simpan pinjam, penyedian bahan baku konveksi dan pemasaran hasil produksi sentra garmen. Sedangkan produk yang dihasilkan adalah pakaian olahraga, pakaian seragam sekolah, celana panjang, celana pendek/sontog, jaket, rompi dan lain-lain. Saat ini sentra garmen dan koperasinya dalam binaan LPB/BDS P-3M STIA MY Banten, sejak 2001 lalu, yang diharapkan berdaya saing dalam menghadapi era globalisasi. (&lt;em&gt;saerojiforbis_doc&lt;/em&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
pub_zona = "-1";
pub_lokasi = "6228";
pub_model = "1";
adspeedy_br = "660099";
adspeedy_bg = "ffffff";
adspeedy_t1 = "0000CC";
adspeedy_t2 = "000000";
adspeedy_t5 = "0000CC";
url = "http://www.adspeedy.com/ppc";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript" src="http://www.adspeedy.com/ppc/tayang.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3250431985131768685-8818511341866606792?l=saerojiforbis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/feeds/8818511341866606792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3250431985131768685&amp;postID=8818511341866606792' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/8818511341866606792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/8818511341866606792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/2009/06/geliat-perajin-sambigrowong-terganjal.html' title='Geliat Perajin Sambigrowong Terganjal Alat Produksi'/><author><name>Saeroji Alghazaly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3250431985131768685.post-29599963092614667</id><published>2009-06-22T21:07:00.000-07:00</published><updated>2009-06-27T10:59:30.647-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>Otonomisasi dan Kemandirian Koperasi</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_O7JHN8q2edM/SkBWk65OQdI/AAAAAAAAABY/qFB0_P5AGVs/s1600-h/kamim2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350371549600694738" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 142px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_O7JHN8q2edM/SkBWk65OQdI/AAAAAAAAABY/qFB0_P5AGVs/s200/kamim2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Oleh: Kamim Rohener&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pemred Tabloid Grahita&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Konsepsi pembangunan koperasi selama orde baru yang membagi pembinaan dalam pembangunan koperasi kedalam tiga tahapan, pada hakikatnya adalah cukup baik, tetapi pola pembinaan yang demikian di satu sisi telah membuka celah bagi ekspansi pihak luar dalam pengambilan keputusan di koperasi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sedangkan di sisi lain, secara langsung maupun tidak langsung proses pembangunan koperasi dipengaruhi berbagai kepentingan yang tidak sejalan dengan kondisi tahapan pembangunan koperasi yang direncanakan.&lt;br /&gt;Akibatnya, kondisi dan keberhasilan pembangunan koperasi sama dengan kondisi dan keberhasilan pembangunan sektoral yang dikaitkan dengan pembangunan Koperasi. Hal yang demikian sangat tidak relevan dengan tujuan dan cita-cita pembangunan koperasi. Seperti misalnya, keberhasilan pembangunan koperasi yang berorientasi pada program swasembada beras, adalah sama dengan keberhasilan program itu sendiri, sedangkan pengembangan peran koperasi dalam dunia perberasan tidak berkembang seperti yang terlihat bahwa eksistensi koperasi untuk terlibat dalam pemasaran beras, yang bukan untuk pengadaan stok nasional hanya berkisar antara 3,2 sampai dengan 5,2 %.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dengan perkataan lain, koperasi melalui pola pembinaan masa itu belum diarahkan untuk bekerja secara efisien, sehingga tidak memiliki daya saing yang mampu mengangkatnya sejajar dengan perusahaan swasta (yang umumnya para pengusaha menengah).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Adanya anggapan bahwa pertumbuhan koperasi merupakan teka-teki dalam pembangunan juga sulit dimengerti, karena sesungguhnya peubah-peubah pembangunan koperasi dan indikator keberhasilannya baik mengacu pada teori-teori ekonomi maupun konsep normatif sudah cukup jelas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penyebab adanya kesenjangan dalam pembangunan dan ketertinggalan pertumbuhan koperasi dibandingkan sektor individual dan sektor negara juga cukup jelas, yaitu karena peubah lingkungan yang sangat dipengaruhi oleh orientasi pembangunan ekonomi (mengejar pertumbuhan melalui industrialisasi yang padat modal dan merupakan upaya optimalisasi potensi SDM, secara tidak mempersiapkan sistem kelembagaan yang efisien), adalah tidak kondusif bagi pembangunan koperasi. Lebih celaka lagi, karena otonomisasi atau yang pada waktu itu diorientasikan pada satu sisi keberhasilan koperasi yang bersifat kuantitatif.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dengan belajar dari pengalaman masa lalu dan memahami kondisi saat ini serta prediksi ke depan, maka telaahan yang lebih obyektif dan komprehensif mungkin dapat memberikan jalan keluar bagi upaya mempercepat pengembangan peran koperasi dalam sistem perekonomian nasional, yang merupakan indikator terwujudnya demokrasi di bidang ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Otonomisasi Koperasi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Secara diartikan sebagai upaya untuk menjadikan koperasi sebagai badan usaha ekonomi independen yang dapat mengambil keputusan sendiri dalam berusaha sejauh tidak bertentangan dengan norma/kaidah kaidah hukum yang berlaku. Pengertian otonomisasi juga diilustrasikan sebagai keterlepasan ikatan antara patron dan client-nya, dalam hubungan patron client leadership. Client dikatakan otonom, bila bisa mengambil keputusan sendiri untuk hidup dan mengembangkan kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dari pengertian tersebut dapat dikemukakan, indikator otonomisasi adalah keleluasaan pengambilan keputusan dari berbagai aspek usaha dari sejak perencanaan sampai dengan pendistribusian marjin yang bakal diperoleh. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dengan demikian otonomisasi memerlukan kesamaan persepsi tentang tujuan arah dan strategi pembangunan koperasi dari semua pihak yang terlibat baik gerakan koperasi, pemerintah sebagai pembina maupun unsur-unsur lainnya dalam sistem perekonomian nasional.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dari aspek historis keinginan untuk membangun koperasi yang otonom sudah dirintis sejak lama oleh Bung Hatta, tetapi pada masa itu kaitan koperasi dengan dunia politik sulit dipatahkan, sehingga koperasi banyak digunakan sebagai alat politik untuk kepentingan kelompok-kelompok tertentu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Di era orde baru kebijaksanaan untuk meletakkan kerangka landasan pembangunan pada periode awal pembangunan telah mengilhami keinginan membangun koperasi yang otonom. Untuk itu disusun konsep dan model koperasi yang otonom, yang di sebut dengan KUD model. Kekurangberhasilan pola KUD model kemudian melahirkan pemikiran kebijakasanaan menetapkan kriteria kemandirian koperasi dan melahirkan konsep pembinaan koperasi mandiri. Lahirnya kebijaksanaan tersebut menimbulkan pendebatan antara dua pihak, yaitu yang bersifat optimis dan yang bersikap skeptis.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pihak pertama kurang mempersoalkan substansi dari pemikiran otonomisasi, sedangkan kelompok kedua mempersoalkan hak otonomisasi. Karena dalam kriteria ini tidak di sebutkan seberapa jauh koperasi yang disebut mandiri, terlepas dari keterkaitannya pada program pemerintah (rasio perbandingan kegiatan program dan non program baik dari aspek jenis usaha volume usaha maupun SHU yang di peroleh). Yang jelas, konsep kemandirian koperasi juga tidak dihitungkan seberapa besar peningkatan daya saing koperasi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Usaha pembangunan koperasi merupakan kegiatan yang melibatkan berbagai kendala dan peubah baik internal maupun eksternal koperasi. Oleh sebab itu, untuk membangun koperasi yang otonom, diperlukan pendekatan yang mampu mengatasi berbagai kendala struktural dan juga mampu mengeleminir berbagai peubah ekstrim. Prasyarat tersebut belum terlihat, baik dalam konsep maupun penerapannya dalam pembangunan koperasi, baik dalam koperasi/KUD model maupun dalam konsep koperasi mandiri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sebuah kajian menunjukan bahwa bahwa dengan jumlah anggota yang semakin banyak ternyata koperasi belum mampu meningkatkan pelayananya. Anggota yang banyak adakalanya cukup rawan bagi pembangunan koperasi, karena di antara mereka banyak yang belum jelas motivasinya dan pemahamannya tentang koperasi, sehingga cenderung merugikan koperasi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jelaslah, bahwa esensi dan pendekatan pembangunan koperasi yang hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan ekonomi dari aspek kuantitatif nampak sulit untuk menjadikan koperasi sebagai otonom.(published by &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Swa_kukm&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
pub_zona = "-1";
pub_lokasi = "6228";
pub_model = "1";
adspeedy_br = "660099";
adspeedy_bg = "ffffff";
adspeedy_t1 = "0000CC";
adspeedy_t2 = "000000";
adspeedy_t5 = "0000CC";
url = "http://www.adspeedy.com/ppc";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript" src="http://www.adspeedy.com/ppc/tayang.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3250431985131768685-29599963092614667?l=saerojiforbis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/feeds/29599963092614667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3250431985131768685&amp;postID=29599963092614667' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/29599963092614667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/29599963092614667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/2009/06/otonomisasi-dan-kemandirian-koperasi.html' title='Otonomisasi dan Kemandirian Koperasi'/><author><name>Saeroji Alghazaly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_O7JHN8q2edM/SkBWk65OQdI/AAAAAAAAABY/qFB0_P5AGVs/s72-c/kamim2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3250431985131768685.post-7539131853483308424</id><published>2009-06-22T07:42:00.000-07:00</published><updated>2009-06-27T10:59:30.648-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>Revitalisasi Pemberdayaan KUKM di Banten</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Oleh: Setyo Heriyanto&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Provinsi Banten adalah termasuk provinsi yang relatif muda. Dengan usia yang muda tersebut tentu memiliki spirit/semangat dalam pembangunan yang menegejar ketinggalan dari provinsi lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dengan kondisi geografis yang unggul karena terletak di ujung barat pulau Jawa, serta berbatasan langsung dengan ibukota negara. Yang jelas Provinsi Banten banyak memiliki keuntungan karena: menghubungkan pulau Jawa dan pulau Sumatra, juga dapat menjadi penopang Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta yang sudah sedemikian padat. Tentunya hal ini harus di jadikan sebagai acuan pembangunan Provinsi Banten, terutama dalam sektor usaha mikro kecil menengah dan koperasi (UMKMK).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pembangunan UKM di Provinsi Banten, semestinya harus diarahkan untuk dapat mensupport kebutuhan masyarakat DKI, serta menjembatani arus barang dan jasa dari dan ke pulau Sumatra. Jadi usaha di bidang jasa transportasi, perdagangan serta produksi bahan-bahan kebutuhan pokok sangat besar peluangnya.&lt;br /&gt;Permasalahan yang muncul adalah bagaimana pembangunan di bidang  koperasi dan UKM? Tentu saja hal ini tidak terlepas dari target nasional yang ditetapkan oleh Kementrian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, sehingga pembangunan KUKM di Provinsi Banten juga harus menjadi bagian dalam mewujudkan 70.000 koperasi berkualitas dan menumbuhkan 6 jiwa wirausaha baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Provinsi  banten perlu segera merumuskan sasaran yang hendak dicapai sampai dengan tahun 2009, berapa jumlah koperasi berkualitas yang akan di wujudkan  dan berapa jumlah wirausaha baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu Kebijakan&lt;br /&gt;Dalam rangka pelaksanaan program pemberdayaan KUKM diperlukaan paket-paket kebijakan dari pemerintah daerah yang dapat mewujudkan iklim yang kondusif, keberpihakan serta partisipasi masyarakat yang meningkat. Ini sangat diperlukan karena pemberdayaan KUKM merupkan suatu hal yang melibatkkan seluruh unsur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kebijakan yang diperlukan meliputi bidang:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perizinan. Sebagaimana Perpres No 7 tahun 2006, maka segala bentuk perizinan harus dipercepat dengan prosedur yang mudah, dengan waktu penyelesaian dibawah 1 (satu) bulan. Hal yang demikiaan akan sangat membantu tumbuhnya wirausaha baru.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Peluang dalam mengakses sumber sumber daya produktif. Diperlukan adanya informasi  sumber-sumber daya produktif yang transparan kepada KUKM. Dengan demikian KUKM tidak akan kehilangan informasi atau momentum peluang usaha. Selama ini sumber daya produktif hanya diketahui dan diakses oleh perusahaan besar saja.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perlindungan. KUKM adalah termasuk katogeri ekonemi lemah. Adalah sangat tidak mungkin mengadu yang lemah dengan kuat dalam arena persaingan. Jadi KUKM memerlukan perlindungan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pembinaan dan pengembangan. Pembinaan dan pengembangan harus dilakukan terus menerus, ini terkait dengan karakter UKM yang mudah goyah dengan adanya perubahan yang disebabkan oleh faktor eksternal.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Konsistesi. Diperlukan keberpihakan yang terus menerus dari para stakeholders. Ini penting, sebab dengan adanya konsistensi kebijakan, perbaikan kebijakan, akan memperbaiki trend perkembangan KUKM.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Strategi Pemberdayaan&lt;br /&gt;Untuk melaksanaan pemberdayaan KUKM perlu ditempuh melalui strategi sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Membuat peta koperasi dan UKM. Untuk mengetahui sebaran dan kondisi  KUKM yang ada pada saat ini, dengan demikian akan dapat  disusun program yang lebih fokus.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Merumuskan kebutuhannya. Untuk mengetahui apa yang dibutuhkan, hambatan atau permasalahan apa yang dialami. Hal ini akan terkait dengan program yaang akan di susun.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menyusun program secara umum. Sehingga dapat di susun program yang tepat dan dapat mengatasi hambatan/permasalannya yang ada, karena sifat KUKM yang sangat  heterogen dari segi jenis usaha, maka diperlukan program dengan kegeiatan yang detail.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menyusun langkah strategi berupa “spesial treathment” untuk sasaran-sasaran yang bersifat khusus, terutama yang dapat menjadi lokomotif penggerak bagi KUKM lainnya. Berupa kegitan-kegiatan yang taktis, sehingga mempunyai dampak/multiflier yang besar dan merupakan daya ungkit (laverage) bagi KUKM potensial.    &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dalam rangka mengimplementasikan stategi tersebut diperlukan dukungan berupa pembangunan instrumen pendukung. Sebagaimana diketahui, instrumen pendukung yang diperlukan di bidang perekonomian diantaranya yang paling penting adalah berupa infrastruktur, sehingga dapat mendukung mobilitas dari KUKM.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tetapi disamping infrastruktur tersebut, sesuai dengan karakteristik KUKM, diperlukan instrumen lain yakni berupa:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lembaga keuangan yang khas dengan kebutuhan KUKM, dalam hal ini yang sesuai adalah membangun kopersi simpan pinjam. Sebagian besar usaha kecil/usaha mikro berada dibawah naungan KSP dalam memenuhi kebutuhan permodalan. Oleh karena itu KSP harus di perkuat. Ini penting karena usaha kecil/usaha mikro sulit mengakses modal bank komersial. Namun demikian, diperlukan pula lembaga  keuangan yang lain seperti pengembangan perusahaan modal ventura.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sarana/tempat promosi permanen yang dapat dijadikan sebagai media untuk mengenalkan produk-produk KUKM. Produk produk UKM pada umumnya tidak di kenal oleh masyarakat luas, karena kurangnya UKM dalam memproomosikan produknya, sehingga memerlukan media promosi. Diperlukan manajemen pengelolaan yang baik, sehingga KUKM potensial memiliki kesempatan mempromosikan  produknya. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sarana diklat yang representatif, dengan basic pelatihan yang mengacu pada kompetensi. Diklat-diklat UKM harus diorientasikan pada diklat yang berbasis kompetensi, sehingga diklat yang ada merupakan diklat yang betul-betul diperlukan, bukan diklat yang bersifat umum dan manajemen tidak diperlukan, tapi diklat yang diselengarakan setidaknya mengandung muatan: bagaimana membuat produk yang efisien, berapa harga pokoknya, apa dan bagaimana produk yang diperlukan pasar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Membangun jaringan pemasaran dan pusat informasi pasar. Ini adalah dalam rangka memperluas pasar produk-produk UKM. Hal ini terkait dengan kebutuhan jangka panjang, dimana pasar yang luas dapat  mencegah  terjadinya over produksi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mempercepat proses sertifikasai  tanah usaha kecil/mikro. Bagaimanapun juga UKM yang berkembang akan memerlukan dukungan kredit komersial dari perbankan, sehingga sertifikasi tanah UKM menjadi penting. Dalam hal ini diperlukan pendataan tanah dan bangunan milik KUKM yang belum bersertifikat, untuk didukung  melalui program  percepatan sertifikasi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pada akhirnya untuk memberdayakan KUKM tingkat keberhasilnya dapat diukur melalui target kuantitaif. Disamping target itu juga diperlukan terget kualitatif, target ini dapat di ukur melalui:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Peningkatan kontribusi UKM dalam menghasilkan PDRB. Pada saat diperlukan adanya data berapa persen kontribusi UKM dalam menghasilkan PDRB di Provinsi Banten, sehingga dapat ditetapkan setiap tahun akan dinaikan menjadi berapa persen. Dengan kenaikan tersebut input apa yang harus di masukaan  melalui APBD.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Peningkatan peranan UKM dalam menyerap angkatan kerja. Penyerapan tenaga merupakan suatu yang penting dalam rangka menyiapkan lapangan tenaga kerja produktif, sehingga dapat membantu mengatasi pengangguran.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Partisipasinya dalam menopang angka pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten. Tingkat pertumbuhan perekonomian baik nasional maupun daerah, juga ada bagian yang merupakan kontribusi dari UKM. Semakin besar peranan dari UKM dalam perrtumbuhan perekonomian suatu daerah, akan memperbaiki struktur dan distribusi pendapatan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Peranannya dalam perdagangan antara pulau/daerah atau export. Dalam hal ini adalah untuk menguji apakah memacu perdagangan antar daerah surplus atau defisit. Kalau defisit berarti UKM di daerah tersebut masih kurang produktif.  (&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;published by Swa_KUKM)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
pub_zona = "-1";
pub_lokasi = "6228";
pub_model = "1";
adspeedy_br = "660099";
adspeedy_bg = "ffffff";
adspeedy_t1 = "0000CC";
adspeedy_t2 = "000000";
adspeedy_t5 = "0000CC";
url = "http://www.adspeedy.com/ppc";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript" src="http://www.adspeedy.com/ppc/tayang.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3250431985131768685-7539131853483308424?l=saerojiforbis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/feeds/7539131853483308424/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3250431985131768685&amp;postID=7539131853483308424' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/7539131853483308424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/7539131853483308424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/2009/06/revitalisasi-pemberdayaan-kukm-di.html' title='Revitalisasi Pemberdayaan KUKM di Banten'/><author><name>Saeroji Alghazaly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3250431985131768685.post-982501493891426912</id><published>2009-06-21T05:35:00.000-07:00</published><updated>2009-06-27T10:59:30.648-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>Lembaga Penjamin Kredit Daerah (LPKD) dan ‘Avalis’ UKM di Banten</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Oleh: H E R Taufik&lt;br /&gt;(Staf Pengajar FE. Untirta dan Ketua STIE Banten)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Seperti halnya permasalahan Usaha kecil menengah (UKM) secara nasional, juga di Banten, diantaranya kesulitan pengajuan kredit yang sesuai dengan kebutuhan UKM. Sementara itu, perbankan mengalami keterbatasan untuk melayani UKM dalam jangkauan yang lebih luas. Disamping optimalisasi penyaluran kredit ke UKM terjadi kesenjangan antara skala kredit yang akan disalurkan dan kemampuan UKM untuk memenuhi skala ekonomis yang ditetapkan bank.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Adapun karakteristik permasalahan UKM di Banten, yang menonjol adalah keterbatasan syarat formal pinjaman ke bank, misalnya pemenuhan beberapa perizinan yang seringkali terbentur oleh masalah birokrasi; serta UKM yang tidak mendapatkan informasi lengkap tentang skim kredit perbankan yang sesuai dengan usahanya. Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah masih lemahnya kualitas SDM, serta tidak terdapatnya suatu pelatihan bagi para pengusaha kecil menengah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Tentu saja hal tersebut berdampak pada loan to deposit ratio (LDR) atau rasio pinjaman dan simpanan rata-rata bank yang berkisar 40% hingga 50%. Artinya, penyaluran dana oleh perbankan ke UKM belum dilakukan secara maksimal. Dengan demikian, daya serap kredit sektor UKM (2003) masih rendah karena dari sekitar Rp 42,3 triliun plafon kredit baru terserap Rp 26,9 triliun atau sekitar 64%. Kondisi ini pula yang menyebabkan iklim usaha yang belum kondusif bagi UKM. Kondusifitas ini selanjutnya berdampak kepada minimnya akses pelayanan dari lembaga penyedia jasa pengembangan usaha dan peningkatan produksi dan kualitasnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Dari permasalahan mendasar di atas, pertanyaan yang paling mendasar selanjutnya adalah mampukah UKM di Indonesia, khususnya UKM di Banten mampu bersaing di pasar global? Pertanyaan ini sebenarnya telah diuji secara empirik dalam badai krisis pada tahun 1997 yang memorak-porandakan roda perekonomian bangsa Indonesia. Berbagai sektor usaha dan perdagangan dibuat tidak menentu, bahkan tidak sedikit yang sampai jatuh gulung tikar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Dampaknyapun masih terasa sampai sekarang, dan kondisinya masih belum dapat dipulihkan sepenuhnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Dan hanya UKM yang mampu bertahan dibandingkan sektor lainnya. Hal itu disebabkan UKM tidak tergantung pada bahan baku impor yang harganya melambung di saat nilai kurs rupiah melemah. Akibatnya, UKM tetap bertahan karena menggunakan bahan baku lokal yang harganya relatif stabil. Ini adalah sebuah potensi, betapa peluang ke depan sebenarnya mampu diraih oleh UKM di tingkat global. Dengan potensinya yang cukup prosfektif, sebetulnya UKM mesti mendapat perhatian agar UKM mampu menjadi penopang bagi pemulihan perekonomian nasional; yang artinya berperan dalam perekonomian nasional dalam tingkat global.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Akan tetapi, sektor UKM belum sepenuhnya mendapat perhatian dan pemikiran kita bersama. Jika saja hal ini terus terjadi, maka potensi UKM yang belum berkembang secara optimal dewasa ini tidak dapat menjamin ia akan mampu bertahan menghadapi era globalisasi dan di berlakukannya WTO 2010 yang akan datang. Jadi diperlukan suatu persiapan yang tepat dan cepat menyongsong era pasar bebas yang semakin dekat tersebut. UKM harus dapat didorong dan berbagai kelemahan yang dimilikinya harus dapat diatasi supaya mampu bersaing dan tidak jatuh terlindas oleh kompetitor dari negara luar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Seperti yang telah disinggung sebelumnya, bahwa dari dari segi kualitas (ujian saat krisis ekonomi) UKM telah siap untuk menghadapi masa tersebut. Namun, dengan masih banyaknya kelemahan yang dimilikinya, cukup menghambat dalam perkembangan UKM, seperti lemahnya manajemen usaha yang dimilikinya, yang menyebabkan sistem manajemennya tidak proporsional. Masih jarang UKM yang melakukan analisis bagi usahanya sehingga mulai dari rencana kerja (business plan) sampai ke sistem evaluasi kinerja usaha yang dibuat secara tertulis dan resmi tidak dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Dana dan Lembaga Penjamin UKM&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Di tingkat permasalahan pendanaan, UKM dihadapkan kepada kendala prosedur yang harus dilewatinya, juga terdapatnya beban biaya bunga yang relatif tinggi. Selain itu, masalah klasik yang sering kita dengar dalam hal pendanaan dari bank adalah masalah kolateral atau jaminan. Di sini pihak bank dihadapkan pada posisi yang cukup sulit, di mana di satu sisi ia harus mampu menjadi penyandang dana bagi sektor yang cukup prosfektif ini, sedangkan di sisi lain ia harus mampu menjalankan prinsip frudential bank atau kehati-hatian bank dalam pengelolaan dananya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Oleh karena itu, sangat diperlukan adanya suatu lembaga penjamin pendanaan bagi sektor kecil menengah di daerah-daerah. Meskipun pemerintah pada tahun 1971 telah mendirikan Badan Penjamin Kredit, yang sekarang bernama Perum Sarana Pengembangan Usaha (SPU), keberadaannya masih eksklusif dan kurang terbuka sehingga baru dinikmati oleh sekelompok kecil pengusaha tertentu saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Selain itu, keterbatasan dan kurangnya pembinaan dan pendampingan dari pihak permerintah dan lembaga (instansi) terkait lainnya menyebabkan UKM sulit berkembang secara maksimal. Begitu pula dengan adanya keterbatasan informasi pemasaran, yang menyebabkan sulitnya UKM untuk memperluas pemasaran produk yang dihasilkannya. Mencermati masalah ini, sebetulnya menuntut peran serta pemerintah serta lembaga terkait lainnya, seperti lembaga perbankan, Deperindag, Departemen Koperasi dan UKM, serta pemda setempat, sangat diperlukan bagi perkembangan UKM. Seperti pihak perbankan yang dapat memberikan pembinaan mengenai sistem dan manajemen keuangan yang harus dilakukan UKM, Deperindag membantu menyediakan informasi pemasaran, baik domestik maupun impor. Departemen Koperasi dan UKM pun membina mengenai struktur usaha yang harus diterapkan. Lalu, pihak pemda berlaku sebagai penyedia sarana infrastruktur untuk mendukung dan menjamin kelancaran usahanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Meskipun dihadapkan pada berbagai permasalahan tersebut di atas, masih terdapat hal yang cukup menguntungkan dari UKM, yaitu terdapatnya keluwesan dalam pemasaran produk yang disesuaikan dengan jenis pasar yaitu lokal, domestik, atau ekspor. Pemilihan pasar disesuaikan dengan jenis, kualitas, dan harga produk yang dihasilkannya. Akibatnya, pemilihan pasar domestik yang besar akan menjadi peluang bagi UKM untuk menjadi pemasok barang, jasa, dan informasi yang mampu bersaing dengan produsen luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Melihat peranan UKM yang cukup signifikan dalam perekonomian negara kita, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja dan pemulihan sistem ekonomi, sektor ini harus mendapat perhatian khusus, dengan menyegerakan keberadaan Lembaga Penjaminan Kredit (LPK) sebagai supplement institution system diyakini penting dan strategis dalam program pemberdayaan sektor usaha kecil dan menengah di Indonesia. Setidaknya ini berdasarkan pengalaman beberapa negara yang sukses membangkitkan struktur perekonomiannya yang berbasis UKM. Menyadari kenyataan belum optimalnya peranan LPK tersebut, diperlukan dukungan semua pihak, baik pemerintah termasuk Pemerintah daerah, kalangan perbankan, pengusaha, dan mereka yan peduli terhadap UKM.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Saat ini, memang akan segera dibentuk lembaga penjamin untuk usaha kecil dan menengah di daerah-daerah dalam kerangka Mengembalikan Peran UKM Sebagai Pilar Ekonomi Nasional. Syarat terbentuknya lembaga penjamin ini harus mempunyai modal minimal Rp 10 miliar untuk meningkatkan kelayakan kredit usaha kecil dan menengah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Bagaimana dengan LPK di Banten? Seperti yang tengah diajukan oleh Komisi B DPRD Provinsi Banten, dengan usul inisiatifnya untuk membentuk LPK Daerah bagi Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah: LPK Daerah Banten dimaksudkan sebagai lembaga penjamin kredit yang berbentuk perseroan terbatas, didirikan oleh Pemerintah Daerah dengan dukungan pendanaan dari pihak lainnya untuk menjalankan fungsi dukungan bagi UKM di Banten.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Dalam kerangka menyikapi usulan Komisi B DPRD Provinsi Banten tersebut, ada baiknya LPK yang hendak didirikan di uji terlebih dahulu rasionalitas, objektifitas dan kebenaran dari tujuan dan fungsi keberadaan LPK tersebut. Mengingat karakteristik, tipologi masyarakat Banten yang khas, ada baiknya LPK di Banten juga mengembangkan mekanisme "avalis" (penjamin kredit). Mekanisme avalis sebenarnya bukan hal yang asing. Biasanya dipakai jika seorang calon debitur kekurangan kolateral, dengan mengajukan seorang penjamin yang dianggap kredibel oleh bank tersebut, untuk menutupi kekurangan jaminannya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Menurutnya pola-pola serupa sangat memungkinkan untuk dikembangkan, karena diyakininya banyak tokoh yang kredibel yang bisa dipercaya bank untuk menjadi avalis. Selain itu, lembaga-lembaga atau organisasi semacam Kadin (Kamar Dagang dan Industri) asosisasi pengusaha, juga bisa bertindak sebagai avalis.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Di masa depan, pemimpin sebuah organisasi, harus disyaratkan mampu menjadi seorang avalis. Sehingga selain dipastikan dia seorang yang dapat dipercaya, juga dipastikan mampu membantu anggota-nya dalam mengakses pendanaan. Untuk semua itu dibutuhkan kemauan dari berbagai pihak. Baik dari lembaga atau tokoh yang layak jadi avalis, maupun dari kalangan perbankan dalam memberikan kesempatan untuk mengembangkan cara ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Mekanisme avalis ini guna mengantisipasi berbagai kelemahan Lembaga Penjamin Kredit dalam hal efektifitasnya, mengingat SDM pengelolanya belum tentu memahami permasalahan yang berlangsung.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
pub_zona = "-1";
pub_lokasi = "6228";
pub_model = "1";
adspeedy_br = "660099";
adspeedy_bg = "ffffff";
adspeedy_t1 = "0000CC";
adspeedy_t2 = "000000";
adspeedy_t5 = "0000CC";
url = "http://www.adspeedy.com/ppc";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript" src="http://www.adspeedy.com/ppc/tayang.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3250431985131768685-982501493891426912?l=saerojiforbis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/feeds/982501493891426912/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3250431985131768685&amp;postID=982501493891426912' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/982501493891426912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/982501493891426912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/2009/06/lembaga-penjamin-kredit-daerah-lpkd-dan.html' title='Lembaga Penjamin Kredit Daerah (LPKD) dan ‘Avalis’ UKM di Banten'/><author><name>Saeroji Alghazaly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3250431985131768685.post-3712160587884161759</id><published>2009-06-21T03:48:00.000-07:00</published><updated>2010-08-16T09:41:12.888-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>Seputar Iklan</title><content type='html'>(Bagian 3) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iklan (edvertising) merupakan sebuah aktifitas komunikasi dengan membayar space (ruang) yang melibatkan pihak-pihak tertentu, yang bertujuan memperkenalkan barang maupun jasa. Dalam hal ini tentu saja, media tempat iklan dipasang, pemasang iklan (advertiser) atau biro iklan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktifitas iklan/periklanan sebenarnya sudah cukup lama, seiring dengan perkembangan kebudayaan manusia. Dari beberapa literatur, terungkap, bahwa aktifitas periklanan telah mulai sejak aktifitas perdagangan di Yunani Kuno, Roma, Babylonia dan Mesir. Tentu saja, pada masa ini aktifitas periklanan masih dalam tahap yang sangat sederhana, untuk tidak mengatakan tradisional. Umumnya pada saat ini, iklan berbentuk maklumat yang ditempel pada dinding-dinding bangunan, dan toko-tok, di sepanjang jalan yang bertujuan untuk mengenalkan barang / jasa dan pertunjukan pertarungan gladiator. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluncuran buku The Pyes of Salsibury Use, yang memuat tentang aturan kependetaan saat perayaan naskah, boleh jadi merupakan aktifitas periklanan tercetak pertama di dunia. Selebaran tercetak itu, dipasang di pintu-pintu gereja di London tahun 1480 oleh pembuatnya, William Caxton, pencetak buku tersebut. Sukses cara ini, akhirnya diikuti oleh mingguan The Mercuries, pada tahun 1622. Hasilnya, sunguh sangat memuaskan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah, bahwa kegiatan komunikasi periklanan, yang memperkenalkan produk barang/jasa tentu saja dimaksudkan untuk menghasilkan keuntungan, baik secara material maupun keuntunngan immaterial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin, anda juga pernah mempraktikannya. Coba anda ingat-ingat.......! Ketika akan melaksanakan event tertentu di kampus atau di lingkungan tempat tinggal anda. Saya pastikan anda melakukan praktik periklanan. Kenapa...? saat anda mengumumkan kegiatan, sudah terjadi aktifitas komunikasi yang bersifat merayu atau mengajak. Lantas keuntungannya apa...? Tentu anda berharap, target audien yang menerima pesan pengumuman anda, mengikuti kegiatan yang anda tawarkan. Benar kan.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tentu sepakat, kegiatan periklanan saat ini sudah melaju pesat. Namun intinya tetap saja sama: bagaimana strategi menjual barang/jasa terhadap target yang telah ditentukan. Coba anda perhatikan tayangan-tayangan iklan TV. Saat jam berapa mereka tayangkan iklan produk yang banyak diminati anak-anak? Atau, perhatikan pula penempatan iklan pada media massa cetak, newsletter, community paper dan penematan iklan pada baligo di kota anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini sangat jelas, setiap organisasi baik yang profit oriented maupun sosial oriented, selalu melaksanakan aktifitas periklanan, untuk mengejar tujuan-tujuan organisasi mereka. Berbaga media dan ruang selalu terpasang iklan. Bahkan dalam momen-momen politik, para politisi berlomba-lomba mengiklan diri. Bahkan penempatannya cenderung tidak artistik lagi. Sampai-sampai gang-gang sempit menjadi sasaran pemasangan iklan. Apa tujuannya kalau bukan mempengaruhi target sasaran untuk memilihnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang yang berkemampuan, anda tentu bisa memahami dan meyakini, bahwa akrifitas periklanan telah menjadi sebuah industri yang memberikan dampak ekonomi luar biasa. Bila posisi anda sebagai marketer, tentu saja anda berhak atas komisi iklan yang anda peroleh. Mereka sebagai publisher iklan, juga mendapat keuntungan dengan penerbitannya. Sementara advertiser (pemasang) iklan sendiri, jelas, ketika iklan mereka efektif dan bisa memengaruhi khalayak, produk/jasa yang ditawarkan akan memberikan keuntungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja....., peluang selalu ada dalam setiap ruang dan waktu. Jangan sia-siakan itu....! Saatnya anda untuk bangkit, merancang sebuah langkah baru dan melaksanakannya. Bila pilihan anda sebagai marketer, anda bisa dengan mendirikan perusahaan biro iklan kecil-kecilan, atau bila sudah mumpuni sekalian saja menerbitkan media iklan. Tidak usah besar dulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba anda perhatikan sekeliling rumah anda. Apa yang mereka butuhkan. Bantuan modal usaha, praktek dokter, lembaga pendidikan dan seabreg kebutuhan lainnya. Coba iseng-iseng anda. Terus anda gagas membuat news letter atau direktori kota anda, segmennya khusus lingkungan sekitar tempat tinggal anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja isinya, harus menarik minat mereka untuk membaca. Sukses percobaan ini, dengan sendirinya pengiklan akan bersedia berpartisipasi memasang iklan dalam media yang anda bikin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
pub_zona = "-1";
pub_lokasi = "6228";
pub_model = "1";
adspeedy_br = "660099";
adspeedy_bg = "ffffff";
adspeedy_t1 = "0000CC";
adspeedy_t2 = "000000";
adspeedy_t5 = "0000CC";
url = "http://www.adspeedy.com/ppc";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript" src="http://www.adspeedy.com/ppc/tayang.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3250431985131768685-3712160587884161759?l=saerojiforbis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/feeds/3712160587884161759/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3250431985131768685&amp;postID=3712160587884161759' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/3712160587884161759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/3712160587884161759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/2009/06/seputar-iklan.html' title='Seputar Iklan'/><author><name>Saeroji Alghazaly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3250431985131768685.post-7146031808519991986</id><published>2009-06-19T20:36:00.000-07:00</published><updated>2010-08-16T09:30:12.833-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>Marketer Iklan: Sebuah Pilihan Hidup</title><content type='html'>(bagian 2) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat kita saat ini, sudah akrab dengan iklan. Bahkan, akibat ‘publikasi’ iklan pula, banyak dari mereka yang terhipnotis. Bisa jadi anda juga. Ya.... iklan saat ini menjadi bagian dari keseharian kita. Semua segmen kehidupan kita, selalu dibanjiri iklan. Seolah tak mengenal ruang dan waktu. Itulah ajaibnya iklan. Ia sanggup merubah budaya dan pemikiran masyarakat dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan kemajuan teknologi, dunia iklan pun kian lebih maju. Saluran media iklan saat ini, ada dalam berbagai wujud. Tentu saja, muara akhirnya adalah bagaimana pesan yang disampaikan pemasangnya, bisa mempengaruhi target sasaran. Tak heran, bila setiap ruang dan waktu, selalu dijadikan sarana oleh para pengiklan. Sampai-sampai, baju yang anda pakai pun menjadi sarana beriklan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iklan hadir memang untuk mempengaruhi. Kekuatan pengaruh iklan sudah tak terbantahkan lagi. Siapapun orangnya, termasuk anda, adalah sasaran para pengiklan. Perusahan-perusahaan yang mengejar laba besar, punya anggaran yang besar untuk belanja iklan. Termasuk perusahaan yang bergerak dalam periklanan sendiri, turut juga beriklan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa tujuannya.....? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, selain brand building dan image building, target akhir bagaimana bisa bertahan dan melakukan ekspansi pasar ditengah iklim persaingan yang kian ketat. Selain brand image yang ingin dicapai, biasanya..., bagi perusahaan yang sudah mapan, mengejar social branding. Keberlangsungan sebuah perusahaan, jelas  tidak bisa menafikan sisi sosial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak kelalaian mengelola persoalan sosial, tidak jarang membuat sebuah perusahaan mengalami goncangan. Mengantisipasi persoalan ini, organisasi bisnis mapun sosial (non profit) biasanya memanfaatkan dunia iklan, untuk membuat pencitraan, yang ditujukan kepada seluruh masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi perusahaan iklan maupun marketer iklan, jelas-jelas sebuah peluang yang wajib direbut. Tidak boleh disia-siakan. Disinilah marketer iklan dan perusahaan periklanan, wajib bekerja secara kreatif. Orang-orang yang bergerak dalam periklanan, harus mencurahkan segala potensi kreatif, demi keberlangsungan akitifitasnya, sebagai marketer iklan maupun perusahaan iklan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya........, siapapun orangnya, termasuk anda, berbakat untuk menjadi marketer iklan atau mendirikan perusahaan iklan. Jangan takut.....! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketakutan anda untuk menjadi marketer iklan.... hanyalah sebuah penghalang untuk maju. Percayalah......!  Anda punya potensi kreatif yang dianugerahkan Tuhan. Kenapa tidak dimaksimalkan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat.....! Anda punya kemauan..... disitulah awal kesuksesan anda. Jangan menyerah dengan menyalahkan nasib anda. Itu bukan jalan keluar. Anda berpikir bisa...., maka anda pasti bisa. Bila orang lain bisa menjual iklan, kenapa anda juga tidak bisa. Bila orang lain bisa mendirikan perusahaan iklan...., kenapa anda juga tidak bisa. Saya yakin.... anda pasti lebih bisa. Baik sebagai marketer iklan..... apalagi sebagai pengusaha iklan. Itu kan, yang anda harapkan.....? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi marketer iklan, bisa anda jadikan pekerjaan sampingan maupun pekerjaan utama. Kemajuan teknologi dan bekal pendidikan anda, saya yakin, akan mengantarkan anda sukses dalam profesi sebagai marketer iklan. Apalagi anda yang mahir dan sangat akrab dengan dunia internet. Sangat luar biasa....... Anda bisa menjadi marketer sekaligus bos iklan. Tak percaya.....? sekedar tahu saja....,  coba anda klick.... &lt;a href="http://www.formulabisnis.com/?id=roji"&gt;www.formulabisnis.com/?id=roji&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;Gimana.... masihkah anda bermimpi.......?Stooppp......! Jangan terus bermimpi cepat beraksi. Segera ikuti langkah sukses mereka yang sukses di  &lt;a href="http://www.formulabisnis.com/?id=roji"&gt;www.formulabisnis.com/?id=roji&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
pub_zona = "-1";
pub_lokasi = "6228";
pub_model = "1";
adspeedy_br = "660099";
adspeedy_bg = "ffffff";
adspeedy_t1 = "0000CC";
adspeedy_t2 = "000000";
adspeedy_t5 = "0000CC";
url = "http://www.adspeedy.com/ppc";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript" src="http://www.adspeedy.com/ppc/tayang.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3250431985131768685-7146031808519991986?l=saerojiforbis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/feeds/7146031808519991986/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3250431985131768685&amp;postID=7146031808519991986' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/7146031808519991986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/7146031808519991986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/2009/06/marketer-iklan-sebuah-pilihan-hidup_19.html' title='Marketer Iklan: Sebuah Pilihan Hidup'/><author><name>Saeroji Alghazaly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3250431985131768685.post-4944591552803412678</id><published>2009-06-19T01:52:00.001-07:00</published><updated>2010-08-16T09:29:49.803-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>Anda Cari Kerja? Stop Mimpi Anda.........!!!</title><content type='html'>(Bagian 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan periklanan di Indonesia masih memiliki prospek cukup bagus. Kemunculan industri media online dan ofline, patut dijadikan sebuah peluang untuk mendirikan sebuah perusahaan periklanan. Selain itu, media tempat memsang iklan baik indoor maupun out door, di wilayah kabupaten/kota saat ini cukup menjanjikan. Tinggal bagaimana anda, menangkap peluang tersebut? Inilah sebetulnya lahan bisnis menjanjikan bagi mereka yang ingin meraup uang dari iklan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, sejak anda bangun tidur hingga menjelang tidur lagi, selalu disapa oleh iklan. Ketika anda di kamar mandi sekalipun, sebetulnya anda telah disapa oleh iklan. Bahkan ketika anda hendak memakai baju, iklan kembali menyapa anda. Apa makna semua ini bagi anda? Tidaklah ini cukup untuk membangunkan anda dari mimpi dan keluhan-keluhan panjang yang selalu muncul setiap hari...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita telisik satu-persatu. Anda mau tidur, sprei merek apa yang anda pakai? Ketika mau mandi, Sabun merek apa yang anda pakai? Ketika ganti baju, Baju merek apa yang anda pakai? Apakah itu bukan iklan...? Lalu..., apa motivasi anda hingga memakai merek-merek tersebut........? Saya yakin, sadar atau tidak ada telah terpengaruh oleh iklan. Benar kan........?&lt;br /&gt;Kemudian..., coba kita perhatikan anak-anak kecil, merengek ke orang tuanya minta dibelikan baju, sepatu dan mainan merek tertentu. Kenapa anak-anak kecil bersikap seperti itu? Tentu anda akan jawab......, PENGARUH IKLAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LALU...... &lt;span style="COLOR: rgb(255,0,0);font-size:130%;" &gt;APA HUBUNGANNYA DENGAN ANDA&lt;/span&gt;....?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang akan saya paparkan untuk anda, sekedar sharing persoalan masa depan.&lt;br /&gt;Saya awali dengan sebuah cerita, tentang kawan saya yang sukses usaha di bidang iklan, walaupun skala garapannya hanya dalam lingkup Provinsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja namanya Amin. Kawan saya ini memulai karir awal untuk membiaya keluarganya sebagai pengusaha serabut...(enak dong......). Tunggu dulu......maksudnya, usaha kawan saya ini serabutan. Apa saja dikerjakan asal dapat uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun lebih, sejak ia punya momongan usaha begitu terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat, ia ditawari kerabatnya, membantu usaha penerbitannya di bidang iklan. Ya.... mereka menerbitkan majalah khusus iklan. Mirip-mirip yellow pages.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai new comer, ia sendiri bingung. Jangankan dapat duit, faham soal iklan aja belum? Tapi hal tersebut tak menyurutkannya untuk terus bergabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengalami praktek lapangan, akhirnya ia pun faham. Ternyata, kerjaannya saat ini, di bidang periklanan cukup menjanjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya...... perusahaan majalah iklan milik kerabatnya itu mengalami pailit. Ya... ia pun akhirnya menelan kenyataan pahit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian..., berbekal pengalaman sebagai orang iklan di media kecil tadi, ia beranikan diri melamar ke sebuah penerbitan, dengan job khusus sebagai marketing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi.........?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia diterima. Bahkan...., tak berapa lama dipercaya menjadi manajer iklan. Sebagai manajer iklan..... di sebuah penerbitan besar, tentu anda bayangkan berapa pendapatannya.....!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang.... kawan saya tersebut sudah menikmati hasil jerih payahnya. Dan selalu mengajak keluarganya untuk weekend........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tergugahkan anda? Maksud saya..... kalau kawan saya, yang hanya berpendidikan SMA saja bisa..... Kenapa anda yang berpendidikan di atas kawan saya, masih merenung dan memilah-milah, kerjaan apa yang cocok buat saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya katakan, anda tidak salah. Cuma....., kapan anda mau action? Sementara......anda dituntut untuk memenuhi kebutuhan hidup. (maaf.....) Apa enak disebut sarjana pengangguran.......?&lt;br /&gt;Saya sama dengan anda. Ketika hendak menyelesaikan kuliah sarjana, pernah mengalami kebingungan. Angan-angan saat itu, bermimpi kerja ringan tapi punya duit banyak. Tamat..... dech. Ketika tersadar....., bahwa yang bisa merubah hidup saya adalah saya sendiri, saya beranikan diri untuk merintis wirausaha kecil-kecilan, jadi tukang kuli ngetik skripsi.&lt;br /&gt;Alhamdulillah, perjalanan waktu akhirnya mengantarkan saya ke dunia media komunikasi, sebuah dunia yang sangat jauh dari disiplin ilmu yang saya raih, Administrasi Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin, anda –-apalagi yang masih fresh graduate, ingin segera dapat kerjaan, sesuai dengan harapan anda. Tapi sudahkah anda hitung, seberapa besar peluang anda lolos..... akankah anda menunggu terus....., hingga datang sebuah keajaiban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya katakan, &lt;span style="COLOR: rgb(255,0,0)"&gt;STOP....!!&lt;/span&gt;!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa..., sekali lagi yang bisa merubah hidup anda adalah anda sendiri. Tanamkan keyakinan itu dalam diri anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat tulisan-tulisan ini, saya hanya mengajak kepada anda untuk bangkit dari lamunan. Jangan kebanyakan bermimpi, segera bangkit dan beraksi. Pengalaman belajar dan wawasan yang anda punya, sudah lebih dari cukup. Jangan sia-siakan, ayo bangkit dan mulai merintis usaha periklanan, walaupun kecil-kecilan. Jangan malu..., toch mereka yang sudah besar dan mapan, bermula dari usaha kecil-kecilan. Tapi... mereka punya tekad dan semangat maju. Bagaimana dengan anda.....? Siapkah memenuhi rekening hasil jualan iklan....?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
pub_zona = "-1";
pub_lokasi = "6228";
pub_model = "1";
adspeedy_br = "660099";
adspeedy_bg = "ffffff";
adspeedy_t1 = "0000CC";
adspeedy_t2 = "000000";
adspeedy_t5 = "0000CC";
url = "http://www.adspeedy.com/ppc";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript" src="http://www.adspeedy.com/ppc/tayang.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3250431985131768685-4944591552803412678?l=saerojiforbis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/feeds/4944591552803412678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3250431985131768685&amp;postID=4944591552803412678' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/4944591552803412678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/4944591552803412678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/2009/06/anda-cari-kerja-stop-mimpi-anda.html' title='Anda Cari Kerja? Stop Mimpi Anda.........!!!'/><author><name>Saeroji Alghazaly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3250431985131768685.post-6239251372968997111</id><published>2009-06-16T01:15:00.001-07:00</published><updated>2009-06-27T10:39:45.167-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>Quo Vadis Komitmen Kerakyatan?</title><content type='html'>&lt;div&gt;Oleh: Saeroji Alghazaly&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilu Legislatif memang telah berlalu. Sebentar lagi, mereka yang memenangi pemilu legilsatif (pileg) kemarin bakal dilantik. Banyak wajah baru memang, namun tak sedikit pula muka lama kembali nongol. Lantas, akankah track record mereka dalam mengemban amanah konstituen itu, lebih bagus dari yang kemarin? Atau jangan-jangan nambah jeblok. Apalagi sudah bukan rahasia, bila dalam proses pemenangan kemarin tak terlepas dari persoalan uang, siapapun itu. Artinya yang kantongnya tipis, mbok ya jangan terlalu ambisi menang. Walaupun, yang duitnya tebal bukan jaminan untuk menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun yang terjadi dan prosesnya seperti apa, itulah wajah demokrasi kita. Walaupun masih banyak bopengnya tetap saja, itulah cerminan masyarakat kita. Seolah sudah menjadi persoalan wajib, bahwa bermain politik yang harus punya uang. Persoalan ideologi yang dibangun partai, ataupun program-program yang bakal dilaksanakan, cenderung tidak dilirik. Masyarakat kita maunya memilih, kalau ada sesuatu. Kasihannya, mereka yang bertarung dalam pileg kemarin, banyak yang mengeluarkan dana tidak sedikit, namun perolehan suaranya tidak sebanding dengan dana yang telah digelontorkan. Karuan saja, mereka yang tidak kuat iman dan sikap sabar, banyak yang stres. lagi-lagi.., inilah wajah bopeng demokrasi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyalahkan masyarakat, yang cenderung pragmatis-materialis dalam proses Pileg, jelas bukan sebuah sikap yang bijak. Kondisi dan situasi seperti itu muncul tentu ada sebab pertamanya. Gamblangnya, masyarakat kita (nyaris) sudah kadung tidak percaya dengan para wakil rakyat. Anggapan mereka, ketika sudah jadi, biasanya meninggalkan konstituen. Akibatnya, timbul 'kontrak' antara warga dengan peserta pileg ---yang umumnya tidak tertulis dan hanyalah sebuah komitmen tanpa akta. Mungkin faktor inilah yang membuat banyak peserta gagal dalam Pileg kemarin menjadi stres. Apalagi bila Caleg tersebut mempunyai sikap tidak siap kalah. Padahal dalam kompetisi apapun, selalu ada yang menang dan ada yang kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang politisi sejati --bukan petualang dan pedagang politik, selalu tidak mengenal kata 'kalah', dalam pertarungan politik. Lembaga parlemen, hanyalah sebuah sarana formal untuk memperjuangkan hak-hak dan kepentingan rakyat, terutama zona yang menjadikannya duduk di lembaga legislatif. Bagi individu yang 'betul-betul politisi' bukan 'politisi' tentunya sudah mempunyai setting agenda, dalam memperjuangkan kepentingan konsituen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengamatan yang ada, mereka yang 'betul-betul politisi' selalu mempunyai daya tawar tinggi di kalangan eksekutif maupun sesama anggota legislatif. Dalam setiap proses perumusan kebijakan strategis, pengawasan politis dan perumusan anggaran, selalu bersikap kritis yang berdasar pada hasil analisis. Tidak sekedar nyeletuk, setuju dan tidak setuju. Mereka yang 'betul-betul' politisi, selalu siap dengan konsep politis untuk mengelola roda pemerintahan dan pembangunan. Sehingga, ketika akan merumuskan sebuah kebijakan, selalu melihat pada aspek landasan yuridis formal, sosiologis dan filosopis. Bagaimana dengan mereka yang bakal menisi deretan kursi DPR hingga DPRD? Ya... kita berharap saja, semoga dalam merumuskan kebijakan politik, pemerintahan dan pembangunan, tidak asal-asalan. Betul-betul memanfaatkan peran dan fungsi sebagai legislator yang menguasasi permasalahan kemasyarakatan dan kepentingan politik bangsa ke depan. Begitu pula mereka yang bakal mengisi parlemen daerah, jangan mau dimanfaatkan kelompok eksekutif untuk menggolkan peraturan daerah --yang kebanyakan disodorkan kalangan eksekutif, tanpa sebuah pertimangan landasan filosofis, sosiologi dan yuridis formal. Sebab, tidak jarang kalangan legislatif di daerah, banyak yang kurang menguasai filosofis content sebuah draft perda dan cenderung menyetujui usulan ekeskutif. Dampaknya tentu berimbas pada wilayah rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaca pada pengalaman masa lalu, pelaksanaan otonomi daerah dinilai banyak kelangan cenderung kebablasan. Para pengendali kebijakan di daerah banyak yang berorientasi pada peningkatan besaran dana untuk mengisi pundi-pundi yang kosong. Sementara, aspek keberdayaan masyarakatnya cenderung ada pada posisi bukan nomor wahid. Dampak yang muncul dan menggejala, tidak lain fenomena 'pamer' dalam lingkup pejabat daerah. Parahnya, tidak jarang menimbulkan kompetisi jabatan yang tidak fair, walaupun aspek-aspek kompetensi jabatan bagi PNS sudah jelas. Persoalan track record, kesesuaian pangkat dan golongan serta senioritas, tidak jarang pula terkalahkan oleh tautan kepentingan Top Leader di daerah. Ini harus kita akui, sebagai sebuah penyimpangan dalam pelaksanaan otonomi daerah --yang sejatinya mencerminkan keberdayaan masyarakat daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembiasan ini, menurut pakar otda Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Drs Hariyadi MA, ada variabel penyebabnya, di antaranya, adanya lack of infrastructure (kelemahan di infrastruktur), lack of knowledge and vision (kelemahan dalam pengetahuan dan visi), serta lack of commitment (kelemahan dalam berkomitmen). Lack of infrastructure tersebut terutama dalam hal aturan main yang tertuang dalam peraturan perundang-undangan. Banyak UU kita yang masih ambigu. Padahal, inti otonomi tersebut kan desentralisasi. Itu justru tidak diatur dalam aturan yang jelas. Akibatnya, di satu sisi, otonomi daerah bisa dipandang sebagai sebuah kesempatan bagi daerah untuk mereguk manfaat dari segala potensi yang ada di daerahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya ini terjadai akibat lemahnya lack of knowledge and vision. Masih banyak pemkot/pemkab yang salah kaprah mengartikan otonomi daerah. Itu tak lain dikarenakan kurangnya pengetahuan dan belum ada kesatuan visi yang mestinya dimiliki penyelenggara otonomi daerah di level daerah itu sendiri. Kedua variabel tersebut masih ditambah dengan variabel ketiga. Yakni, lemahnya komitmen (lack of commitment) baik dari pemerintah pusat maupun dari pemkot/pemkab untuk melaksanakan otonomi daerah. variabel lemahnya komitmen bisa dibenahi ---walaupun agak sulit. Satu-satunya jalan, harus ada semacam gerakan dari bawah, untuk membentuk mekanisme corporate government system. Sebuah mekanisme pengawasan langsung oleh rakyat. Artinya, rakyat, sebagai konstituen yang memilih langsung wakil-wakilnya, bisa meminta penjelasan dari wakilnya, kapan pun diperlukan. Mekanisme tersebut mampu memaksa agar legislatif dan eksekutif takut kepada rakyat. Seperti yang ada di Amerika Serikat. Sebenarnya, kita mulai ada gerakan seperti itu, dengan adanya sistem pemilihan sistem distrik yang proporsional dalam pemilu kemarin. Namun, yang terpenting, masyarakat harus lebih berinisiatif mengawasi jalannya pemerintahan di masing-masing wilayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai pembenahan dalam bias pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan, tentunya tidak lepas dari efektif tidaknya kontrol legislatif. Politisi yang duduk di lembaga legislatif tentunya harus juga mempunyai komitmen, untuk mengawal jalannya penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan secara efektif dan efisien, sehingga bias-bias yang muncul berkurang. Legislatif juga harus menjamin, terlaksananya roda pemerintahan dan pembangunan yang terbebas dari persoalan-persoalan manipulasi kepentingan rakyat. Mungkinkah? Kita tunggu saja....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
pub_zona = "-1";
pub_lokasi = "6228";
pub_model = "1";
adspeedy_br = "660099";
adspeedy_bg = "ffffff";
adspeedy_t1 = "0000CC";
adspeedy_t2 = "000000";
adspeedy_t5 = "0000CC";
url = "http://www.adspeedy.com/ppc";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript" src="http://www.adspeedy.com/ppc/tayang.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3250431985131768685-6239251372968997111?l=saerojiforbis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/feeds/6239251372968997111/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3250431985131768685&amp;postID=6239251372968997111' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/6239251372968997111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3250431985131768685/posts/default/6239251372968997111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saerojiforbis.blogspot.com/2009/06/quo-vadis-komitmen-kerakyatan.html' title='Quo Vadis Komitmen Kerakyatan?'/><author><name>Saeroji Alghazaly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
